Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAPTER 15


__ADS_3

Lima tahun yang lalu.


Di malam hari yang gelap dengan disinari rembulan yang besinar terang untuk menerangi bumi yang gelap di malam hari.


Di suatu rumah yang mewah, terdapat keluarga yang berkumpul sambil menonton telivisi Mereka memiliki lima anggota dalam keluarga tersebut. Keluarga tersebut terdiri dari, seorang kepala keluarga sekaligus seorang ayah dari anak-anaknya, seorang ibu, anak pertama, seorang anak laki-laki remaja yang merupakan kakak di keluarga tersebut, anak kedua seorang gadis, yang merupakan seorang kakak perempuan bagi adiknya. Lalu anak ketiga, yang paling kecil seorang anak laki-laki yang berwajah imut yang saat itu masih berumur 5 tahun.


Mereka akan merencakan untuk jalan-jalan bersama untuk menghabiskan waktu bersama. Mereka merasa senang akan mendengar berita tersebut, apalagi papa dan mama dari anak-anak tersebut, yang selalu tidak mempunyai waktu untuk bersama keluarga.


Dan kesempatan ini pun tidak akan terulang, makanya kepala keluarga yang memang ingin merencanakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Dengan mengajak keluarganya itu untuk jalan-jalan.


Apalagi si bungsu yang selalu merengek untuk pergi jalan-jalan bersama keluarga, Dan akhirnya di putuskan untuk jalan-jalan bersama sekeluarga.


Mereka begitu senang, apalagi si bungsu yang selalu tidak sabar dan selalu menanyakannya kepada papa maupun mamanya kapan untuk pergi.


Orangtua dari si bungsu hanya terkekeh melihat ketidaksabarannya untuk pergi.


"Sabar ya sayang, besok kita akan pergi, kalau sekarang kan tidak mungkin hari gelap Lo"ujar sang mama, memberi pengertian untuk sang anak.


Sang anak yang mendengarkannya langsung lesuh, bibirnya yang melengkung ke bawah, dan matanya yang mulai berkaca-kaca, dan akan siap untuk mengeluarkan butiran air dari matanya.


Mama dari sang anak yang melihat di bungsu akan menangis, langsung panik dan dia pun membujuk anaknya itu untuk tidak menangis.


"Adek jangan nangis ya, kan kita perginya besok, kalau sekarang kan enggak mungkin dek, udah malam. Kita kan enggak mungkin keluar, kalau udah malam. Apalagi sekarang ini waktu jam tidur. Jadi Adek tidur sekarang ya, besok mama bangunin adek oke?"Ujar sang mama untuk memberikan anaknya pengertian dengan kata-kata yang mudah di pahami oleh anaknya.


Sang anak yang mendengar langsung mengangguk mendengar janji mamanya, dan sekarang meminta mamanya itu untuk mengantarnya ke kamar.


"Okey mama, adek mau kok tidur sekarang, pas tidur mama puk puk adek ya mama?"ujar sang anak.


sang mama, yang mendengar perkataan sang anak hanya bisa tertawa, apalagi saat mengatakannya itu dengan imut.


"oke"jawab sang mama.


Dan mama dari anak yang memanggil dirinya adek itu pun menggendong sang anak untuk membawanya ke kamar, dan melakukan permintaan sang anak.


Sesampainya di kamar sang anak, mama dari anak itu pun mentidurkannya di atas tempat tidur, dan mulai mem puk puk sesuai permintaan anaknys tersebut, Dan itu pun membuat sang anak mengantuk dan tertidur dengan nyenyaknya. mamanya yang melihatnya segera untuk mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidur bergambar Doraemon. Dan tak lupa untuk menyelimutkan sang anak dengan selimut, dan Mencium kening sang anak.


"Selamat tidur sayang"

__ADS_1


Lalu mamanya itu pun keluar dari kamar sang anak dan tak lupa untuk menutupnya, dan meninggalkan anak tersebut yang sudah tertidur dengan lelapnya.


Di pagi harinya mentari mulai menyinari bumi dengan sinarnya hingga memasuki jendela kamar seorang anak kecil yang tidak terusik karena cahaya yang menyilaukan mata, malahan dia lebih memilih untuk membalikkan badannya daripada bangun dari tidurnya. Lalu, di pintu kamarnya dimasuki oleh serang wanita paruh baya yang masih cantik di usianya, Dia tersenyum melihat anaknya yang masih tertidur dengan nyenyaknya tanpa terusik tanpa pun. Lalu dia mendekati putranya itu


"Sayang, ayo bangun katanya kan mau pergi jalan-jalan?"ujar sang mama untuk membangunkan putranya itu.


Namun sang anak sepertinya tidak ada keinginan untuk bangun, malahan lebih memilih untuk menutup seluruh badannya dengan selimut, Dan mama dari anak itu hanya bisa menghela napas melihatnya. Lalu


"Yaudah, kalau adek enggak mau bangun, adek tinggal sendiri aja ya?"


Sang anak yang mendengar perkataan mamanya langsung terbangun dan memeluk mamanya itu agar tidak pergi.


"Mama~, iya deh adek bangun"jawab sang anak yang akhirnya bangun sambil mengusap matanya dengan tangannya.


Mama dari anak itu pun menghentikan tangan anaknya untuk tidak mengusapkannya lagi ke mata.


Jangan di usap pakai tangan dek, nanti matanya memerah"


Sang anak hanya mengabaikan mamanya karena dia masih sibuk untuk mengumpulkan nyawanya.


"Yaudah, ayo adek mandi, nanti biar kita cepat pergi jalan-jalannya"


Mendengar perkataan mamanya sang anak langsung mengangguk dengan semangatnya. Lalu dia pun di gendong oleh mamanya dan membawanya ke kamar mandi yang ada dalam kamarnya, dan akan memandikannya.


Setelah memandikan dan memakai baju, akhirnya mereka pun turun ke bawah, untuk sarapan pagi sebelum pergi, Sesampainya di ruang makan.


"Kenapa lama si dek, adek tadi pasti susah di bangun ya?, ma, kalau enggak mau di bangunkan lebih baik kita tinggalin aja adek"ujar abangnya yang sedang menjahili sang adik.


si kecil, yang mendengar perkataan abangnya langsung menoleh kepada abangnya itu dengan wajah yang kesal terpampang di wajahnya tersebut iLalu


"Abang kok gitu sih, kan yang ngajak adek, kenapa Abang kayak gitu ke adek. Kalau gitu Abang enggak usah ikut"jawab adek kepada abangnya.


Sang kepala keluarga yang melihat perdebatan anak sulungnya dengan si bungsu hanya terkekeh, apalagi melihat wajah imut bungsunya itu yang memasang wajah yang kesal. Sebelum anaknya itu mulai menangis. Akhirnya dia pun menghentikan perdebatan kedua anaknya itu.


"Udah-udah ayo makan, nanti perginya kesiangan lagi"ujar sang kepala keluarga


Lalu, sarapan pagi pun dilakukan. Dan diisi dengan canda tawa dan perdebatan anak sulung dengan si bungsu, dan tak lupa rengekkan di bungsu.

__ADS_1


Tanpa diketahui oleh mereka akan terjadinya kejadian yang memilukan bagi keluarga tersebut.


Mereka sekeluarga pun berangkat dengan mobil dan diisi dengan si bungsu yang merengek, sang Abang yang menjahili sang adek, kakak yang hanya terkekeh dengan wajah yang selalu di tampilkan oleh adiknya.


Di dalam perjalanan, tiba-tiba sebuah truk dari samping melintas mendekati mereka dengan kecepatan yang tinggi, dan membuat keluarga itu tidak dapat menghindari, dan membuat mobil yang ditumpangi oleh keluarga tersebut tertabrak oleh truk tersebut hingga membuat mobil keluarga itu terbalik hingga mengeluarkan asap.


Sang kepala keluarga satu-satunya yang masih sadar, dia pun menoleh kepada istrinya. Istrinya itu tidak sadarkan diri dalam keadaan terluka bagian kepala yang membuatnya keluar darah yang mengalir, anak pertamanya yang juga mengalami hal yang serupa dengan istrinya dengan keadaan memeluk kedua adeknya.


Hingga sang kepala keluarga tersebut di sisa-sisa kesadarannya itu dia melihat seseorang berbaju hitam yang menghampirinya. Hingga dia pun tidak sadarkan diri.


...****************...


Erik yang sendirian berada di ruang ruang kerjanya, langsung teringat akan masa lalu yang menimpa keluarganya.


Ya, keluarga yang mengalami kecelakaan lima tahun yang lalu adalah Erik dengan keluarganya dan yang membuat si kecil Elvano mengalami koma selama lima tahun. Dia termenung setelah adiknya Bima yang datang sebelumnya mendapatkan informasi tentang pelaku yang menyebabkan kecelakaan yang dialaminya dengan keluarganya.


 Hingga, tanpa di sadarinya, ada seseorang yang memasuki ruang kerjanya.


Dia adalah Celline, yang ingin menyampaikan keinginannya kepada Erik.


"papa"kata Celline yang melihat Erik yang hanya terdiam dengan tatapan kosong di matanya.


Erik yang mendengar suara pun menoleh dan dia menemukan putrinya Celline.


Celline yang melihat perhatian Erik ke arahnya langsung merasakan kegugupan yang menyelimuti hatinya.


"Pa, maaf kalau Celine langsung masuk, Celline sudah mengetuk pintu tapi enggak ada yang jawab"ujar Celline, dia berpikir kalau Erik akan menanyakan dimana kesopanan santunannya.


Erik menghela nafas dia tidak menyangka kalau dia tidak mendengar suara apa pun.


"jadi, kenapa kamu ingin bertemu papa?"tanya Erik kepada Celline. Erik yang melihat anaknya yang gelisah langsung memintanya untuk duduk di depannya.


"Duduklah dulu Celline, kau akan letih kalau berdiri terusan"ujar Erik lagi


Celline pun langsung duduk di hadapan Erik, dan dia pun meyakinkan dirinya sendiri untuk menyampaikannya kepada Erik. sebelum mengatakannya Celline menghela nafas sebelum menyampaikannya. Dan


"pa, aku ingin memutuskan pertunangan ku dengan Demian"

__ADS_1


__ADS_2