
keesokan paginya, mentari mulai menampakkan sinarnya hingga memasuki kamar seorang anak kecil, yang tidak lain Elvano. namun bedanya Elvano yang biasanya akan susah di bangunkan. namun sekarang sudah bangun sendirinya. Dan dia pun duduk manis di atas tempat tidurnya menanti keluarganya yang akan memandikannya di pagi hari ini.
Di waktu malam di waktu tidur Erik, ayahnya Elvano sudah mentidurkan Elvano. Namun setelah Erik keluar dari kamar Elvano, Elvano tidaklah tidur sepenuhnya. Dia berencana membujuk kakaknya Celline, ataupun dengan abangnya Erlngga, agar mengajaknya untuk pergi ke kampusnya. Alasannya tidak lain untuk melihat bagaimana wajah karakter protagonis wanita, maupun protagonis pria.
Dan dia tidak sabar untuk melihat bagaimana drama dari seorang protagonis wanita. Elvano tersenyum sendiri dengan rencana yang ada dipikirkannya. Dan tidak sabar untuk menunggunya pagi hari, dan tanpa di sadarinya matanya tertutup karena tidak dapat menahan rasa kantuknya, dan dia pun tidur untuk menggarungi mimpi indahnya.
Dan seperti yang dapat dilihat, sekarang Elvano duduk manis di atas tempat tidurnya. Dan tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dari luar, Elvano yang melihat siapa yang masuk langsung senang dengan matanya yang berbinar kesenangan.
"Abang~"ujar Elvano dengan rasa senang.
Erlangga yang melihat Elvano yang memanggilnya terkekeh, dan merasa senang karena dia berpikir kalau adiknya itu tidak merasa marah dengannya lagi. Namun dia tidak menyadari kalau adiknya Elvano akan memanfaatkan Erlangga agar dapat ikut ke kampusnya
"Adeknya Abang udah bangun, enggak biasanya udah bangun"tanya Erlangga ke Elvano dengan lembut.
"Iya dong, adek kan rajin"jawab Elvano dengan percaya diri.
Erlangga yang melihat Elvano yang percaya diri, tidak dapat menyembunyikan tawanya mendengar perkataan adiknya.
Elvano yang melihatnya pun cemberut dan menanyakannya ke abangnya.
"kenapa Abang ketawa, memang ada salah sama Perkataan adek, pokoknya adek marah"ujar Elvano dengan menggembungkan pipinya dan menolehkan wajahnya dari Erlangga.
Erlangga yang melihat adiknya yang ngambek, langsung panik. "buka gitu dek, maksud Abang"
Elvano hanya mengabaikan Erlangga dan sesampainya di kamar mandi dia pun tetap mengabaikan erlangga. Hingga
"kalau adek, maafin abang, abang turutin pokoknya permintaan adek"bujuk Erlangga.
Elvano yang mendengarnya langsung menoleh kepada Erlangga.
"Abang serius, kan?", kalau Abang bohong adek tambah marah ke Abang"ujar Elvano.
"Abang serius, kalau gitu, adek mandi dulu ya?"
"oke Abang"jawab Elvano dengan riang.
__ADS_1
Lalu Erlangga pun segera memandikan Elvano, beserta memakaikannya pakaian. lalu mereka pun Keluar dari kamarnya Elvano. dan turun ke bawah untuk sarapan pagi dengan Keluarga yang sudah menanti mereka berdua.
Sesampainya di meja makan. Erlangga pun duduk dengan memangku Elvano. lalu mereka pun makan bersama, dan tidak lupa dengan celoteh dari di bungsu Anggantara.
setelah mereka sarapan bersama. Tiba-tiba
"ayah, adek mau ikut sama Abang"ujar Elvano dengan lantang.
Erik, dengan yang lainnya tentunya kaget dengan ucapan Elvano yang tiba-tiba. lalu dia menoleh ke Erlangga, untuk meminta penjelasan. Erlangga yang ditatap, tentunya juga bingung dengan ucapan adeknya.
Lalu Erik pun melihat Elvano dan bertanya kepada Elvano atas ucapannya.
"sayang kenapa adek, tiba-tiba ingin pergi sama Abang?"tanya Erik kepada si bungsu.
"memangnya kenapa papa, adek bosan di rumah. juga ingin pergi keluar, lagian kan Abang udah janji sama adek"jawab Elvano dengan wajah yang cemberut. dan tak lupa dengan tangan yang melipat di dadanya.
Erlangga yang menjadi korban dari adeknya, hanya bisa cengir dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Elvano yang melihat abangnya yang hanya terdiam langsung protes, dan mendongak ke arah abangnya.
Erlangga yang mendengarnya menjadi paham. Dan hanya terdiam dan tidak menyangka kalau itu menjadi permintaan adeknya.
lalu setelahnya, Elvano yang merasa akan tidak akan di perbolehkan papa, langsung meminta pertolongan kepada mamanya yang cantik.
"Mama, boleh ya, adek ikut sama Abang?"kata Elvano dengan suaranya yang imut dan tak lupa dengan memasang muka imutnya kepada mama cantiknya.
Diana, yang melihat Elvano, tentunya tidak dapat untuk menolak keinginan anaknya, apalagi dia berpikir, kalau anaknya sudah lama di rumah sakit tidak dengan waktu yang sedikit, tentunya dia pasti ingin merasakan udara di luar.
Diana pun menoleh ke arah, suaminya. lalu berkata
"mas, lebih baik kamu izinin aja Elvano, kasian dia kalau sering di rumah, dia pengen juga gimana rasanya udara luar."
Erik hanya terdiam, dia juga paham maksud dari istrinya Diana, namun dia hanya tidak ingin hal yang buruk menimpa putra bungsunya itu.
Elvano yang melihat keterdiaman Erik, langsung menyingkut tangan Abangnya yang masih memangkunya. dan dia pun menunjukkan wajah yang menurutnya marah ke Abangnya.
__ADS_1
Erlangga yang mendapat serangan dari wajah adeknya yang berusaha untuk marah, ingin rasanya dia memeluk erat adeknya yang sekarang sangat imut di depannya. Namun karena janjinya kepada adeknya. Akhirnya dia pun menoleh kepada Erik untuk membujuk Erik, sang kepala keluarga.
"enggak pa-pa pa, Er bisa jagain Elvano, lagian El cuman ada satu mata kuliah pagi ini"ujar Erlangga.
"iya pa, Celline juga bisa kok jagain adek di kampus"kata Celline yang juga merasa kasian dengan adeknya.
Erik yang pun hanya menghela napas, dan akhirnya dia pun mengangguk dan memperbolehkan Elvano ikut dengan Erlangga.
Elvano yang melihatnya pun langsung senang.
Dan dia pun bersama Erlangga dan Celline pun bersiap untuk berangkat ke kampus Abang dan kakaknya.
"Hati-hati, kalian berdua harus menjaga adek kalian jangan sampai dia kenapa-napa"peringat Erik kepada kedua anaknya.
lalu dia pun menoleh ke putra bungsunya yang masih di gendong oleh Erlangga. dia pun mengambil Elvano dari gendongan Erlangga. lah dia pun memeluk Elvano Dan mencium kening Elvano dengan sayang.
"adek harus dengarin kata-kata Abang sama kakak, kalau kenapa-napa langsung kasih tau mereka berdua oke?"kata Erik.
"okey"jawab Elvano dengan riang, dan tak lupa dengan mencium kedua pipi papanya dengan sayang.
Diana yang melihat Elvano yang riang, langsung mencium pipi anaknya itu. lalu memberikan tas kecil kepada Erlangga, yang berisi kebutuhan Elvano.
"Abang ini, makanan sama minuman punya adek, sama susu juga "kata Diana sambil memberikan tas yang berisi keperluan Elvano. lalu dia pun melihat Elvano yang sudah di gendongan Erlangga.
"adek, ingat kata papa ya,"kata Diana.
"okey mama, Abang ayo kita berangkat"ujar Elvano yang mulai merengek kepada Erlangga.
"iya, ayo kita berangkat, ma, pa, abang sama Abang berangkat dulu"kata erlangga.
"Celline juga ma, pa"ujar Celline.
lalu mereka bertiga keluar dari rumah, dan Elvano yang di gendongan abangnya yang melihat kedua orangtuanya langsung melambaikan tangannya.
Dan mereka pun langsung masuk ke mobil, dan berangkat menuju kampus Erlangga dengan Celline.
__ADS_1