
Jam saat ini menunjukkan pukul 3 dan saat ini mereka sudah berada di depan rumah Aditya.
''Bunda..'' teriak Adit memanggilnya ibunya yang tak kunjung datang.
''Mungin mama lagi di kamar kamu langsung masuk aja aku mau ganti baju dulu'' suruh Aditya dan langsung menuju kamarnya yang berada di lantai 2 sedangkan Alina jalan menuju kamar Bunda Ana yang terletak di lantai 1 di samping ruang keluarga.
''Bun.. Bunda ini Alina, Alina masuk ya'' Alina mengetuk pintu kamar terlebih dahulu sebelum membukanya. Alina yang melihat Bunda Ana menangis langsung berjalan cepat menuju bunda Ana.
''Bunda kenapa..?? kenapa bunda bisa nangis?? siapa yang membuat bunda kesayangan Aditya Adiwangsa menangis'' tanya Alina penuh rasa curiga.
''Ehh.. kamu sudah datang, kapan datangnya'' Bunda Ana mencoba mengalihkan perhatian
''Baru bunda, Jawab Alina bunda kenapa bunda nangis jangan bilang kalau bunda hanya kelilipan, Alina sudah besar bunda Alina sudah tidak bisa di bohongi lagi. Please Bunda jawab pertanyaan Alina sejujur jujurnya'' Alina memegang tangan Bunda Ana untuk meyakinkan bunda Ana kalau bunda Ana tidak sendirian
''Ayah Adit tadi menelfon Bunda, katanya dia ingin mengambil Aditya dari bunda, Bunda takut Alina, bunda takut Adit lebih memilih Ayahnya dari pada Bunda'' Bunda Ana semakin menangis
''Gak mungkin Bunda, Aditya sudah dewasa dia pasti bisa berfikir siapa yang paling terbaik buat dirinya, siapa yang selalu ada untuknya, Jangan khawatir Bunda Alina yakin kalau Adit akan lebih memilih Bunda Ana daripada Ayahnya'' Alina berusaha meyakinkan bahwa Adit tidak akan pernah salah memilih.
Aditya yang sudah dari tadi berada di depan pintu, Aditya mendengar semua pembicaraan Alina dan bunda Ana langsung berbicara
''Bun.. bunda jangan sedih lagi ya Adit janji Adit akan selalu ada di samping bunda Adit sayang banget sama bunda gak mungkin Adit ninggalin bunda, Karena Adit akan selalu bersama bunda, bunda harus kasih Adit hadiah'' Aditya mencoba menghibur bunda Ana
''Apa..'' Tanya Alina yang sedikit kesal namun hanya di tanggapi senyum oleh Bunda Ana
''Cuma aku butuh 2 kok yang pertama bunda jangan nangis lagi karena kalau bunda nangis aku yang akan tersiksa melihat bunda kesayangan aku menangisi seperti tadi'' sambil mengelus lembut pipi bunda Ana
''yang ke 2 buatkan aku makan aku sudah lapar hari ini Please bunda'' Aditya menyatukan kedua tangannya dan memohon kepada Bunda Ana.
''ada ada saja anak ini, ia bunda akan memasakkan kalian makanan..'' Bunda Ana bergegas untuk pergi namun di tahan oleh Alina
''Biar Al yang masak bunda hari ini Al akan masak makanan yang enak banget'' langsung pergi ke dalam dapur
'' kok firasat Adit gak enak ya bunda..'' Adit memegang dadanya
__ADS_1
''kamu ini'' Meninggalkan Aditya yang masih termenung
......26 Menit kemudian...
...
''Foie Gras, Makanan dari Prancis yang sudah ada sejak 20 abad yang lalu bahan utamanya adalah hati angsa atau bebek yang dibuat pasta.'' Jelas Alina kepada Aditya dan Bunda Ana yang sudah dari tadi duduk
''Aku ragu dengan masakan mu'' Aditya tersenyum canggung
''Mama pernah buat ini waktu liburan ke Prancis, aku melihat dan membantu mama masak tapi itu udah lama makanya aku lihat lagi di internet bahan bahan. Aku juga sedikit ragu dengan masakan ku kalau tidak mau di makan biar aku buang aja'' mengambil Makanannya lagi
''Udah capek capek masak masa gak di makan, kelihatanya enak'' Ucapan Bunda Ana dan langsung mencicipi makanan yang dibuat Alina
''Wow.. kamu memang berbakat ini enak sekali'' ucapan Bunda Ana yang terkagum-kagum
''Serius Bun??'' Alina penasaran dengan hasil masakannya sendiri karena tadi tidak sempat mencicipi masakannya
''Syukurlah kalau Bunda suka.. '' melirik Aditya yang sudah asik memakan masakan Alina
'' Tadi ada yang ngomong ragu dengan masakan ku tapi kenapa lahap banget'' Alina menyindir Aditya yang asik makan Namun tidak di gubris sama sekali oleh Aditya...
Selang beberapa saat mereka makan Gus ngobrol terdengar suara keributan security dari depan rumah Aditya..
''Bunda takut itu Ayah Adit'' Bunda Ana tertunduk karena takut..
''Jangan Takut bunda Al dan Adit akan selalu ada di depan bunda, jangan takut bunda selagi masih ada kita bunda tidak akan terluka..'' ucap Alina yang merangkul pundak Bunda Ana
Merekapun jalan menuju tempat keributan
''Akhirya kalian keluar juga, tau tidak dari tadi aku sudah di sini tapi para security yang Gila ini aku tidak bisa masuk'' ucap pria yang umurnya sekitar 50 tahun yang bernama Hans
__ADS_1
''Apa tujuan anda ke mari'' ucap Adit dingin
''Apa kau tidak kangen dengan Ayah kandung mu Apa kau tidak ingin aku masuk dulu??'' ucap Hans
''Maaf tidak ada tempat di rumah ini untuk menerima tamu seperti Anda..'' Ucap Aditya semakin dingin
''Baiklah Ayah cuma mau mengatakan ayo ikut ayah.. Kalau kau di sini hidup mu akan menderita bagaimana pun dia itu ibu tiri mu dan aku Ayah kandung mu'' ucapan Hans yang hendak menyentuh lengan Adit
''Aku lebih baik tinggal dengan orang yang gak punya hubungan darah dengan ku tapi dia bersikap baik dan tulus daripada tinggal dengan keluarga seperti mu yang cuma bisanya memanfaatkan aku'' Aditya semakin marah karena mendengar ucapan pria yang ada di depannya itu.
''Tapi bagaimana pun aku ini Ayah mu aku mau kau tinggal dengan ku dan kamu bisa bekerja sama ku'' Ucap Hans lagi lagi ingin menyentuh lengan Adit namun di tepis kasar oleh Aditya
''Security usir dia dari rumah ku dan satu lagi jangan pernah biarkan dia menginjak kakinya di depan gerbang rumah ku apa lagi di teras rumah ku akan ku penggal kalian semua'' Ancaman Aditya yang menatap tajam para Security yang menjaga keamanan rumahnya
Dengan sigap semua security itu melakukan tugasnya..
Alina yang bingung dengan pembicaraan Adit dan Hans merasa heran karena dia belum pernah bertemu Hans sama sekali dan dia tidak mengerti pembicaraan mereka tadi.
''Pasti Alina kamu bingung ya'' Bunda Ana mengelus rambut Alina
''Ia Bun.. Al bingung soalnya Al gak pernah berani nanya soal ayah Hans kepada Adit'' Alina merasa takut menyinggung perasaan Adit
''Kita masuk biar aku jelaskan'' Ucap Adit dan langsung masuk ke ruang tamu, Alina dan Bunda Ana mengikuti Adit
.....Sesampainya di ruang tamu.....
''Kenapa kamu dari dulu gak pernah nanya soal Keluarga ku?'' tanya Adit yang menatap wajah takut Alina
''beberapa aku mencoba untuk menanyakan hal itu kepadamu tapi kamu selalu mengelak pertanyaan itu, Sampai akhirnya aku berfikir itu tidak urusan Aku'' Alina kembali tertunduk
''Bunda ke kamar dulu kamu ceritakan ya ke Al'' ucap bunda Ana dan berjalan menuju kamar tidurnya
''Maaf aku menyembunyikan semua dari kamu. Tadi itu Ayah aku kamu pasti tau namanya tapi tidak tau gimana orang, Dulu Dia menikah dengan ibu kandung ku dan aku hasil buah cinta mereka sampai akhirnya ibu aku meninggal dunia setahun setelah itu Ayah nikah lagi dengan Bunda Ana. Awalnya aku gak percaya sama bunda Ana sampai ada masa dimana aku di tampar di tempat umum oleh ayah kandung ku sendiri dan orang yang tidak ku percayai itu malah melindungi aku, Dia sering kasar ke bunda Ana tapi bunda berusaha untuk tidak memberi tau aku tapi semuanya sia sia dia tutupin rumah ini punya banyak CCTV aku bisa melihat perlakuan ayah ku sendiri kepada wanita yang Malang itu. Sampai Aku menyuruh mereka pisah dan melaporkan perbuatan ayahku ke kantor polisi mereka berhasil pisah dan seharusnya saat ini aku tidak tinggal dengan Ayah ataupun Bunda Ana karena Ayah memiliki sikap yang kasar dan bunda Ana bukan ibu kandung ku tapi dia mengangkat aku menjadi anaknya dan berjanji untuk merawat aku. Sampai sekarang aku tidak pernah di perlakukan kasar lagi malah aku hidup dengan damai, Bunda Ana memberikan aku sosok Ibu sekaligus Ayah bagiku'' Aditya tersenyum saat dia mengingat kebersamaannya dengan bunda Ana
__ADS_1
''Kamu beruntung, walaupun kamu kadang nyebelin tapi aku tau sebenarnya kalau perhatian banget'' Alina menyentuh tangan Adit.
...____________________________________________...