
*Di hari yang sama*
Alina menyuapi Claudia karena Claudia belum sepenuhnya bisa untuk makan sendiri sementara Adit duduk di samping Alina dan sesekali Alina memperhatikan Adit yang sedang makan dan tidak jarang juga Alina membersihkan pipi Adit yang ikutan makan.
*Tut... Tut..( suara handphone Alina)*
"Adit bisa bantu Bun Bun untuk angkat telfonnya, Bun Bun Masih menyuapi Claudia" ucap Alina sembari menyuapi Claudia
"Baik bunda" Adit mengangkat telfon nya.
...*In Call*...
"Halo.." ucap Adit
"Alina! apa aku salah nelfon orang ya? Tapi benar ini nomor Alina" ucap orang yang sedang berbicara dengan Adit
"Ini memang handphone Bun Bun, Om siapa ya?" tanya Adit
"Siapa sayang?" tanya Alina yang melihat Adit kebingungan
"Tidak tau Bun.. Adit belum pandai membaca jadi Adit tidak bisa membaca nama orang itu di handphone Bun Bun" jawab Adit memberikan Handphone itu kepada Alina
"tolong loudspeaker sayang, Bunda masih menyuapi Claudia" ucap Alina yang masih fokus menyuapi Claudia
"Baik Bun Bun" ucap Adit dan segera loudspeaker handphone Alina
"halo Alina apa kau mendengar ku? siapa orang tadi? kenapa kau memberikan Handphone mu ke dia? biasanya saja kau tidak memperbolehkan aku untuk membuka handphone mu?" ucap orang yang ada di telefon itu lagi.
"kak Leo?" ucap Alina
"Siapa lagi, ini aku Leo! kau belum menjawab semua pertanyaan ku Alina?! ucap Leo yang memberikan pertanyaan beruntun kepada Alina
"Dia Adit kak" ucap Alina santai dan kembali menyupin Claudia
"Adit? sejak kapan Adit ada di New York?! kenapa suara Adit menjadi seperti anak kecil?! juga kenapa tadi Adit bilang kau dia belum bisa membaca?! Satu lagi sejak kapan Adit memanggil mu Bun Bun?! ucap Leo dan Leo sekali lagi masih saja memberikan banyak pertanyaan
"Hai om!! jangan membuat Bun Bun ku kesal dan jangan memberikan banyak pertanyaan ke Bun Bun" ucap Claudia yang kesal mendengar pertanyaan Leo itu
"Siapa lagi itu?!" tanya Leo yang semakin bingung
"Kak Leo tenanglah, Itu tadi Adit bukan Aditya dan suara anak perempuan itu Claudia" jawab Alina singkat
"Adit.. Claudia?! siapa itu?!" tanya Leo
"Sekarang Mereka adalah Anakku, Kau harus datang ke sini.. kau harus melihatnya mereka sangat cantik dan tampan" ucap Alina sembari tersenyum manis
"Alina? kau sampai di sana tidak langsung menikahkan?! ucap Leo meninggikan suaranya
"Hai om, jangan membentak Bun Bun ku.. Kau mau aku gigit" ucap Adit
"Maaf, aku tidak berniat untuk membentak Bunda kalian" ucap Leo
"Cepatlah datang ke New York aku akan menceritakannya semuanya ke Kakak" ucap Alina.
"Ah.. kalau itu aku kurang yakin, Disini aku harus mengurus kuliah ku dan juga pekerjaan ku. Teleponlah yang lain pasti mereka menanti kabar mu" ucap Leo
"Iya kak.. pasti aku akan menelfon mereka. Ada apa kakak menelfon Aku" tanya Alina
"Ah... Aku hanya merindukan mu saja.. Bisakah kau cepat kembali?" tanya Leo mengecilkan suaranya
"Aku akan kembali kalau waktunya sudah tepat kak.. Alina janji Alina akan pulang" ucap Alina
"Adit.." panggil Leo
"Iya.." jawab Adit
__ADS_1
"Apa Om bisa minta tolong ke kamu?" ucap Leo
"Sebutkan lah kalau aku bisa aku akan mengabulkan permohonan Om" ucap Adit
"Adit sekarang anak Bunda Alina jadi tolong rawat dia baik baik, jangan biarkan dia sedih karena masa lalunya, Tolong ingatkan dia untuk makan, jangan biarkan dia sakit. Adit bisakan mengabulkan permintaan Om" ucap Leo lemah
"Pasti Adit akan merawat Bun Bun dengan sangat baik. Bun Bun sudah menolong ku dan juga Claudia, dia adalah malaikat kami dan aku akan menjadi superhero untuknya. Adit akan merawat Bun Bun dengan sangat baik" ucap Adit sembari menatap mata Alina
"Anak pintar.." ucap Leo
"Tidak hanya kak Adit, Claudia juga akan menjaga Bun Bun. Claudia tidak akan membuat sedih dan kalau Bun Bun sedang sedih Claudia akan berubah untuk menghibur Bun Bun. Itu Janji ku" ucap Claudia
"Terimakasih karena sudah datang ke hidup Bun Bun.. Bun Bun sayang sekali dengan kalian berdua" ucap Alina sembari memeluk tubuh Adit dan Claudia
"Om pegang janji kalian.. Jadilah anak yang pintar, Om semakin tidak sabar untuk bertemu kalian" ucap Leo
"Apa sebenarnya yang kau inginkan kak? mengapa kau menelfon Aku" tanya Alina
"Tidak apa-apa aku hanya merindukan Suara mu" ucap Leo sendu
"Sabarlah kak.." ucap Alina
"Ya sudahlah aku matikan Telfon dulu kau baik baik di sana" ucap Leo
*Alinapun mematikan telfonnya*
"Kalian sudah selesai makan apa kalian mau ikut untuk bersama ku untuk berbelanja?" tanya Alina antusias
"Kami Ikut Bun Bun" ucap Adit dan Claudia bersama.
Setelah selesai makan merekapun hendak pergi ke mall namun tiba-tiba sebuah Mobil Lamborghini Veneno sudah terparkir di depan rumah.
"Ini mobil atas nama Alina. Ini surat kepemilikannya dan Ini kuncinya" ucap Penjual Mobil
"Oh.. Oke, thank you" ucap Alina
"Ini tidak hanya mobil bunda, ini juga mobil Adit dan Claudia. Ayo kita pergi" ucap Alina
"Oke Bun Bun" ucap mereka bersamaan
*Merekapun Pergi untuk berbelanja di Mall*
"Kalian mau ice cream" tanya Alina
"Boleh Bun Bun?" tanya Claudia
"Boleh dong, ayo kita ke sana" ucap Alina sembari menggendong Claudia di tangan kanan dan menggandeng Adit di sebelah kiri.
*Sesampainya di tempat Ice cream*
"Kalian mau rasa apa?" tanya Alina
"strawberry" ucap Claudia semangat
"Adit?" tanya Alina lagi
"Coklat Bun Bun" ucap Adit
"Mas, Strawberry 1 sama Coklat 1" ucap Alina kepada Penjual Ice cream
*2 menit kemudian*
"Ini untuk Adik cantik ice Cream rasa strawberry dan ini untuk Adik tampan yang Coklat" ucap Penjual Ice cream sembari memberikan Ice cream kepada Claudia dan Adit
"Terimakasih" ucap Adit dan Claudia bersamaan
__ADS_1
"Ini uangnya, Terimakasih" ucap Alina sembari memberikan uang
Merekapun pergi dari kedai Ice cream
"Kita duduk dulu ya?" ucap Alina
"Ia Bun Bun" ucap Adit dan Claudia bersamaan
Merekapun duduk tak jauh dari toko Ice cream
"Apakah enak?" tanya Alina
"Enak Bun Bun, Apa Bun Bun mau?" tanya Claudia
"Tidak sayang, makanlah" ucap Alina sembari tersenyum
"Kalau Adit suap mau gak?" tanya Adit
"Kalau begitu Bunda tidak bisa menolak" ucap Alina sembari tersenyum manis
Adit pun menyiapkan Alina Ice cream coklatnya
"Apa Bun Bun mau Ice cream Strawberry ku, rasanya manis seperti senyum Bun Bun" ucap Claudia
"Boleh" ucap Alina sembari memakan sedikit ice Cream Claudia
"Apakah enak?" tanya Claudia
"Enak banget, Manis kayak kalian berdua" ucap Alina sembari mencubit gemas pipi Adit dan Claudia
"Habiskan Ice cream kalian, setelah itu kita pergi untuk membeli mainan" ucap Alina bersemangat
"Asik..." ucap Claudia dan Adit
Setelah selesai memakan Ice cream merekapun pergi ke toko mainan
"Kalian mau mainan seperti apa?" tanya Alina
"Barbie dan boneka" ucap Claudia antusias
"Adit mau mobil-mobilan Bun Bun" ucap Adit
"Ayo kita Cari" ucap Alina
Tak terasa sudah banyak sekali Mobil-mobilan, Barbie dan Boneka yang mereka beli. Akhirnya pun mereka keluar dari toko mainan dan Mereka berbelanja ke supermarket.
"Kita mau beli apa Bun Bun?" tanya Claudia bingung begitu melihat banyak sekali sayur, buah, dan sebagainya
"Kita harus beli belanjaan untuk masak sayang, kita harus memberi bahan masakan supaya kita bisa memasak" ucap Alina sembari menjelaskan
"Oh.. Adit akan bantu Bun Bun" ucap Adit bersemangat
"Claudia juga mau bantu Bun Bun" ucap Claudia
"Ya sudah kita mengambil bahan bahanya yuk" ucap Alina.
*Di sana mereka menghabiskan banyak waktu untuk membeli berbagai jenis Buah, Berbagai Jenis Sayur, Snack, Berbagai rasa susu, Ikan, dan juga daging*
"Sekarang siapa yang akan membantu kita untuk mendorong troli belanjaan ini Bun Bun" ucap Claudia
"Bunda bisa kok.. kalian masuk dulu baru bunda masukan barang barangnya" ucap Alina
"Baik Bun" ucap Adit dan Claudia bersamaan lalu masuk ke dalam mobil
*Alina pun memastikan semua belanjaannya dan bergegas untuk pulang*
__ADS_1
____________________________________________