
Setelah, Elvano yang berteriak memanggil Riko. membuat semua orang yang berada di ruangan hening dan bingung.
Apalagi Erlangga yang bingung dengan adiknya yang memanggil Riko, dan bagaimana bisa adiknya itu mengenalnya. Sedangkan adiknya itu sebelumnya mengalami koma selama 5 tahun, dan ini merupakan pertemuan pertama mereka.
Riko yang dipanggil pun juga bingung, dia bingung kenapa adik dari temannya itu memanggilnya.
Sedangkan Elvano, masih menatap kepada Riko yang sangat mirip dengan Sahabatnya yang sudah dia anggap sebagai saudara, maupun abangnya sendiri. Apalagi matanya berkaca-kaca karena dia sangat merindukan sahabatnya Riko. Ditambah Elvano khawatir dengan sahabatnya itu, karena di depannya Riko yang dilihatnya memiliki karakter yang jauh berbeda dengan sahabatnya.
Sahabatnya yang ramah, friendly, baik, selalu ada untuknya. Namun apa yang dilihatnya sekarang sahabat itu sekarang cuek, dingin dan dia merasakan tatapan yang mengintimidasinya namun kenapa dia merasakan tatapannya itu kosong.
Dia tidak peduli jika Abang maupun semua orang yang kebingungan dengan tingkah lakunya.
Dan dia pun bangkit dari pangkuan Abangnya dan menabrakkan tubuhnya kepada Riko yang masih berdiri. Dan hingga tanpa sadarinya dia menangis, menangis sangat kencang. Tangisan itu bagaikan tangisan memilukan, dan merindukan seseorang yang sudah lama dipisahkan.
Semua orang yang melihat Elvano yang tiba-tiba memeluk Riko dan menangis dengan kencangnya, hanya terdiam. Mereka merasakannya bagaimana tangisannya itu menunjukkan rasa rindu, karena sudah lama tidak bertemu dengan seseorang tersayannya. Erlangga yang melihatnya tingkah lakunya adiknya pun juga tiba-tiba terdiam. Dan membiarkan adiknya itu memeluk temannya itu.
Riko yang tiba-tiba di peluk oleh adik temannya itu hanya terdiam kaku, inginnya dia melepaskannya, namun karena melihatnya menangis. Riko pun hanya diam dan membiarkan Elvano memeluknya.
Tidak tahu kenapa dia merasakan kalau Elvano ini sangat mengingatnya kepada sahabatnya Erland.
Dan dia pun merasakan kembali perasaan yang dia kubur, perasaan rindu kepada sahabatnya itu yang sudah dia anggap sebagai adiknya.
Hingga Elvano yang menyadari perilakunya yang tiba-tiba, segera melepaskannya dan berjalan mundur. Dan berbalik kembali kepada abangnya Erlangga. Dan dia pun langsung memeluk leher Abangnya itu dan menenggelamkan wajahnya yang masih sesenggukan di ceruk leher abangnya.
"Abang, adek mau pulang~"ujar Elvano dengan suara yang lirih, karena menangis. Dan Erlngga yang bingung namun dia tetap mengangguk permintaan adiknya dan dia pun menggendong adiknya, dan pamit kepada teman-temannya untuk pulang lebih awal. Setelahnya Erlangga membawa adiknya untuk pulang.
__ADS_1
Di dalam mobil hanya keheningan yang menimpa mereka, baik Erlangga maupun Elvano hanya diam tanpa ada yang mau mulai untuk berbicara.
Erlangga yang sedang menyetir, namun sekali-kali memperhatikan adiknya itu. Dia melihat jika adiknya itu hanya diam, dengan tatapan kosongnya.
Sedangkan Elvano setelah melihat teman abangnya itu juga bingung, jika itu benar Riko sahabatnya, bagaimana bisa sahabatnya itu masuk kedalam novel. Dan bukannya dia berada di kehidupan nyata.
Elvano sibuk dengan pemikiran yang ada dalam kepalanya, dan tidak menyadari kalau dia sampai di halaman rumahnya.
Erlangga yang melihat adeknya itu yang masih termenung, langsung menoleh. Dia ingin melihat keadaan adiknya itu, apalagi sejak bertemu dengan Riko temannya itu, dia merasakan adiknya itu menjadi pendiam, dan tidak ada bicara lagi.
Erlangga hanya menghela napas, dan keluar dari mobil. dan membukakan pintu untuk adiknya itu, dan segera menggendong adiknya itu.
Elvano yang di gendong hanya diam, hingga dia memasuki rumah pun dia tetap diam. Diana yang melihat kedatangan kedua putranya pun menyambutnya. Di saat menyambutnya dia hanya mendapati kedua putranya itu berwajah suram, apalagi putra bungsunya hanya menyandarkan wajahnya di pundak milik abangnya Erlangga.
"Abang, adek kenapa?, kok mukanya kalian berdua suram, ada masalah?"tanya Diana kepada Erlangga yang khawatir dengan sikap putra bungsunya yang riang tiba-tiba hanya diam.
Jadi dia hanya diam, tanpa menjawabnya Diana.
"Abang, adek mau ke kamar"ujar Elvano kembali dengan suara yang serak, karena habis nangis.
Erlangga yang mendengar permintaan adeknya pun langsung mengangguk dan sebelum menuju ke kamar Elvano, dia pun menoleh kepada Diana terlebih dahulu.
"Nanti Erlangga jelasin ma"ujar Erlangga kepada Diana.
Lalu barulah dia melangkah menuju ke kamar adeknya. Dan membiarkan adeknya itu untuk beristirahat, dan nantinya dia akan meminta penjelasan dari adiknya itu di saat kondisi adiknya membaik.
__ADS_1
Di lain tempat.
Setelah kepergian Erlangga dengan Elvano. hanya hening yang melanda, apalagi dengan Riko yang tidak tahu apa-apa pun hanya diam sejak Elvano tiba-tiba memeluknya. Hingga
"Riko, Lo kenal sama adiknya Erlangga?" Tanya Ryo.
Riko yang ditanyain pun hanya menghela napas, bagaimana kenal, dia saja baru saja bertemu dengan adik temannya itu, dan baru mengetahui jika kalau Erlangga itu punya adik.
"Gue enggak kenal sama adiknya Erlangga, gue pun baru tau kalau dia punya adik sekecil itu."jawab Riko kepada Ryo dengan seadanya.
"Terus kok bisa, Elvano tiba-tiba Meluk Lo?, terus dia nangis lagi, seolah dia kayak udah lama enggak ketemu Lo" ujar Ryo lagi
Riko hanya diam tanpa ingin membalas ucapan Ryo.
Namun entah kenapa Riko ingin sekali lagi untuk bertemu dengan Elvano.
Dia ingin berdekatan dengan adik dari Erlangga itu.
...***************...
Elvano yang berada di kamar hanya menatap langit-langit kamarnya, setelah Abangnya keluar dan mengira kalau dia tertidur, dia pun kembali membuka matanya.
Bagaimana dia bisa tidur dengan nyenyak jika mengalami Kenyataan sahabanya Riko juga berada di dunia novel. Dia ingin kembali menemui Riko, Dan ingin menanyai kepada Riko, dan memastikan apa benarkah Riko itu Sahabatnya atau hanya seseorang yang mirip dengan sahabatnya itu.
Jadi dalam hatinya Elvano sudah memutuskan dan merencanakan di dalam otaknya untuk mendekati, dan bagaimana untuk mengetahui apakah dia benar-benar sahabatnya atau bukan.
__ADS_1
Dan besok rencananya itu akan dimulainya.