Adik Antagonis

Adik Antagonis
CHAPTER 12


__ADS_3

Akhirnya Celline, Elvano dan Erlangga sampai di rumah keluarga Anggantara. Dan di saat Sampai di depan rumah, Elvano dengan terburu-buru keluar dari mobil abangnya dan segera masuk ke dalam rumah. Celline yang melihat adiknya keluar apalagi, adiknya itu masuk ke dalam rumah sambil berlarian. Segera menegur adiknya itu


"Adek jangan lari-lari, nanti adek jatuh"


Namun bukannya mendengar, Elvano malahan menambah kecepatan pada lariannya untuk sampai ke pintu rumah


Celline yang khawatir dengan adiknya segera untuk mengikuti adiknya itu sebelum dia terjatuh. Dan


Bruukk


Apa yang dikhawatirkan oleh Celline akhirnya terjadi. Dan dia pun segera menghampiri adiknya dan membantu adiknya itu untuk berdiri.


Dan sepertinya Elvano yang merasa sakit akan menangis, apalagi pada kedua lutut kakinya berdarah. Dan itu membuatnya perih, dan semakin ingin membuatnya untuk mengeluarkan butiran air dari matanya yang sudah memerah. Dan akhirnya dia menangis.


"Kakak, sakit~"kata Elvano dengan diiringi tangisannya yang semakin kencang. Dan itu membuat Elangga yang memasukkan mobil ke dalam garasi segera menghampiri Elvano yang masih menangis dengan kencang dan Celline yang masih berusaha untuk menenangkan adiknya itu


Erlangga segera membawa adeknya itu ke gendongan dan mengelus rambut dan punggung adiknya untuk meredakan tangisan Elvano.


apalagi Celine, tidak dapat menggendong Elvano karena tangannya yang masih perlu untuk sembuh.

__ADS_1


Setelah tangisannya reda, dia pun segera membawanya ke dalam rumah, dan menemukan mamanya yang berada di ruang tamu dengan seseorang.


Diana yang melihat kedatangan ketiga anaknya yang pulang dari kampus segera menghampiri mereka, apalagi dia khawatir dengan Elvano yang sepertinya menangi, apalagi dia mendengar sesenggukan yang berasal dari Elvano.


"Sayang, kenapa dengan adek kalian"tanya Diana dengan memasang wajah khawatir.


Elvano yang mendengar suara mamanya segera menoleh kepada mamanya yang cantik itu. Lalu


"Mama~, kaki adek sakit"Rengek Elvano, dan mulai menangis lagi.


Diana yang mendengar rengekan si bungsu dan di tambah dengan tangisannya segera untuk membawanya ke gendongannya. dan mulai mengelus punggung anaknya dan membujuk anaknya itu, agar tangisannya mereda.


"Adek, tadi pas mau masuk ke rumah lari-lari. Tadi sudah ditegur. Tapi malah nambah cepat larinya. Tau-tau adek sudah terjatuh"jawab Celline dan menghela napas lagi di saat mengingat tingkah laku adeknya yang suka mengabaikan perkataan yang demi dirinya sendiri.


Ya, tapi balik lagi adeknya belum lama ini baru sembuh, di tambah adeknya itu masih kecil.


Walaupun sudah berumur 10 tahun, Elvano masih memiliki proporsi badan yang masih berusia 5 tahun.


Elvano yang mendengar Omelan kakaknya itu hanya malah membuatnya bertambah mengencangkan tangisannya.

__ADS_1


Dan tangisan itu membuat Diana yang menggendong si bungsu kesusahan, untuk membujuk si bungsu.


Celline yang melihat mamanya yang kesusahan, apalagi kaki adiknya yang masih berdarah, bukannya di obati. Tapi omelin, membuat dia merasa bersalah kepada adiknya itu Lalu dia segera untuk mengambil kotak P3K, untuk segera mengobati adiknya itu. Tanpa peduli kalau tangannya masih sakit,


Dan Erlngga yang juga turut membantu mamanya itu untuk membujuk Elvano untuk berhenti menangis, takutnya kalau Elvano kelamaan menangis, itu akan membuatnya pusing. dan akhirnya dia akan jatuh sakit karena apalagi kalau dia nanti terserang demam.


Celline yang datang, segera untuk mengobati kedua lutut kaki adiknya yang terluka. Dan meminta mamanya yang menggendong Elvano untuk duduk yang tepat berada di depan Tamu Diana yang berbicara dengan Diana tadi.


Lalu Celline segera untuk mengobati adiknya.


Elvano merasakan perih apalagi di saat kedua lutut kakinya yang berdarah tersebut bersentuhan dengan kapas yang berisi alkohol untuk membersihkan lukanya. Dan dia pun, segera protes kepada kakaknya yang masih fokus untuk mengobatinya.


"Kakak perih, adek enggak mau~"rengekkan Elvano yang protes kepada kakaknya untuk berhenti mengobatinya. Namun


Celline, bukanya mendengar perkataan adeknya untuk berhenti, tapi mengabaikannya rengekkan adiknya tersebut.


Diana yang memangku Elvano segera untuk menahan Elvano. Agar putrinya yaitu Celline dapat menyelesaikan dengan cepat mengobati luka Elvano.


Mereka bertiga yang masih sibuk dengan mengobati Elvano, tanpa di sadari mereka. Mereka mengabaikan seseorang yang menjadi tamu Diana tadi, yang duduk tepat di depan mereka yang masih sibuk dengan Elvano. Seseorang itu terlihat kebingungan dengan keberadaan anak kecil yang membuat Diana, Celline maupun Erlangga begitu perhatian kepada anak kecil itu mereka. Hingga

__ADS_1


"Siapa anak kecil itu?"


__ADS_2