
...PAGI HARI JAM 06.00...
"selamat pagi Claudia.." ucap Alina yang melihat Claudia terbangun, sebenarnya dari tadi Alina hanya menatap wajah Claudia saja dia mengagumi wajah imut dan cantik Claudia.
"Pagi kakak.." ucap Claudia sembari tersenyum
"kau mau makan apa pagi ini?" Tanya Alina sembari berdiri dari tempat tidurnya
*Claudia tidak menjawab dia hanya menundukkan kepalanya*
"kamu kenapa?" tanya Alina khawatir
"Aku rindu pelukannya Bun Bun" ucap Claudia sembari meneteskan air matanya
"Bun Bun??" Alina bingung siapa itu Bun Bun
"Bun Bun panggilan aku untuk bunda kak" ucap Adit yang tiba tiba masuk kedalam kamar
"Maafin kakak, kakak gak tau soal itu" ucap Alina sembari memeluk Claudia
"Sebentar nya Claudia belum pernah bertemu dengan bunda. Aku yang selalu menceritakan tentang Bunda kepadanya dan aku juga memberi tau Claudia dulu panggilan sayang aku ke bunda ya Bun Bun" ucap Adit sembari senyum manis
"Maafin kakak, aku tidak tau soal itu" Alina merasa sangat bersalah
"tidak apa-apa kak, ini tidak salah kakak karena akunya saja yang tiba-tiba suka ke pikiran" ucap Claudia menghapus air matanya
"Apa aku boleh menanyakan sesuatu kepada kalian?" tanya Alina berhasil hati
"Kakak mau nanya apa?" ucap Claudia kepo
"kenapa kalian bisa ada di rumah ini hanya berdua apa kalian tidak memiliki saudara dari mama atau papa kalian?" tanya Alina sangat berhati-hati
"Kami di asuh keluarga Papa namun beberapa hari yang lalu mereka mengembalikan kami ke rumah yang semalam kakak lihat. Seharusnya mereka mengembalikan kami ke rumah yang sudah di belikan papa untuk kami." ucap Adit
"Keluarga Bunda kalian? apa mereka membiarkan kalian begitu saja?" tanya Alina kasian
"keluarga Bun Bun tidak ada yang suka sama kami karena dulu Bun Bun menikah dengan Papa secara diam-diam karena mereka tidak di setujui, Namun kami mempunyai Tante yang sayang sama kami. Mungkin sekarang dia sedang mencari kami" ucap Adit
"Maafin kakak karena telah mengingatkan masa masa buruk kalian." ucap Alina sedih
"Gak Papa kakak" ucap Adit sembari tersenyum hangat
"kakak apa aku boleh meminta sesuatu kepada mu" ucap Claudia sembari mengatupkan kedua tangannya
"kamu mau minta apa?" tanya Alina gemas melihat wajah Claudia
"Apa boleh Aku dan kak Adit memanggil mu dengan sebutan Bun Bun, aku ingin sekali memanggil mu Bun Bun" ucap Claudia memohon
"Boleh, Malah kakak senang banget kalau kamu panggil kakak Bun Bun" ucap Alina sembari memeluk tubuh Adit dan Claudia
*Adit dan Claudia membalas pelukan Alina*
"Kalian mandi dulu biar Bun Bun siapin pesan makanan dulu" ucap Alina mempersiapkan pakaian Adit dan Claudia yang semalam ia beli secara online, lalu pergi ke lantai satu untuk memesan makanan
*setelah memesan makanan Alina mendapatkan telfon dari Tristan*
__ADS_1
"Halo" ucap Tristan
"Ia kak ada apa?" tanya Alina
"Kayaknya ada yang tidak senang di telfon" kesal Tristan
"Al senang kok, kak Alina boleh minta sesuatu gak?" ucap Alina basa basi
"Minta apa? mobil nanti jam 7 akan ada mobil
di Depan rumah mu" ucap Tristan
"Bukan mobil kakak" kesal Alina karena Tristan sudah sok tau duluan
"Yah terus apa dong?" ucap Tristan bingung
"baby sister" ucap Alina
"baby sister? kamu suka dewasa Alina masa kamu mau di urus kayak bayi lagi" Ucap Tristan terkekeh
"Bukan untuk aku" Alina Betek dengan Tristan
"Jadi untuk siapa?" Tanya Tristan semakin bingung
"kakak ingat gak waktu kita telfonan terus tiba-tiba aku matiin Telfonnya?" tanya Alina balik
"ia ingatlah, kamu tidak sopan banget" ucap Tristan kesal
"Di situ Alina lihat ada anak laki-laki yang sedang dipukuli, waktu Alina tanya kenapa anak laki-laki itu dipukuli Mereka bilang mana laki-laki itu mencuri sebuah roti, terus Alina bayar roti itu terus dia bilang kalau roti itu bukan itu dia melainkan untuk adiknya yang masih berusia 1 tahun" ucap Alina sedih
"Dimana mereka sekarang? apa kau tidak menolong mereka?" tanya Tristan terburu-buru
"Aku membawa mereka pulang Kak, waktu mereka cerita mereka mengatakan bahwa kedua orang tuanya telah meninggal. keluarga Papanya telah membuang mereka dan anak laki-laki itu mengatakan sebenarnya rumah yang mereka tempati kemarin bukan rumah mereka." ucap Alina sedih
"Siapa orang yang tega membuang anak kecil lucu seperti itu. kalau aku udah di sana sudah kuhajar mereka!!" ucap Tristan kesal
"Siapa nama mereka dan berapa umur mereka?" tanya terus Tristan kepo
"Anak laki laki yang aku temui kemarin namanya Adit umurnya baru tiga tahun..."
"Adit? sepertinya nama Adit akan selalu ada di hidup mu" ledek Tristan
"kakak.." ucap Alina semakin kesal
"Ia ia lalu siapa nama adiknya" tanya Tristan
"Claudia dia masih berumur 1 tahun namun sudah fasih ngomong" ucap Alina sembari tersenyum kagum
"Aku ingin melihat mereka" ucap Tristan yang tiba tiba menghidupkan panggil Video Call
"Apa aku sepenasara itu?" tanya Alina sembari mengangkat panggilan Video Call dari Tristan
"Adit.. Claudia.. Ada yang ingin berbicara ke kalian" Panggil Alina
*Adit Claudia berlari mendekati Alina*
__ADS_1
"Siapa Bun Bun?" tanya Claudia
"kakaknya Bun Bun ingin berbicara kepada Kalian katanya dia gemas" sembari menyentuh pipi Adit dan juga Claudia
"Hay Ganteng.. Hay Manis" sapa Tristan dari telfon genggam Alina
"Hai.." ucap Adit dan Claudia canggung
"Tidak perlu canggung Seperti itu.. kenalin aku Tristan, kalian bisa memanggilku kakak atau Om" ucap Tristan menggoda Kedua anak kecil itu
"Kau terlalu tua kalau di sebut Om, jadi kami memanggil mu handsome brother" ucap Claudia
"Hahaha nama panggilan yang bagus.. Apa kalian mau jalan jalan lusa dengan ku?" tanya Tristan
"Apa kau sedang berada di sini kak?" selidik Alina
"Aku masih berada di Indonesia Alina, hari ini aku di suruh papa untuk mendaftarkan kau di Universitas terbaik di New York jadi sekalian bisa bertemu My cute little sister, meet my handsome younger brother dan bertemu adikku yang sedang patah hati yang sedang kabur dari masalahnya" ucap Tristan menggoda Alina
"Dasar dewa penghancur" ucap Alina sembari meremas kedua tangannya
"hey kalian berdua" panggil Tristan kepada Adit dan Claudia
"Ya.." ucap mereka bersamaan
"Awas Bun Bun kalian kalau sudah ngamuk Seperti macan tutul" ucap Tristan sembari memainkan Telfonnya
"Hahahaha" tawa lucu Adit dan Claudia
"Apa kalian senang Bun Bun kalian di bilang seperti itu?" tanya Alina berpura pura cemburu
"Aku tidak tertawa karena handsome brother tapi karena wajah mu Bun Bun" ucap Adit yang masih tertawa
"Wajah Bun Bun sangat imut" tambah Claudia
"Apakah seimut itu?" tanya Alina sembari menyentuh pipi Adit dan Claudia
"Sangat" ucap Adit dan Claudia kompak
*Alina tersenyum sembari memeluk tubuh Adit dan Claudia, Adit dan Claudia pun membalas pelukan Alina"
Ding Dong... ( suara bel rumah berbunyi )
"Mungkin itu makannya kalian duduk di sini biar aku mengambilnya" ucap Alina lalu berjalan menuju arah pintu setelah menerima makanan itu Alina langsung menuju ruang makan
"Makanannya sudah sampai" Alian membuka makana itu lalu mereka bertiga memakan makanan itu dengan lahap
"Setelah ini kita ke Mall yuk, Kita beli baju untuk kalian, mainan untuk kalian dan bahan masakan" ucap Alina sembari memakan makanannya
"Apa kami tidak merepotkan mu?" tanya Adit takut merepotkan Alina
"Tidak sama sekali, mau ya" ucap Alina memohon
*Adit dan Claudia menganggukkan kepalanya*
"Habiskan makanan kalian biar kita bisa pergi jalan-jalan" ucap Alina bersemangat
__ADS_1