
Akhirnya Elvano dengan Erlangga pun, tiba di rumah mereka, dan mereka pun keluar dari mobil untuk memasuki ke dalam rumah, di saat memasuki rumah mereka bertemu dengan Bima om mereka.
Erlangga orang yang pertama yang melihatnya "om Bima"panggil Erlangga kepada Bima.
Bima yang awalnya menundukkan kepalanya, mendongak ke arah suara yang memanggilnya, dan dia menemukan kedua keponakannya, yaitu Erlangga dengan Elvano.
"oh, kalian baru pulang ?"tanya Bima kepada Erlangga dan Elvano.
"iya om kami baru pulang, tadi Abang jemput adek soalnya Abang ninggalin adek"jawab Elvano yang mendahului erlangga dengan senyuman manis yang terpasang di wajahnya.
Erlangga yang mendengar jawaban adiknya hanya bisa menghela nafas, seolah-olah membenarkan jawaban milik adiknya, dan dia pun tidak bisa mengelak bukan.
Lihat lah adiknya, yang masih tersenyum dengan riang setelah menyindirnya.
Bima hanya terkekeh mendengar keponakannya yang paling kecil menyindir abangnya sendiri.
"gimana bisa ditinggalin?"tanya Bima kepada Elvano yang penasaran dengan ceritanya
Erlangga yang melihat Bima yang ikut terpengaruh dengan adiknya, kembali menghela nafas, lalu setelahnya dia menoleh kepada adiknya, namun dia tidak menemukan keberadaan adiknya itu. Hingga dia menemukan adiknya sudah duduk tepat di samping Bima
"Tadi itu kan om-"dan seterusnya mereka sibuk berdua bercerita, tanpa peduli dengan keberadaan Erlangga yang sekarang hanya bisa melongo dengan keakraban adik dari papanya dan adiknya tersebut.
Lalu dia pun tanpa banyak kata lebih memilih untuk menuju ke kamarnya untuk segera tidur di kasur empuknya. Dan meninggalkan Elvano dengan Bima yang sepertinya tidak menyadari jika Erlangga sudah tidak ada di dekat mereka.
Elvano bercerita dengan semangat dan tak lupa dengan ekspresi wajahnya yang selalu berubah-ubah setiap menceritakannya.
Bima dengan senang hati menyimak cerita yang dibawakan oleh Elvano, jika terdapat bagian sedih dia pun ikut sedih, jika terdapat humornya dia pun tertawa.
"Jadi gitu ceritanya om"ujar Elvano yang menutup cerita yang dia bawakan. Sedangkan Bima menghela nafas, setelah mendengar cerita yang dimana bagiannya terdapat hal lucu baginya.
__ADS_1
"Abang jahat kan om?"tanya Elvano kepada Bima, karena setiap mengingat kejadian saat dia ditinggal oleh abangnya sendiri, membuatnya merasa kesal.
"iya Abang kamu jahat"ujar Bima yang mengiyakan ucapan Elvano
"oh iya om, om ngapain ke sini?, papa sama Mama enggak ada di rumah"ujar Elvano kepada Bima, karena penasaran dengan kedatangan Bima.
"iya om disuruh sama papa kalian, Katanya minta lihat gimana keadaan kalian"jawab Bima kepada Elvano untuk menjawab pertanyaan Elvano tersebut
Dan Elvano hanya mengangguk kan kepalanya, setelah mendengar jawaban milik Bima.
Lalu hanya keheningan yang melingkupi di antara mereka. Bima hanya menatap dengan intens Elvano yang berada di depannya,
Dia hanya tidak menyangka jika keponakannya yang hanya dapat berbaring di tempat tidur, sekarang duduk di hadapannya dengan bahagia. Ia hanya berharap keluarga ini bahagia selalu.
Elvano selesai menceritakan kisahnya yang membuat dia ditinggal oleh abangnya, langsung menoleh kepada omnya yang berada di depannya, namun dia bingung dengan omnya yang hanya memandang ke arahnya dengan tersenyum. Hal itu pun membuat dia merasakan bergidik ngeri hingga membuat bulu kuduknya berdiri.
"Ya ampun, om ini kenapa sih tatapannya kayak gitu sih?, buat gue merinding aja"batin Elvano yang merasa ketakutan dengan tatapan omnya.
Sedangkan Bima, dia tidak tahu kalau dia membuat keponakannya itu takut dengan tatapannya. Lagian dirinya hanya tersenyum bahagia dengan keberadaan keponakannya, Namun sepertinya lain hal dengan Elvano yang malahan hal itu membuatnya takut. Bagaimana dia tidak takut jika di tatap oleh om-om dengan pandangan lurus ke arahnya, dan tak lupa dengan senyuman yang bahagia, namun bagi Elvano itu senyuman Joker.
"Om kenapa ngelamun sih?"tanya Elvano dengan kesal kepada Bima.
"om minta maaf ya sayang, om hanya ingat masa lalu, sekali lagi om minta maaf ya?"jawab Bima kepada Elvano.
"iya om"ujar Elvano dengan riang. Hingga
Grooowlll
Terdengar bunyian perut yang minta makan, dan rupanya itu berasal dari perut milik Elvano yang berbunyi dengan keras. Elvano yang merasa perutnya yang berbunyi dengan keras, tentunya hal itu pun membuatnya merasa malu. Bima yang melihatnya hanya terkekeh dengan tingkah laku keponakannya satu ini, Namun sepertinya hal itu malahan membuat Elvano bertambah merasa malu hingga kedua pipi mochi miliknya sudah memerah.
__ADS_1
Bima yang masih terkekeh dengan tingkah laku milik Elvano pun akhirnya menghentikannya karena dia akan takut jika keponakannya ini akan kesal dan arah kepadanya.
"hah, yaudah ayo kita makan biar om yang buat"ujar Bima yang kepada Elvano.
Elvano yang sebelumnya merasa malu, namun dia segera menoleh kepada Bima, dengan tatapan yang tidak percaya.
"memang om bisa masak?"tanya Elvano dengan tatapan yang tidak percaya
Bima yang melihatnya kenapa dia merasakan jika keponakannya ini meremehkannya, apalagi dengan tatapan tidak percaya milik keponakannya dengan tengil.
"om bisa kok masak, malahan om lebih baik papa kamu yang payah ngurusin dirinya sendiri"Jawab Bima dengan percaya diri kepada Elvano.
Elvano yang mendengarnya tentu yang mengangguk kan kepalanya seolah-olah membenarkan perkataan yang diucap oleh Bima. Sepertinya jika Papa Elvano mendengar dia pasti hanya bisa menunjukkan wajah suram.
Lalu mereka berdua pun mulai menuju ke arah dapur, setibanya di dapur Elvano duduk di meja makan yang berhadapan dengan dapur di rumahnya. Dia memperhatikan Bima dengan seksama, bagaimana Omnya itu yang bergerak dengan gesit, dan memotong bahan-bahan yang digunakan, hingga memasaknya. Dan akhirnya masakannya pun siap.
Elvano yang tidak sabar pun, duduk dengan badan yang bergerak di meja menunggu kedatangan makanan yang akan masuk ke perutnya, hingga hidangan tersebut pun tiba di mejanya, dia yang melihat hidangan tersebut, merasa akan enak. Dia pun memakan hidangan tersebut, Namun sebelum masuk ke mulutnya semua tangan menghalanginya.
Dan dia pun menoleh dan menemukan Bima yang menghalanginya.
Sedangkan Bima yang merasa tatapan bingung milik keponakannya pun akhirnya menjawab "makanannya panas, nanti lidahnya terbakar"jawab Bima kepada Elvano yang menjawab kebingungan Elvano.
Elvano yang paham pun terlebih dahulu meniup makanan yang berada di depannya. dan setelahnya barulah dia memasuki ke mulutnya. Saat di masukkan di mulutnya.
"Enak"ucap Elvano saat merasakan masakan milik Bima.
"Enak kan, siapa yang masak"ujar Bima kepada Elvano. Dan Bima pun hanya menatap Elvano yang merasakan masakan miliknya.
Namun saat memakannya lagi, Elvano hanya menatap Bima yang juga menatapnya
__ADS_1
Satu hal baru disadari oleh Elvano, Bima adik dari papanya tidak pernah terungkap di dalam novel, tapi kenapa bisa dia bertemu dengan Bima.