AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
Drop


__ADS_3

Hari ini langit seperti mendukung hati Alina saat ini. Saat ini Adalah hari keberangkatan Adit dan Bunda Ana ke Nederland. Semua kenangan Alina dan Adit terlintas dipikiran Alina Dimasa sedih maupun senang dulu mereka hadapi bersama.


*Bunda Ana menelepon Alina*


"Sayang.." Panggil bunda Ana kepada Alina


"Iya bunda" ucap Alina lemah


"Apa kamu tidak mau menemui Bunda dan Adit untuk terakhir kalinya?" Tanya Bunda Ana berharap lebih.


"Maafin Al Bun.. Alina tidak sanggup untuk berjalan lagi" ucap Alina lemas


"Apa kamu mau Bunda bawa ke rumah sakit dulu, Apa kamu sudah minum obat?" Tanya Bunda Ana khawatir


"Gak usah Bun.. Al gak apa apa kok. Jangan Pikirkan Alina terus ya.. Di sana bunda harus sering sering Video call sama Alina." Ucap Alina sembari menutup mata dan berusaha untuk tidak menangis


"Ia sayang bunda janji akan selalu Telfon kamu akan selalu Vidio call sama kamu" ucap bunda Ana meneteskan air matanya


"Bun Apa Adit Ada di sana?" tanya Alina


"Ia sayang Adit ada di samping bunda sekarang, Apa kamu mau ngomong sama Adit?" Tanya bunda Ana


"Ia bunda" ucap Alina sembari tersenyum


*Bunda Ana memberikan handphonenya ke Aditya*


"Halo" Adit membuka suaranya


"Adit aku cuma mau bilang, Kamu hati hati di sana, Di sana cuacanya sulit di prediksi, Kamu jaga kesehatanmu jangan sampai sakit" ucap Alina lirih


"Al maafin aku.."


"Kamu tidak salah dit, Rasa sayang dan cinta ke orang itu wajar banget jadi kamu tidak salah sama sekali.." ucap Alina memotong perkataan Aditya


"Al..." Adit memanggil Alina yang terdiam


"Adit apa Alina boleh nanya sesuatu kepada Adit'' ucap Alina lirih


"Boleh kamu mau nanya apa?" Kini mata Adit sudah mengeluarkan setetes demi setetes air mata


"Kenapa Adit bisa sayang sama Al?" tanya Alina serius.


"Gak tau Al, Tapi aku nyaman banget sama kamu. Awalnya aku pikir perasaan ini hanya rasa sayang sebagai sahabat namun saat melihat kamu berpelukan dengan Leo Aku merasa sakit banget" ucap Adit serius.


"Oh.. Yah udah dit terima kasih atas sembilan tahun yang kita lalui bersama, semoga di sana kamu Mendapatkan teman yang lebih baik, tolong doakan aku disini supaya ikhlas buat ngelupain kamu" ucap Alina sembari menutup telfonnya.


Alina memutuskan untuk mandi dan berangkat ke kampus.

__ADS_1


......Di dapur......


"Pagi Bun.. Kak.. Pah" Sapa Alina sembari tersenyum hangat


"Pagi" sapa mereka bersamaan


"Makan dulu sayang" ucap Mama Sabri


"Udah telat ma" ucap Alina sembari jalan ke luar, namun langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Tristan


"Leo semalam nelfon katanya kamu belum makan dua hari jadi kalau saat ini kamu tidak makan dan minum kamu sudah tiga hari tidak makan. Mau kamu apa Alina?" tanya Tristan tegas


*Tidak ada Jawaban dari Alina*


"Kamu mau menyiksa tubuh kamu Alina?" ucap Tristan lagi dengan nada tegasnya


"Alina berangkat" ucap Alina sembari berjalan menuju mobilnya.


Didalam mobil Alina mengemudi sembari berbicara sendirian.


"Dit apa yang aku lakukan di kampus tanpa kamu sekarang, Dari SD kelas tiga kita selalu menghabiskan waktu bersama entah itu untuk bermain, tertawa bersama, Mengganggu kak Tristan, Bertengkar yang selalu berhasil membuat Mama dan Bunda tertawa dan membuat kak Tristan kesal" Ucap Alina sembari tersenyum mengingat semua kejadian Adit dan Alina bersama.


"Masa kecil kita, kita habiskan bersama.. Masa remaja kita, kita lakukan juga bersama namun kenapa saat kita sudah tumbuh dewasa mengapa tiba-tiba ada cinta di antara kita dit, Dulu hal yang paling aku takutkan adalah dipisahkan dari kamu namun sekarang kamu yang memilih untuk berpisah dengan ku dit. Entah ini rasa sayang sebagai sahabat atau lebih aku hanya ingin mengatakan kalau aku tidak sanggup hidup tanpa kamu" Alina terus berbicara sendirian, seolah-olah Aditya sedang bersamanya sekarang.


......Kampus......


''Al.. Lo gak papa" Tanya Ziva khawatir karena Alina hampir saja pingsan.


"Al jawab gue!" Ziva membentak Alina


*Alina hanya tersenyum lalu terus melanjutkan jalannya*


(Di dalam Kelas)


"Al.. ini aku beliin roti buat kamu" ucap Arga


*Alina hanya tersenyum sekaligus menggelengkan kepalanya*


"Lo mau nolak permintaan Adit?" Tanya Arga


"Bahkan permintaan Mama dan kakak ku sendiri aku tolak" ucap Alina sembari tersenyum dingin


"Al Lo bisa mati kalau gini caranya" ucap Ziva semakin kesal melihat tingkah Alina beberapa hari ini


"Itu yang gue inginkan Va" ucap Alina..


"Please jangan ganggu gue" ucap Alina sembari mengambil tempat duduk paling belakang.

__ADS_1


Tak ada yang bisa menaklukkan fikiran Alina saat ini, dia hanya terus mengingat kejadian membahagiakan antara dirinya dan Adit.


Selalu tertawa bersama, Jalan selalu berdua, Dulu mereka selalu di sangka sebagai satu pasangan sejoli yang sedang di mabuk cinta, bahkan Adit sampai hapal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan laki laki kalau wanita sedang datang tamu bulanan. Merayakan hari jadi persahabatan mereka pada tanggal 12 Desember. Itulah yang sekarang di ingat oleh Alina saat ini.


*Alina Jatuh Pingsan*


Ziva yang dari tadi memperhatikan Alina Berdiri dan berlari mendekati Alina walaupun dosen sedang mengajar.


Semua orang panik dan langsung membawa Alina ke Rumah sakit supaya di ambil tindakan lebih cepat.


Sekarang Mama Sabri, Tristan dan Papa Mirren sudah ada di dalam ruangan Alina. Mereka sangat khawatir dengan kondisi Alina.


"Apa yang terjadi dengan anak saya dokter" Tanya Papa Mirren


"Di perkirakan anak bapak tidak makan ataupun minum selama tiga hari ini" jelas dokter


"Apa yang akan terjadi dengan Anak saya Dok?" tanya Bunda Ana merasa sangat takut


"Setelah 3 hari tanpa makanan, simpanan lemak hilang tapi otak masih perlu glukosa untuk berfungsi. Tidak hanya akan Hungary sepanjang waktu, tetapi tubuh Alina juga akan memasuki tahap keris. Ketika tubuh tidak memiliki cukup glukosa dari makanan untuk diproses menjadi energi, maka lemak akan dibakar yang kemudian dipecah menjadi asam lemak. Namun, otak Alina tidak dapat berfungsi hanya dari asam lemak ini sebagai sumber energi, sehingga ini pada gilirannya fungsi otak normal akan terganggu." Jelas dokter tersebut lebih lanjut


Setelah mendengar jawaban dokter itu suasana kini menjadi sangat hening tidak ada suara di sana.


"Saya permisi dulu''ucap dokter tersebut dan meninggalkan kamar Alina.


Setelah 30 Menit Alina berada di dalam rumah sakit Arga, Ziva, Leo dan Anggi baru datang karena mereka masih memiliki mata kuliah yang tidak bisa di tunda


"Ma.. Apa yang terjadi dengan Alina" Tanya Leo khawatir


"Dia dehidrasi karena sudah tiga hari tidak makan ataupun minum." ucap Mama Sabri sembari menatap Wajah Alina yang masih pingsan


"Maafin kami Ma karena tidak bisa menjaga Alina" ucap Ziva merasa bersalah


"Tidak, ini bukan salah kalian. Mama tau kalian selalu berusaha untuk membuat Alina makan" ucap Mama Sabri sendu


"Adit.." Alina mengigau


"Adit ada di mana?" Tanya Mama Sabri yang tidak tau apapun


"Adit pergi ke Nederland Ma.. jam tujuh tadi dia dan Bunda Ana sudah berada di Bandara" ucap Arga menjelaskan


"Apa kamu seperti ini karena takut kehilangan Adit Alina?" tanya Tristan sedih


"Adit jangan tinggalin Alina.." Alina mengigau lagi.


"Bangun sayang.. Jangan buat Mama khawatir dengan kondisi mu" Seru Mama Sabri


Tidak ada yang terjadi dengan tubuh Alina setelah nya..

__ADS_1


Semua orang semakin khawatir dengan kondisi Alina, dan Tristan terus berusaha untuk menelfon Adit namun tidak kunjung di Angkat mungkin karena mereka sudah berada di dalam pesawat.


____________________________________________


__ADS_2