AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
Pasrah


__ADS_3

"Al.." panggil Aditya dari belakang


"Kakak pergi dulu, kamu bicara sama Adit'' ucap Tristan pergi meninggalkan Alina


*Alina mengangguk sembari tersenyum hangat*


Aditya duduk di samping Alina, tidak ada percakapan yang mereka lontarkan satu sama lain. Alina tetap memandang ke arah pantai dan sesekali tersenyum melihat 9 orang sahabatnya bermain dengan Adit dan Claudia sedangkan Tristan dan Bunga tidak tau hilang ke mana.


"Al.."


"Iya.."


"Aku sudah memutuskan untuk tidak pergi lagi meninggalkan kamu, aku sekarang akan tinggal di Indonesia dan menetap di sini" ucap Aditya


"Maksudnya?" Alina bingung dengan pembicaraan Aditya saat ini


"Aku akan tinggal di sini lagi, apakah kau mau tinggal di sini?" Tanya Adit semangat


"Aku?" Alina semakin bingung


"Ia, kamu mau tinggal lagi kan di sini?" tanya Aditya


"Dit, maaf aku akan tetap kembali ke New York karena..." Alina tidak meneruskan perkataannya


"Karena apa Al?" Ada rasa kecewa yang tiba-tiba muncul di hati Aditya saat ini.


"Ka-karena aku ingin membawa keluarga ku untuk tinggal bersama ku di New York, dan mungkin untuk waktu yang cukup lama" ucap Alina


Tidak ada komentar apapun dari Aditya. Rasa kecewanya saat ini semakin bertambah dan rasanya saat ini Aditya ingin sekali berteriak


"Maafin aku Dit.." ucap Alina


"Kamu gak salah, seharusnya aku yang tidak terlalu berharap. aku fikir dengan aku kembali ke Indonesia kamu juga akan kembali ternyata tidak, malah kamu ingin mengajak Mama Sabri dan kak Tristan ikut pergi sama kamu. Aku akan selalu menunggumu.." Jawab Aditya dan langsung pergi meninggalkan Alina namun langkah kaki Aditya terhenti karena Alina manggilnya


"kamu cari wanita lain ya Dit, aku akan ikhlas melepas kamu dan aku berharap semoga wanita yang bersamamu nanti akan jauh lebih baik dari aku dan harus mengerti mu. Saat kita berpisah nanti dan kamu menemukan wanita yang lebih baik dari aku tolong jangan katakan kalau kamu dulu pernah mencintai Sahabat sendiri karena itu akan menyakiti hatinya. tak ada wanita yang menginginkan laki-lakinya diambil atau direbut oleh wanita lain, Aku titip salam untuk wanita yang bersamamu nanti katakan kepadanya kalau dulu kamu punya teman yang sangat egois dan mementingkan perasaan sendiri daripada perasaan orang lain. kamu harus bahagia Dit, percayalah saat ini aku sudah mencintaimu namun kita tidak akan bisa bersatu" Alina mengecilkan nada suaranya

__ADS_1


Aditya membalikkan badannya menghadap Alina lagi. mendengar perkataan Alina, Aditya tersentak kaget hatinya hancur berkeping-keping bagaimana orang yang sangat Aditya cintai mengatakan kalau sekejam itu parahnya.


''Seharusnya aku tidak ikut bersama kalian ke sini supaya aku tidak bisa mendengar ucapan pahit yang kau lontarkan sendiri Alina. Kau sungguh tega, kenapa hal seperti itu harus kau bahas sekarang?!" setetes air mata Aditya jatuh membasahi pipinya


''maafkan aku Aditya..'' ucap Alina menundukkan kepalanya


''Apa kau ingat janji kita waktu dulu, waktu umur kita masih 8 tahun kita berdua pernah berjanji untuk tidak saling meninggalkan dan dulu kau meminta aku menikahimu supaya kita tidak terpisahkan. Aku tahu aku telah meninggalkanmu untuk beberapa bulan tapi aku kembali karena teringat janjiku padamu. namun sekarang kau tega menyuruh ku pergi lagi meninggalkan mu?" tanya Aditya sembari tersenyum kecut.


"Aku gak mau bahas ini sekarang, aku ke sini untuk memenuhi janjiku ke Papa setelah itu aku harus menyenangkan sahabat dan Anak ku" ucap Alina berjalan menjauhi Aditya.


Saat ini Alina berjalan tanpa tujuan, ingin sekali rasanya menangis namun air matanya tak sanggup untuk keluar.


...*Malam hari di Hotel*...


"Alina pergi ke mana?" tanya Tristan cemas


"Kita juga gak ada yang tau, Alina pergi tanpa memberi tau kami" ucap Leo


"Aditya.. terakhir kali Alina bersama mu, apa kau melihat Alina pergi ke mana?" tanya Tristan


"Kau sebenarnya pergi ke mana Al" ucap Wiliam khawatir.


Semua yang berada di hotel sangat panik saat tau Alina tidak ada kabar sama sekali. Mereka sudah mencari di sekitar hotel, Di sekitar pantai bahkan Mereka sudah mencari di wahana yang mungkin Alina kunjungi namun Alian sama sekali tidak di temukan


*Tut.. Tut.. (Suara Handphone Bunga)*


"Halo Alina kamu dimana" mendengar ucapan Bunga yang menyebut nama Alina sorak semua yang ada di sana kaget dan menghampiri Bunga


"loudspeaker" suruh Tristan. dan segera Bunga langsung menuruti perintah Tristan


"Al, kamu di mana? kenapa kamu gak beritahu kalau kamu mau pergi'' ucap Tristan panjang lebar


"Al baik baik aja kok kak" jawab Alina singkat


"Kamu di mana Al, kakak akan ke sana sekarang. Cepat beritahu lokasi mu" ucap Tristan

__ADS_1


"jangan kak, saat ini Al hanya ingin sendiri. Al akan segera pulang kok, kalian bersenang senanglah, Maaf karena aku telah membuat kalian khawatir" ucap Alina


"Bun Bun apakah kau marah?" tanya Claudia


"Iya Bun Bun apakah kau marah karena kami memakan ice cream terlalu banyak?" tanya Adit


''Enggak kok sayang bunda gak marah sama kalian, tapi saat ini bunda harus pergi hanya sebentar kok.. kalian jangan nakal ya sayang, Bunda sayang kalian" ucap Alina menenangkan Adit dan Claudia


"Kak bunga Al titip Adit dan Claudia dulu ya' ucap Alina


"Iya Al, kakak akan jaga mereka kok" ucap Bunga


"guys aku minta maaf ya karena saat ini aku pergi dulu, hanya sebentar kok. Aku akan segera pulang" ucap Alina


"Iya, kamu hati hati di sana Al" jawab Ziva


''Jangan lama lama ya Al" ucap Rebbeca


"Iya.." Sahut Alina


"Al, kalau kamu mau di jemput bilang sama aku ya" ucap Michella


"Iya Michel" ucap Alina


"Al sebenarnya kamu ada di mana sih?" tanya Arga


"Ada di hati mu" bercanda Alina


"Seriusan Alina" sahut Adam


"Ia aku ada di hati kalian, udah ah aku mau mandi dulu" ucap Alina


"Bye semua" ucap Alina mematikan telfonnya


...*Di Villa keluarga Alina*...

__ADS_1


"Maafin aku guys karena tidak memberi tau kalian, aku hanya ingin menenangkan diri ku saja" ucap Alina tersenyum pasrah


__ADS_2