AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
Tristan Datang


__ADS_3

...*Pagi Hari*...


"Sayang bangun yuk, Bunda udah masakin kalian sarapan" ucap Alina sembari mengelus perut Claudia yang masih tertidur


"Bun Bun Claudia masih mengantuk.." ucap Claudia masih memejamkan matanya


"Kalau Bunda Gelitik bagaimana" ucap Alina sembari menggelitik Perut Claudia


"Haha Stop Bun Bun... Claudia haha Claudia Bangun" ucap Claudia sembari menahan geli.


Claudia cemberut karena di Gelitikin Alina


"Claudia cantik kenapa jadi cemberut, Hehe maaf ya bunda Gelitikin" Ucap Alina sembari mencubit gemas pipi Claudia


"Gak mau maafin Bun Bun kecuali.." Ucap Claudia sembari tersenyum jahil


"Kecuali apa?" Alina menatap curiga


"Kecuali Ice cream" Ucap Claudia sembari mengedipkan matanya


"Sudah Bunda duga, ia boleh tapi makan dulu ya." ucap Alina sembari mengelus perut Claudia


"Ia Bun Bun, Oh ia Kak Adit sudah bangun?" tanya Claudia penasaran karena tidak melihat Adit kakaknya


"Belum.." Ucap Alina sembari tersenyum jahil


"Apa kita punya pikiran yang sama Bun Bun?" tanya Claudia yang di anggukin Alina.


Mereka berdua berjalan mengendap-endap layaknya seorang pencuri yang sedang mengintip sebuah rumah. Namun tanpa mereka sadari Adit Sudah mengetahui sifat jahil Adiknya itu. Alina membuka pintu diam diam dan melihat Adit yang masih tertidur.


"Dar.... " ucap Adit mengagetkan Alina dan juga Claudia, yang tiba tiba muncul dari belakang


"ADIT!!" ucap Alina dan juga Claudia yang kaget


"Hahahaha siapa suruh mau mengagetkan aku" ucap Adit sembari tertawa keras


"Kenapa kakak sudah bangun seharusnya kakak tidur saja biar Aku dan Bun Bun kageti" ucap Claudia sembari cemberut


"Kakak sudah tau sifat jahil kamu Claudia.." ucap Adit sembari mencubit hidung Claudia


"Lalu kalau kau di sini, itu siapa yang di balik selimut?" Alina kebingungan


"itu hanya bantal guling yang aku tutup pakai selimut Bun Bun" ucap Adit


"Yah kita gak jadi ngagetin Kak Adit, tapi kita harus berusaha lebih keras" ucap Alina sembari tos dengan Claudia.


"kakak Adit sudah mandi?" tanya Claudia


"Sudah dong, aku sudah wangi." ucap Adit sembari tersenyum manis


"Ya udah kalau begitu Sekarang tinggal Claudia yang belum mandi, Ayo kita mandi" ucap Alina sembari menggendong Claudia ke dalam Kamar mandi.


10 Menit kemudian Alina sudah selesai memandikan Claudia.


"Sekarang Claudia sudah wangi, Ayo kita makan" ucap Alina sembari menggandeng tangan Adit dan Claudia. Sesampainya di lantai 1 rumah


*Ding dong (suara bel rumah)*


"Siapa yang dapat pagi pagi gini Bun?" tanya Adit bingung


*Alina menggelengkan kepalanya*


"Ayo kita buka pintu" ucap Alina


*Adit dan Claudia kompak menganggukkan kepalanya*

__ADS_1


Mereka berjalan menuju pintu, Dan saat mereka membuat pintu terdapat Tristan yang sedang tersenyum manis..


"Ini pasti Claudia dan Adit?" tanya Tristan memastikan dan di anggukin Adit dan Claudia


"Kau pasti Kakaknya Bun Bun" ucap Adit dan Claudia kompak.


*Tristan mengangguk*


"Hai Handsome brother" ucap Claudia


"Hai anak manis" ucap Tristan sembari menggendong Claudia di tangan kanan dan Adit di sebelah kiri. Saat Tristan berdiri iya melihat Alina yang sedang cemburu


"Dia kenapa?" tanya Tristan bisik bisik


*Claudia menggelengkan kepalanya*


"Mungkin Bun Bun kesal dengan Handsome brother" ucap Adit berbisik


"Kenapa?" Tristan semakin Bingung


"Astaga.. Apa Handsome brother punya pacar?" tanya Adit


*Tristan menggelengkan kepalanya*


"Pantas saja.. Bun Bun kesal dengan handsome brother karena handsome brother tidak menyapanya" ucap Adit menjelaskan


"Apa kau Marah pada ku?" tanya Tristan


"Tidak.." ucap Alina cemberut


"Ah sepertinya aku harus menelfon Adit'' ucap Tristan sembari menurunkan Claudia dan Adit dan mengeluarkan handphonenya


"Aku ada di sini Handsome brother" ucap Adit bingung


"Apa kau benar-benar akan menelfon nya" tanya Alina tidak percaya


"Halo.." ucap Tristan


"Aku tidak akan percaya dengan Mu kak" ucap Alina masih tidak percaya


"Apa kau bisa membantu ku untuk membujuk adik ku?" tanya Tristan


"Sudahlah kak ayo masuk" ucap Alina sembari membawakan koper Tristan


"Tidak perlu kau membawa koperku Alina, Aku bisa membawanya sendiri sekarang kau bicaralah dengannya" ucap Tristan sembari memberikan Handphonenya


"Apa kau benar-benar menelfon nya?" tanya Alina panik


*Menganggukkan kepalaku*


"Ayo kita masuk" ucap Tristan sembari membawa Adit dan Claudia masuk ke dalam rumah dan meningkatkan Alina sendirian


"Halo.." ucap orang dari handphone Tristan


"Apa kau benar Benar Adit?" tanya Alina merasa tidak percaya


"Apa kau lupa dengan suara ku?" Tanya Adit


"Kenapa dia harus menelfon mu. Dewa penghancur!!" teriak Alina


"Aku tidak mau kau marah Alina mananya aku menelfon Aditya" Jawab Tristan dari dalam rumah


"Apa kau tidak mau berbicara dengan ku?" tanya Aditya


"Bukan itu maksud ku" ucap Alina

__ADS_1


"Lalu?" Tanya Aditya


"Aku hanya ingin kau cepat move on dari ku supaya kau cepat pulang" Alina menegaskan ucapannya


"Aku bingung Antara mau senang atau harus kecewa dengan kata kata mu" ucap Aditya


"Kapan kau pulang?" tanya Alina mengalihkan pembicaraan


"Apa kau sudah rindu dengan ku?" tanya Aditya


"Tidak terlalu karena aku sudah menemukan Adit yang baru di sini" ucap Alina


"Sejak kapan kau pulang teman yang bernama Adit selain aku?'' Adit sedikit kesal dengan ucapan Alina


"Apa kau tidak tau kalau aku sudah pindah?" tanya Alina


"Kau pindah ke mana?" tanya Adit bingung+kesal karena dia tidak tau apa apa


"Ah.. aku lupa memberi tau mu, aku sudah pindah ke New York, sudah beberapa hari yang lalu" ucap Alina menjelaskan


"Oh.." Jawab Aditya singkat


"Apa kau tau aku di sini bertemu laki laki tampan Namanya juga Adit, Entah itu kebetulan atau memang sudah takdir. Kau pergi dan aku menemukan Adit yang baru" ucap Alina sembari tersenyum


"Apakah dia setampan itu?" tanya Adit


"Tidak hanya tampan dia juga imut banget bahkan dia tinggal dengan ku sekarang, Apa kau tau karena dia aku semalam makan Ice cream, ternyata ice Cream rasanya tidak seburuk yang ada di fikiran" ucap Alina


"Sudahlah" ucap Adit sembari mematikan telfonnya.


Alina bingung kenapa Adit mematikan telfonnya.


"Ah.. mungkin pulsa Adit pergi" Ucap Alina sembari mengangkat kedua bahunya lalu berjalan menuju dapur.


"Apa sudah selesai Telfonnya?" tanya Tristan yang sedang memakan masakan Alina


"Sudah mungkin" ucap Alina


"Kok mungkin?" tanya Tristan bingung


"Telfonnya tiba-tiba mati, mungkin pulsa Adit habis" ucap Alina sembari duduk dan makan masakannya


"Adit? pulsanya habis? sepertinya tidak mungkin" ucap Tristan tidak percaya


"mungkin saja kak, Aditya kan juga manusia, Mungkin saja dia lupa membeli Pulsanya" ucap Alina polos


"emang tadi kalian ngomongin apa?" tanya Tristan


"aku hanya mengatakan kalau aku sudah pindah ke New York" Alina


"Hanya itu saja?" tanya Tristan


"Ah.. tadi aku juga mengatakan kalau aku sudah punya Adit baru di sini, lalu dia menanyakan apakah Adit yang ada di sini tampan lalu aku Jawab Tidak hanya tampan dia juga imut banget bahkan aku mengatakan kalau Adit yang ada di sini tinggal dengan ku sekarang, lalu aku juga mengatakan sekarang karena Adit aku semalam makan Ice cream, ternyata ice Cream rasanya tidak seburuk yang ada di fikiran" ucap Alina polos


"Astaga Alina?" ucap Tristan sembari memukul kepalanya


"kenapa kak?" tanya Alina bingung


"Dia itu cemburu Alian, kenapa kau polos sekali" ucap Tristan kesal


"Hah??" Alina masih tidak mengerti


"Sudahlah!" ucap Tristan kesal


__________________________________________

__ADS_1


__ADS_2