
Dua hari berlalu, kini Alina dan yang lain sudah berada di bandara Soekarno-Hatta
"Habis ini kalian mau langsung ke rumah istirahat atau mau langsung jalan jalan?" tanya Alina
"Jalan ke Mall Jakarta kali ya, sekalian mau beli barang yang tidak ada di New York'' sahut Rebbeca
"Aku setuju, lagian tadi di pesawat Udah tidur" jawab Michella
"Yang lain gimana?" tanya Alina balik
"Kalau aku ikuti kalian aja" sahut Adam menanggapi
"Aku juga ikut kalian saja" Danny berucap
"Kalau kalian mau ke Mall sekarang maaf ya karena aku gak bisa ikut, ada urusan yang harus aku bahas sama Mama" ucap Alina
"Gak papa kali Al, santai aja" ucap William
"Ziva, Anggi, kak Leo, Arga, Aditya mau gak temenin mereka keliling Mall?" tanya Alina
"Siap" sahut Leo, Anggi, Arga, dan Ziva bersamaan.
"Maaf aku gak bisa, Aku mau pulang capek'' Ucap Aditya melangkah pergi
"Dit.. jangan pergi dulu kalau kamu gak mau ikut dengan mereka, kamu harus ikut dengan ku. ada yang harus kau, Mama dan Kak Tristan jelaskan kepada ku" sahut Alina.
Seketika Aditya menghentikan langkahnya.
"Adit dan Claudia hari ikut Aunty dulu ya sayang'' ucap Alina
"Ia Bun Bun tapi Claudia boleh makan ice cream kan?" tanya Claudia
"Boleh sayang tapi jangan banyak banyak ya" Alina menanggapi Claudia dengan senyum manis
''Oke Bun Bun" Sahut Adit
Merekapun pergi ketempat yang mau mereka tuju masing masing.
Alina, Aditya dan Tristan pergi ke rumah sementara yang lain pergi ke Mall.
...*Rumah Alina*...
__ADS_1
"Mah.. kami pulang" Teriak Alina dan Tristan bersamaan.
"Sayang kalian pulang, eh Aditya juga ada. yang lain kemana sayang?" tanya Mama Sabri
"Mereka pergi ke mall mah.. Mah Al lapar" ucap Alina sembari tersenyum hangat
"Pas banget tadi mama masak makanan kesukaan kalian" ucap Mama Sabri
"Ayi Aditya kita ke ruang makan" ucap Mama Sabri dan dengan cepat Aditya mengangguk.
Mereka menikmati makanan yang sudah tersedia, Makanan yang sudah lama tidak Alina rasakan.
"Makasih makanannya mah.. Makanan Mama makanan yang paling enak sedunia" ucap Alina
"Kamu bisa saja, tambah lagi" ucap Mama Alina
"Nggak mah.. Al udah kenyang banget'' sahut Alina sembari memegang perutnya
Sejenak Alina terdiam, memikirkan bagaimana caranya supaya Alina tidak menyakiti hati Mama Sabri.
"Mah.. Al mau nanya sesuatu sama Mama, kemarin kan Al belum sempat nanya apapun ke Mama" ucap Alina
*Alina mengeluarkan Amplop yang di dalamnya terdapat sebuah surat yang ditulis langsung oleh Papa Mirren*
"Apa maksud dari tulisan tangan Papa ini ya mah?"
"Siapa Aliza mah?"
"Mengapa aku tidak ingat dengan yang Namanya Aliza?"
''Kenapa dia di sembunyikan dari aku?"
"Kenapa hanya aku yang tidak di beri tau?"
Begitu banyak pertanyaan yang lontarkan Oleh Alina. Namun Mama Sabri hanya diam saja mendengarian ucapan Alina
"Mah.. tolong jelaskan ke Al, dan sekarang Aliza kemana?" ucap Alina
"Dulu Mama melahirkan dua Anak Perempuan yang sangat cantik tapi waktu beberapa hari saat kalian lahir Oma kalian, Mama dari Papa kalian datang untuk mengambil salah satu dari kalian." jelas Mama Sabri
"Oma.. Bukankah Oma kami sudah meninggal?" tanya Alina tidak percaya
__ADS_1
"Belum sayang, kami mengatakan kalau Oma kamu sudah meninggal supaya kamu tidak meminta untuk bertemu dengan Oma kamu karena sampai saat ini Aliza masih bersama dengan Oma mu. Dulu waktu umur kamu 4 tahun Aliza pernah menginap di rumah kita kurang lebih 1 tahun karena saat itu Oma kamu dalam keadaan tidak sehat namun saat Oma kamu kembali pulih, Oma kamu tetap mengambil Aliza" Ucap Mama Sabri, Kini air mata Mama Sabri sudah tidak bisa terbendung lagi.
"Kenapa Oma melakukan itu? Apa salah kami sampai kami di pisahkan satu sama lain!!" Alina tak kuasa mendengar cerita yang sebenarnya yang selama ini selalu di tutupin dari nya
"Dulu Oma kamu tidak setuju dengan pernikahan Antara Mama dan Papa karena Mama bukan orang dari keluarga yang berbeda. Dulu Tristan lah yang ingin Oma kamu ambil tapi kami berhasil membawa Tristan kabur. Maafin Mama sayang, karena tidak bisa menyatukan kalian'' ucap Mama Sabri sembari mengelus pipi Alina
Alina melihat ke arah Aditya.
"Maaf karena telah mengira kamu tau semua ini" ucap Alina saat melihat wajah bingung Aditya
*Aditya mengangguk*
"Ma.. Aliza ada di mana?" tanya Alina
"Me-Mereka berada di Singapura.. Maafin Mama sayang" Mama Sabri menangis sembari menggenggam erat tangan Alina.
"Gak Papa Mah, Mama gak salah kok. Alina ingin ke Singapura sebelum Kita pindah ke New York!!" Seru Alina, sontak Tatapan Mama Sabri, Aditya dan Tristan tertuju pada Alina.
"Mama mau kan pindah ke New York, kita bangun Keluarga kita yang baru, di kota yang baru dan mencari kebahagiaan yang baru juga. Please mah.." kini Alina lah yang memegang tangan Mama Sabri.
"Mama ikut kemanapun kamu dan Tristan pergi sayang..." Mama Sabri tersenyum hangat.
"Terimakasih mah.." Sahut Alina.
Mendengar perkataan Alina, Aditya segera berdiri dari tempat duduknya.
"Aku pergi dulu!!" Aditya melangkah pergi.
"Adit Aku mau ngomong serius..!!" ucap Alina menarik tangan Aditya ke Arah kolam renang.
"Apa lagi mau mu Al!! kamu mau mengatakan kalau kau bakal pergi?! Gak usah di jelaskan Al aku udah denger dan Kamu sendiri kan yang bilang kalau kamu bakalan pergi, ia sudah pergi saja!! Aku gak akan larang kamu kok. Selamat atas kebahagiaan yang baru untuk kamu!!'' Aditya melepas paksa genggaman Alina
"Dengerin aku Aditya.. Aku hanya ingin yang terbaik untuk kita berdua.."
"yang terbaik buat kamu belum tentu jadi yang terbaik juga untuk aku. dan apa yang kamu bilang terbaik?! terbaik dengan cara kita berpisah?! Oh.. Oke" Aditya tersenyum Kecut.
"Aku mau mengatakan kalau kamu bukan Alina yang dulu? sudahlah Al Basi tau gak.!!" Aditya melangkah pergi meninggalkan Alina.
"Aku berjanji kepada mu Aku pasti akan kembali, entah itu saat kamu sudah menikah yang penting aku akan kembali dan menepati janjiku.." Teriak Alina
_______________________________________
__ADS_1