
...*Pagi hari*...
Tristan sudah berada di dapur, Dia berusaha untuk memasak sesuatu untuk sarapan. Namun di tengah tengah Tristan memasak Bunga tiba tiba muncul.
"Lagi masak apa?" tanya Bunga yang sedari tadi memperhatikan Tristan
"Astaga setan" Tristan terkejut mendengar Bunga yang mengejutkannya
"Kagak ada akhlak lu ya, Cewek cantik gini di bilang setan" kesal Bunga
"Ya sorry, habisnya lu ngagetin." Tristan kembali fokus untuk masak
"Lagi masak apaan sih?" tanya Bunga lagi
"Nasi goreng" Jawab Tristan singkat
"Emang tau masaknya?" Bunga tidak percaya kalau seorang Tristan pandai memasak
"Ini lihat Google.." Tristan menunjukkan handphonenya.
Tidak ada sautan dari bunga, Bunga melangkah mendekati Tristan dan melihat kekacauan yang terjadi di dalam dapur.
"Ini lu lagi perang atau lagi masak? Berantakan amat" Bunga membereskan kekacauan yang di buat Tristan
"Hehe Sorry berantakan, Maklumlah baru pertama kali masak'' Tristan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Gue maklumi, Eh gak gitu cara memakai pisau" Omel Bunga yang melihat Tristan memakai pisau dengan sangat cepat
"Di video ini dia cepat banget pakai pisau, Yah gue ikutin" jawab Tristan tidak merasa salah
"Dia sudah profesional dan lu masih pemula. Lu mau jari tangan lu hilang, Udah sini gue aja." Bunga mengambil alih pisau itu
"Lah jadi gue?" tanya Tristan
__ADS_1
"Lebih baik lu duduk daripada lu tambah membuat kekacauan. Tidak ada penolakan" Ucap Bunga sembari menatap tajam Tristan. Tidak ada jawaban dari Tristan, Tristan langsung diam dan memutuskan untuk duduk.
*10 Menit kemudian*
"Nah siap juga makanannya" Ucap Bunga
"Sini aku bantu" Tristan mengambil masakan itu dan menaruh
"Cie.. Pagi pagi sudah berduaan" Goda Alina
"Apaan sih.." Ucap Tristan sembari senyum senyum sendiri
"idih pakai acara senyum senyum lagi" Ledek Alina
"Udah lebih baik Alina bangunin Adit dan Claudia biar kita sarapan, Aku beresin ini dulu" Bunga fokus memberikan bekas masakannya.
"Ia calon kakak ipar" ucap Alina dan langsung lari
"Apaan sih Alian" ucap Bunga sembari menatap Alina yang sedang berlari.
"Iya in aja" Jawab Bunga singkat.
Sekitar 15 Menit kemudian Alina turun ke lantai satu dengan membawa Adit dan Claudia turun.
Dengan cepat Adit dan Claudia duduk dan langsung memakan masakan Bunga
"Enak" Singkat padat dan jelas itulah kalimat yang di ucapkan Claudia.
"Namanya juga masakan handsome brother" ucap Tristan sembari menaikkan alisnya
"Beneran?" tanya Adit tidak percaya
"iyain aja Adit, dia bantu masak kok tapi cuman 5%, selainnya dia bantu mamberantakin satu dapur" ucap bunga sembari fokus memakan masakannya
__ADS_1
"syukur di bantuin" ucap Tristan nyolot
"udah udah kok jadi begini sih, Kakak jadikan daftarin aku ke kampus?"tanya Alina mengalihkan pembicaraan
"Ya Jadilah kamu tinggal pilih kampus yang mana Nanti Kakak daftarin deh di sana.''bocah Tristan kembali fokus
''terserah Kakak aja, soalnya aku hanya melanjutkan semester akhir ku saja dan tinggal beberapa bulan lagi aku akan segera lulus, baru deh aku kerja" Ucap Alina sembari tersenyum kecut
"Lah kok jadi tidak bersemangat gitu?" tanya Bunga
"emangnya aku boleh cerita?" tanya Alina
"Yah bolehlah" Jawab Bunga sembari tersenyum hangat
"Nanti saja saat aku sudah pergi" ucap Tristan
''handsome brother apakah kami boleh ikut?" tanya Adit
"Aku juga mau ikut handsome brother" ucap Claudia
"Kenapa jadi mau ikut Handsome brother?" tanya Alina
"Ia Bun Bun, soalnya kalau cewek sudah ngobrol susah ngepisahin nya, lebih baik kalian berdua saling curhat lalu Aku dan Claudia pergi ikut Handsome brother" jelas Adit
''Boleh ya Handsome brother" bujuk Claudia
"Ia boleh, habiskan dulu sarapannya lalu kita pergi" ucap Adit.
Setelah mereka selesai sarapan Tristan pun memutuskan untuk pergi dan mengajak Adit dan Claudia, Sementara Bunga mengajak Alina untuk duduk di tepi kolam renang
"Sekarang kita sudah berdua, Kamu boleh cerita" ucap bunga
"aku bingung mau mulai cerita dari mana" ucap Alina sembari tersenyum kecut
__ADS_1
"Dari awal mulanya kejadian sampai awal permasalahannya" ucap Bunga
___________________________________________