AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
Persyaratan


__ADS_3

Setelah Pulang dari mall Alina langsung memberi tau Mamanya.


''Ma.. Apa kau tau tadi aku bertemu siapa di Mall'' Alina memberi tau Mama Sabri


''Tidak, emang kamu bertemu siapa?'' Tanya Mama Sabri balik


''Leo.. kak Leo.. udah pulang dari Prancis..'' ucap Alina Senang


''Nanti malam jam 7 kak Leo aku ajak ke rumah untuk makan malam bersama'' ucap Alina lagi


''Mama senang mendengar kata-kata mu'' ucap Mama Sabri sembari tersenyum karena melihat anaknya tersenyum bahagia..


''oh ia tadi Bunda Ana, Bundanya Adit mama suruh datang ke rumah untuk makan malam'' ucap Mama Sabri menambahkan ucapan nya


''Untuk apa ma?'' tanya Alina bingung


''Gak ada apa apa kok cuma mau ajak Mereka makan malam bersama saja, jadi di makan malam kali ini mama yang akan memasak..


Kamu telfon Aditya sana suruh dia siap siap..'' ucap Mama Sabri lagi


''Baik ma..'' Ucap Alina tersenyum canggung


...di dalam kamar...


''Gak.. Gak mungkin Adit suka sama aku, Orang dia biasa aja sama aku, kita itu cuma sahabat'' Alina berusaha untuk tidak terpengaruh oleh perkataan Arga


''Oke sekarang aku harus nelfon Adit..'' ucap Alina lagi sembari mencari kontak Adit di Handphonenya


Tut.. Tut...


''Halo..'' Jawab Adit dari seberang sana


''Halo dit.. Ka..kata Mama, Bunda Ana dan kamu akan datang ke rumah ku hari ini untuk makan malam?'' Tanya Alina


''Emang kenapa, selama ini tidak pernah ada masalah kalau aku ke rumah mu apa saat ini aku tidak boleh lagi masuk lagi ke rumah mu?'' tanya Adit..


''Bu..bukan gitu maksudnya aku Adit.. Aku hanya ingin bilang nanti Datangnya jangan terlambat..'' ucap Alina menenangkan Aditya


''oh.. kalau sudah tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan aku tutup telfonnya'' ucap Aditya yang hendak mematikan telfonnya


''Adit tunggu jangan di tutup dulu, Al masih ingin menanyakan sesuatu sama Adit'' ucap Alina


''Mau nanya apa?'' ucap Adit ketus


''Kata Arga Adit suka sama Al, Apa itu benar?'' Tanya Alina ragu


''Nanti aku ke rumah mu'' ucap Adit sembari mematikan telfonnya


''Adit..Adit.. ihh kenapa menghindari pertanyaan Al.. kan Al masih mau ngomong sama Adit'' Alina marah dan mencampakkan handphonenya ke Meja yang berakhir Di lantai.. Seperti dugaan Handphone Alina pecah


Malam Harinya Jam 6.50 Leo sudah sampai di rumah Alina


''Bagaimana Aku gak terlambat kan?'' ucap Leo


''kecepatan 10 menit'' ucap Alina

__ADS_1


''bagus dong supaya Alina tidak menunggu'' Ucap Leo lagi


''Nak Leo kapan datangnya kok tidak langsung main ke rumah?'' ucap Mama Sabri menimpali


''Baru beberapa hari kok ma.. Oh ia ini aku bawa oleh-oleh dari Prancis semoga Mama, Papa, Alina dan Tristan suka ya'' ucap Leo sembari memberikan 4 paper bag


''Terimakasih nak Leo ayo masuk dulu'' ucap Mama Sabri


Tok..Tok..Tok..(suara pintu di ketuk)


''Eh.. Bunda sudah datang" ucap Alina berlari ke arah Bunda Ana yang baru saja datang


''Ia sayang.. Kamu apa kabar?'' ucap Bunda Ana


''Baik Bun.. seperti yang bunda lihat, Bunda ku apa kabar?'' tanya Alina balik


''Baik, Karena Adit selalu menjaga bunda seperti yang kamu peringatkan kepadanya untuk selalu menjaga bunda'' ucap Bunda Ana sembari melirik Adit


''Silahkan masuk kita akan segera menyantap hidangan yang sudah istriku masak'' ucap Papa Mirren


''baiklah'' ucap mereka bersamaan


10 Menit berlalu namun Adit belum mengeluarkan suaranya sama sekali.


''Nak Adit.. Apa kamu sedang sakit?'' tanya Mama Sabri


''Tidak ma..'' ucap Adit singkat


''Apa kamu sedang ada masalah kenapa dari tadi kamu diam saja'' ucap Papa Mirren menimpali


''Apa kamu bertengkar dengan Alina?" ucap Tristan tidak percaya kepada apa yang di ucapkan Adit tadi.


*Adit menggelengkan kepalanya*


''Adit aku ingin berbicara dengan mu'' ucap Alina menimpali.


*Adit melirik Alina lalu segera berdiri*


''Adit Permisi dulu.. Ada pelajaran yang harus Adit dan Alina bahas'' ucap Adit lalu memilih untuk pergi


*Alina mengikuti Adit dan mereka berhenti di kolam renang rumah Alina yang tampak sepi*


"Mau berbicara apa??" Tanya Adit tanpa basa-basi


"Apa kau marah dengan ku?" Tanya Alina


"Marah? kenapa harus marah" Tanya Adit balik


"Maaf kalau salah tapi Arga mengatakan kalau kamu Suka sama aku" Ucap Alina sembari menundukkan kepalanya


"Kamu mendengarkan perkataannya?" Tanya Adit lagi


"Aku tidak tau, Tapi saat aku memilih mu memutuskan untuk pergi padahal makanan yang kita pesan belum sampai, atau melihat mu yang menjadi pendiam di depan keluarga ku, rasanya itu bukan Adit yang ku kenal" Ucap Alina lagi sembari melihat mata Adit


"Maaf telah membuat mu gelisah dan berfikiran kalau aku tidak ingin bertemu dengan keluarga mu lagi, Tapi saat ini perasaan ku tidak karuan" Ucap Adit yang berusaha untuk tidak menatap mata Alina

__ADS_1


"Apa perkataan Arga benar?" Tanya Alina lagi


"Maaf aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu" Melangkah pergi


"Tunggu dit.. Aku masih belum mendapatkan jawaban ku" Alina menghentikan langkah Adit


"Apa yang harus ku katakan Al" Adit membalikkan tubuhnya dan berharap kembali dengan Alina


"Jujur dit" jawab Alina


"Kalau kejujuran membuat kita terpisah, Aku tidak akan melakukan itu" Jawab Adit dan menatap Mata Alina dengan bergetar


"Kita tidak akan berpisah.. Apapun alasannya dan siapa yang akan menghacurkan istana yang telah kita bangun dengan Indah?" Tanya Alina balik


"Aku.. Aku yang akan menghancurkan istana yang telah kita bangun bersama" Ucap Adit lagi


"Apa maksudmu dit apa kamu akan meninggalkan aku?" Tanya Alina, Namun tidak di jawab oleh Aditya


"Jawab dit.. Apa kau akan meninggalkan aku.. Kau telah berjanji kepada ku untuk tidak meninggalkan aku. Jawab Aku Adit Apa kau akan meninggalkan aku" ucap Alina yang meninggikan suaranya.


"Aku telah mengkhianati persahabatan kita Al, Maaf.. Maafin aku" Ucap Adit menundukkan kepalanya


"Cuma Ada dua persyaratan di persahabatan kita dit. Yang pertama kita harus membagi semua keluh kesah dan kebahagiaan kita dan yang kedua..." Alina menghentikan perkataannya dan membuka matanya selebar mungkin


*Aditya menganggukkan kepalanya*


"Gak.. gak mungkin dit kita berdua sudah berjanji untuk tidak saling mencintai, kita boleh saling mencintai tapi hanya sebatas Persahabatan.." ucap Alina lagi


"Ini yang ku takutkan dari awal Al.. Aku takut salah satu dari kita mengkhianati persahabatan kita entah itu kamu maupun aku" ucap Aditya lagi sembari meneteskan air matanya


"Sejak kapan?" ucap Alina lagi


"Tidak tau, tapi saat kamu berpelukan dengan Leo tadi aku merasa aku sangat sakit.." Menunjukkan kepalanya


"Aku merasa lega sudah jujur, Maafin aku Alina atas perasaan ini tapi aku mau persahabatan kita tetap berjalan jangan berhenti hanya karena sebuah perasaan" ucap Adit kembali menatap wajah Alina


"Al kenapa kamu menangis, Jangan menangis karena ucapan ku yang tidak berfungsi apapun" ucap Adit sembari menghapal air mata Alina


"Kamu lega tapi aku terbebani atas ucapan mu. Aku takut setelah ini persahabatan kita berubah" ucap Alina


"Tidak ada yang akan berubah, kita akan tetapi seperti yang dulu, berjanjilah kepada ku untuk tidak mementingkan perasaan ku tadi dan anggap saja perkataan ku tadi hanya sebuah lelucon belaka, Please jangan berubah" Ucap Adit memohon


"Aku akan menganggap hari ini tidak terjadi apa-apa" ucap Alina sembari tersenyum


"Ayo kita kembali pasti mereka mencari kita" ucap Alina sembari menarik lengan Adit


...ruang makan...


"Kalian darimana Membahas Pelajaran Seperti membahayakan urusan percintaan" ucap Tristan


"Apa yang harus ku lakukan kak dia tidak mau mendengarkan perkataan ku sekali saja" ucap Adit mengaduh


"Benar dia memang tidak pernah mau mendengarkan ucapan siapapun kecuali Kakaknya itu" ucap Mama Sabri menuduh Tristan


"itu bukan salah ku" ucap Tristan sembari angkat tangan dan mengundang tawa dari mereka

__ADS_1


___________________________________________


__ADS_2