Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAPTER 13


__ADS_3

Setelah mengobati luka Elvano, Celline dan Erlangga yang masih memakai pakaian dari kampus, lebih memilih untuk duduk di ruang tamu bersama Diana yang memangku Elvano.


Apalagi setelah seseorang yang menjadi tamu Diana itu merupakan adik dari Erik yaitu Bima Anggantara.


Erik sendiri papa mereka, memiliki tiga saudara. Dan Erik merupakan anak pertama. Sedangkan Bima merupakan anak kedua, yang sekaligus merupakan adik pertama dari Erik yang berwajah dingin yang sebelas dua belas dengan anaknya Erlangga.


Ya, orang yang menyelutuk tadi merupakan Bima Anggantara, yang datang ke rumah kakaknya itu untuk berkunjung. Lalu Diana sudah menjelaskan kalau anak yang berada pangkuannya itu adalah si bungsu Anggantara.


Sedangkan si tamu yang tak lain Bima, mengangguk dan dia tidak menyangka kalau anak bungsu kakaknya itu sudah bangun dari koma. Lalu Elvano yang seperti mulai ngambek tiba-tiba mencari papanya.


"Mama, mau papa"kata Elvano dengan lirih, dengan mata yang sebam, hidung yang memerah, dan tak lupa bibi imutnya yang manyun.

__ADS_1


Diana. yang melihat anak bungsunya itu pun terkekeh.


"papa, sebentar lagi sampai kok, sabar ya?"jawab Diana, setelah si bungsu Anggantara itu rewel, tiba-tiba dia sejak tadi menginginkan papanya untuk bersamanya. Namun Bima yang hanya diam, melihat si mungil tiba-tiba menyelutuk.


"Kak kok anaknya masih di pangku bukannya dia sudah berumur 10 tahun ya?, terus kamu laki-laki kok cengeng"ujar Bima tanpa menyadari tatapan kebencian dari si kecil.


"si pak tua ini"batin Elvano kesal


"Memang kenapa, salah kalau adek masih dipangku sama mama. Lagian mama enggak pa-pa itu, enggak ada protes sama adek. terus kalau adek nangis-nangis nggak boleh, memang ada yang enggak bolehin laki-laki nangis, lagian adek masih kecil, terus adek kan imut, lagian banyak kok yang mau gendong adek. om iri ya?, kayak adek, soalnya kan muka om sudah TUA"jawab Elvano dengan berapi-api, dia merasa kesal setelah mendengar perkataan dari adik dari papanya itu, yang tidak langsung merupakan omnya sendiri.


Lajn halnya dengan Bima, Erlangga, Celline dan Diana yang mendengar celotehan panjangnya Elvano yang membalas perkataan Bima tidak dapat menahannya untuk tidak tertawa, apalagi di celotehan Elvano menyindir secara tidak langsung kepada Bima.

__ADS_1


Lalu, tiba-tiba pintu depan rumah tiba-tiba terbuka dengan keras, dan pelakunya tidak lain adalah Erik papanya Elvano, yang sejak tadi mencari keberadaan si papa. Melihat kedatangan Erik. Elvano segera untuk meminta papanya itu untuk menggendongnya, dia masih kesal dengan abangnya maupun kakaknya, dan mamanya itu saat memaksanya untuk tetap mengobati lutut kakinya dan mengabaikan dirinya yang merasakan perihnya di lutut kakinya itu, Walaupun sakitnya sudah berkurang dia tetap merasa kesal dan ngambek kepada abangnya, kakaknya maupun mamanya. Jadi dia lebih memilih mencari papanya.


Erik yang melihat anaknya yang meminta gendong segera menggendongnya dan membawanya ke pelukannya itu. Lalu tanpa di sadarinya di ruang tamu tersebut ada orang lain yaitu Bima, yang berkunjung ke rumah.


"kak"panggil Bima kepada kakaknya itu, dan dia merasa kesal karena kakaknya itu tidak melihatnya apalagi badannya yang besar itu tidak dapat di lihat oleh kakaknya.


Erik yang merasa di panggil, lalu menoleh. Dia melihat adiknya yang sedang duduk. Setelah menoleh kepada adiknya itu, dia pun mengabaikan adiknya itu dan lebih berfokus kepada putra bungsunya. Apalagi dia mendengar kalau putra bungsu kesayangannya itu terluka karena terjatuh.


Elvano yang berada di gendongan papanya segera menenggelamkan wajahnya di ceruk leher papanya itu, di tambah dengan papanya itu yang mengelus punggungnya itu membuatnya mengantuk, sepertinya Elvano yang lelah setelah menangis lamanya membuat dia mengantuk, dan dia ingin untuk tidur dan melupakan sekitarnya.


Lalu terdengar dengkuran halus dari si kecil, dan si kecil Elvano pun tertidur dengan terlelap. Lalu dia pun pamit untuk mengantarkan si kecil Elvano untuk menidurkan Elvano di kamarnya.

__ADS_1


Erlangga dan Celline yang merasa lelah pun pamit juga untuk ke kamarnya berada, Dan mereka sepertinya kelelahan selama berada di kampus dan di saat mengobati adiknya rewel, apalagi Erlangga baju maupun rambutnya kusut karena adeknya itu yang rewel dan menjambak rambut maupun bajunya itu untuk menjadikannya sebagai lampiasan kepadanya untuk menahan rasanya perih saat Celline mengobatinya.


Lalu mereka pun menuju ke kamarnya masing-masing. Dan di ruang tamu tinggalah hanya Diana dengan Bima, yang masih berada di ruang tamu.


__ADS_2