Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAPTER 8


__ADS_3

Akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Elvano, beserta Erlangga dan Celline sampai di pakiran kampus. dan mereka pun keluar dari mobil, dan di saat mereka keluar tentunya membuat semua mahasiswa lainnya heboh melihat kedatangan mereka yang berangkat bersama.


Elvano yang berada di dalam mobil yang mendengar kehebohan di luar langsung merasa gugup. Kehidupan dulunya dia merupakan anak yang paling benci menjadi pusat perhatian. Dan sekarang karena keinginannya untuk melihat wajah protagonis wanita dan protagonis pria, membuat dia merasa minder. dan gugup.


Namun demi melihatnya sekaligus membalaskan dendam kakaknya kepada protagonis pria.


Dia pun meyakinkan dirinya untuk keluar dari mobil. Dan dia tidak menyadari bahwa kakaknya Celline menggendongnya untuk keluar. Dan setelah keluar dari mobil, teriakkan histeris dari setiap mahasiswi yang terdengar di halaman parkir terdengar memenuhi halaman parkir tersebut. Mereka mulai bertanya-tanya siapa adik kecil yang digendong oleh Celline sang primadona di kampus.


Elvano yang sebelumnya tidak menyadari kalau sudah keluar dari mobil, namun setelahnya teriakan yang semakin histeris. membuat dia merasa kaget dan baru menyadari bahwa dia tidak berada dalam mobil. Dan baru menyadari bahwa yang menjadi penyebab teriakan heboh tadi, oleh ulah dia.


Dan dia pun merasa malu dan menutup wajahnya dengan tangan imutnya, dari perbuatannya itu bukannya mereda tapi lebih membuat lebih heboh teriakan yang bersahutan.


Dan itu semua tidak luput dari teman-temannya dari Erlangga, yang melihatnya sejak kedatangan Erlangga dengan celline dan adik kecil yang bersama mereka.


"bos bukannya itu Erlangga, kenapa bisa bareng Celline ya?"tanya Riko, salah satu teman dari protagonis pria dan Erlangga, berwajah tampan, humoris, namun cerewet.

__ADS_1


Demian, yang ditanya pun hanya diam, dan di sampingnya Aurora yang melihat kedatangan Erlangga dengan Celline yang bersama dan saling tertawa, hanya bisa mengepalkan tangannya dengan erat, dan berkecamuk dengan isi pikirannya sendiri.


Erlangga, Celline hanya tertawa melihat Elvano yang merasa malu. Elvano yang mendengar kakak dan Abangnya tertawa, tidak terima dan langsung protes kepada Kakaknya dan abangnya. Namun bukannya berhenti, mereka berdua malah meneruskan mentertawakan Elvano. Elvano yang melihatnya pun melengkungkan bibirnya ke bawah, matanya pun mulai berkaca-kaca dan akan mengeluarkan air dari matanya.


Erlangga yang melihat adeknya yang akan menangis langsung menghentikan tawanya, lalu mengambil Elvano dari gendongan Celline.


"Adek, Abang minta maaf. soalnya adek Abang ini imut makanya Abang enggak bisa nahan ketawa."


Elvano yang mendengar perkataan hanya diam, dan tidak menolehkan wajahnya kepada Erlangga.


Celline yang melihat Elvano yang ngambek dan Erlangga yang berusaha membujuk Elvano hanya tertawa. Celline pun berhenti tertawa melihat tingkah laku adek dan Erlangga. setelah melihat temannya yang sudah datang, lalu pamit dengan Erlangga dan tak lupa Elvano.


Elvano yang melihat kepergian Celline langsung memanggil kakaknya itu.


"kakak, jangan tinggalin adek kak~"Ujar Elvano yang memanggil Celline. Dan Celline bukannya menolong namun dia hanya melambaikan tangannya kepada adeknya itu. Elvano yang melihat Celline yang tidak menolongnya hanya bisa meratapi. Dan setelahnya dia pun menoleh ke Erlangga, dengan menatap abangnya itu dengan tatapan tajam, walaupun tidak bisa.

__ADS_1


Erlangga yang melihat adeknya ingin mengintimidasi dia dengan menatap dengan tajam, hanya bisa menahan tawa. karena tidak ingin membuat Elvano marah kepadanya lagi.


"Abang minta maaf, dek. Abang janji enggak ketawain adek lagi"bujuk Erlangga


Elvano yang melihat Erlangga yang berusaha membujuknya hanya diam, namun karena dia merasa senang karena keinginannya mau tercapai akhirnya dia lebih memilih untuk memaafkan Erlangga.


"iya, adek maafin kalau Abang buat adek marah, nanti adek tumbuk kepala Abang"kata Elvano.


Erlangga yang mendengar perkataan adeknya yang mengatakan tumbuk ingin rasanya dia tertawa, namun karen tidak ingin adeknya marah, akhirnya dia hanya bisa menahannya.


"Okey, terimakasih adek, ayo Abang mau masuk kelas"ujar Erlangga mengajak Elvano


"let's go"jawab Elvano dengan semangat


Lalu mereka pun langsung menuju ke tempat kelas Erlangga. dan Elvano yang tidak sabar untuk melihat protagonis wanita dengan pria.

__ADS_1


__ADS_2