Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAPTER 43


__ADS_3

Riko yang tertidur sebelumnya, ternyata sudah bangun sejak, Elvano yang merengek memanggil abangnya Erlangga. Dan dia tidak menyangka jika teman adiknya itu masih berada di kamar miliknya, Dia berpikir jika Erlangga juga membawa adiknya. Riko hanya diam tanpa ingin bangun, Entah kenapa dia lebih memilih untuk tetap mempertahankan badannya yang seperti tertidur, dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Elvano itu.


Walaupun dengan mata yang masih tertutup, dia dapat merasakan jika Elvano yang sedang menuruni tempat kasur, ingin rasanya dia membantu Elvano, tapi dia tetap kukuh untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh adik temannya itu.


Namun, yang dia dapati hanyalah keheningan, hingga tiba-tiba, dia mendengar suara tangisan yang rupanya tangisan milik Elvano itu.


"kenapa dia nangis, apa mungil karena ditinggal abangnya"batin Riko yang masih mempertahankan posisinya.


Sudah berjam-jam lamanya dia hanya mendengar suara tangisan milik adik Erlangga itu. ingin rasanya dia menghentikan sandiwara.


Akan tetapi, dia mengurungkan niatnya, karena dia dapat rasakan jika Elvano yang mendekatinya dengan perlahan, sambil menguap, hingga dia dapat merasakan jika Elvano tertidur di sampingnya. Hingga kata yang keluar dari mulut Elvano membuat seluruh badannya menegang.


"Riko, ini Erland"ujar Elvano dengan suara yang lirih, dan akhirnya dia pun tertidur.


"Erland?"batin Riko yang bingung setelah Elvano mengatakannya. Setelah tidak adanya suara lagi, dia pun dapat dengan tenang untuk membuka matanya, dan saat membuka dia dapat melihat wajah imut milik Elvano saat tidur.


Riko hanya diam, namun tidak dengan pikiran dan batinnya yang berperang. Bagaimana tidak, hatinya mengatakan jika yang di katakan oleh Elvano itu benar. Namun pikiran Berbeda, dia tidak dapat menerima apa yang dikatakan oleh Elvano, itu.


Walaupun kata yang dikarang olehnya hanya sepenggal, namun dia hanya bingung. Dia tidak tahu harus mengatakan apa.


Riko pun akhirnya bangkit dari posisi tidurnya, dan duduk. Dia hanya diam, dan menatap Elvano yang berada di sebelahnya dengan tatapan mata kosong.


Dan saat menoleh ke sekitar dia baru menyadari jika terdapat kaca yang pecah sebelum. Dia pun memutuskan untuk membersihkannya agar tidak adanya yang terluka. Tentunya sebelum itu dia pun memindahkan adik Erlngga ke tempat tidur.


Dan dia pun memberikannya kaca yang pecah tersebut, hingga selesai kemudian tak lupa dia buang dan meninggalkan Elvano yang masih tertidur dengan nyenyaknya, tanpa terusik sedikit pun.


Sebelum menutup pintu kamarnya, dia menatap Elvano yang tertidur, kemudian dia pun menutup pintu, hingga akhirnya hanya Elvano lah yang hanya terdapat di kamar tersebut.

__ADS_1


Elvano tertidur dengan nyenyak, namun dia tidak akan menyadari jika adanya masalah yang menunggunya.


...****************...


Erlangga berserta temannya yang lainnya bermain basket, dan tanpa sengaja dia melihat keberadaan Riko, yang akan seperti menuju pembuangan sampah, dia yang melihatnya pun memutuskan untuk mengikuti Riko.


"Riko"panggil Erlangga kepada Riko


Riko yang yang mendengar ada yang memanggilnya pun menoleh, dan dia menemukan Erlangga Dengan pakaian yang dibasahi oleh keringat, dia pun hanya diam dan menatap Erlangga, seolah-olah di mengatakan "ada apa"kepada Erlangga.


Erlangga yang merasa diberi kesempatan untuk berbicara akhirnya mengungkapkan rasa salahnya kepada Riko.


"Rik, gue minta maaf, ya masalah tadi gue udah pecahin figuran foto milik Lo, gue tahu kalau gue enggak bisa nembus kesalahan gue, tapi kalau boleh gue mau gantiin punya Lo"ujar Erlangga dengan panjang lebarnya kepada Riko.


Riko yang mendengarnya, hanya diam. Hal itu pun membuat Erlangga tidak dapat menutupi kegugupannya. Hingga


Riko menghela nafas, dan "gue maafin Lo enggak usah gantiin"jawab Riko kepada Erlangga.


Inilah hal yang Riko sukai dari Erlngga, dan mungkin hanya dia yang paling sering berbicara dengannya, baginya Erlangga itu orang yang bertanggung jawab, jika dia salah maka dia akan berusaha meminta maaf dan berusaha memperbaiki kesalahannya itu.


"kalau enggak ada dibicarain lagi gue pergi dulu"ujar Riko kepada Elangga.


dan tanpa menunggu jawaban dari Erlangga, Riko pun pergi dari hadapan Elangga menuju pembuangan sampah.


...****************...


Di lain tempat, di sebuah kamar terdapat anak kecil yang tertidur dengan nyenyaknya, dan tidak terusik sedikit pun. Ya anak kecil itu merupakan Elvano, yang tertidur di kamar milik Riko. Hingga, elvano yang awalnya tertidur dengan nyenyak, dia mulai dengan perlahan bangun. Dan saat membuka mata hal yang pertama dia lihat adalah Langit-langit kamar milik Riko.

__ADS_1


Dan dia pun bangkit dari tidurnya, dengan mata yang masih mengantuk, dan di saat kesadarannya terkumpul, dia baru menyadari jika di dalam kamar hanya dirinya sendirian di kamar yang mulai gelap.


Dan di saat melihat ke arah jendela, dia dapat melihat jika Langit yang mulai menunjukkan bahwa hari sudah sore, yang akan menuju ke malam harinya.


Elvano hanya dapat menghela nafas, dan dia hanya dapat berpikir jika Abangnya itu melupakannya, dan meninggalkannya sendirian. Akan tetapi dia segera menggelengkan kepalanya, dan berusaha berpositif thinking


"Abang kok Lama sekali sih mainnya, pasti dia masih ingat sama gue, masa iya adik imutnya ini di lupain?"ujar Elvano dengan percaya dirinya. Menunggu beberapa menit, Abangnya Erlangga tidak datang menjemputnya, awalnya ingin berpositif thinking, namun seperti dia tidak dapat mengeyahkan pikiran negatifnya jika bisa saja abangnya itu sudah pulang duluan, apalagi hari yang mulai malam, dan membuat kamar pun semakin menggelap, hal itu pun tanpa disadarinya membuat kedua matanya berkaca-kaca, hingga keluar isakkan dari mulutnya.


"Abang~"rengekkan lirihan Elvano yang dituju entah ke siapa. Di tangisan itu tiba-tiba pintu kamar tersebut, terbuka dari luar, dan hal itu membuat elvano mendongakkan kepalanya dan dia berpikir jika yang masuk itu Abangnya, namun yang datang adalah Riko sahabatnya sendiri.


Elvano yang melihat kedatangan Riko secara tiba-tiba tentunya panik,


"lah, lah, lah, kok dia yang masuk sih, ini si Erlngga kemana sih, masa iya gue ditinggalin"batin Elvano yang merasa panik


Lalu dia dapat melihat jika Riko yang mulia menghampiri dirinya, hingga dia pun berdiri di hadapannya.


"Elangga udah pulang"perkataan Riko yang secara tiba-tiba, namun Elvano yang awalnya memang sudah menangis, membuat tangisannya itu semakin kencang yang membuat yang mendengarnya akan merasa sakit telinga.


"Dasar Abang jahat, masa iya gue di tinggalin, awas aja kalau ketemu nanti"baru Elvano dengan tangisannya yang masih memekakkan, dan di tangisannya itu pun dia masih sempat untuk membuat berbagai rencana untuk membalaskan dendam kepada Abangnya sendiri.


Riko masih berdiri di hadapan Elvano, tanpa terusik dengan tangisan milik Elvano, karena ada yang ingin dia tanyakan kepada Elvano.


Hingga tangisan Elvano itu pun akhirnya berhenti, dan hanya terdengar isakkan lirih yang terdengar.


"saya ingin nanya?"ujar Riko dengan formal kepada Elvano.


Elvano yang sebelumnya menunduk kan kepalanya akhirnya mendongak kepada Riko.

__ADS_1


"memangnya apa mau nanya apa?"nanya Elvano yang ingin tahu dengan pertanyaan Riko.


"apa maksud mu tadi, ini aku Erland?"tanya Riko kepada Elvano. Dan hal itu pun membuat Elvano merasa tegang, dan tidak dapat berkutik.


__ADS_2