AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
Aliza?!


__ADS_3

Samar samar Alina mendengar suara orang yang sedang menangis, perlahan Alina membuka matanya. Benar saja saat ini Alina Melihat Tristan, Bunga, Adit, Claudia, Ziva, Arga, Anggi, Leo, Rebbeca, Michella, Wiliam Adam, Danny sedang berdiri mengelilingi tubuh Alina.


Ruangan putih dan jarum infus yang sedang menempel di tangan Alina menunjukkan saat ini Alina sedang berada di rumah sakit


"Kak.." ucap Alina


"Kamu sudah bangun Al? Apa yang sakit?" tanya Bunga


"Gak ada yang sakit kok" ucap Alina


"Kenapa kamu ngelakuin ini Al? kenapa kamu ngelakuin hal yang sama dua kali?" ucap Tristan sembari memegang tangan Alina


"Ngelakuin apa kak?" Sebenarnya Alina tau maksud perkataan Tristan tapi Alina menghindari pertanyaan Tristan


"Kenapa kau gak makan ataupun minum, kamu tau tidak kalau tubuh kamu dehidrasi!" ucap Tristan sembari meninggikan suaranya


"Maafin Al kak, Al gak makan karena Al lagi diet aja kok" ucap Alina berbohong


"Diet? gak makan, gak minum di sebut diet?" tanya Ziva


Alina terdiam tidak menjawab perkataan Ziva, Alina melihat teman teman nya yang masih setia menunggunya. Namun saat Alina sadar kalau Aditya tidak ada Alina mengerti kalau saat ini Aditya sedang marah kepada nya.


"Kak Tristan aku mau ngomong sama kakak'' ucap Alina


"Ngomong aja.." sahut Tristan


Mengerti dengan maksud Alina, bunga mengajak yang lain untuk keluar dan mempersilahkan Tristan dan Alina berbicara berdua.


"Mau ngomong apa adik kakak" Tristan membelai lembut rambut Alina


"Tas aku mana kak?" tanya Alina


"Ini, untuk apa tas kamu?" tanya Tristan


"Kak di dalam tas Al ada sebuah Amplop, bukalah" ucap Alina


"Amplop apa Al?" tanya Tristan sembari membuka tas Alina.


...*Isi Surat*...

__ADS_1


Hai Putri kembar Papa...


Kalian baik baik aja kan sayang


Maaf karena telah menyembunyikan kebenaran selama ini dari kalian berdua.


Papa dan Mama punya Alasan mengapa kalian di pisahkan, jadi tolong jangan membenci kami. Dua buah kalung ini untuk kalian berdua.


Aliza maaf karena Papa jarang menemui mu, Maaf karena telah menyembunyikan kembaran mu dari mu. dari dulu kau selalu bertanya kemana saudara ku tapi papa berjanji kalian pasti akan bertemu.


Alina maaf hanya kau yang tidak di beri tau, Papa tau kau pasti akan marah saat kau di pisahkan dari saudara kembar mu. Sebenarnya dulu kalian sempat bersama selama 1 tahun dan di saat itu umur kalian Masih 4 tahun tapi mungkin Kau akan lupa..


Papa menyayangi Kalian Anak anak Papa


^^^To: Alina & Aliza^^^


setelah mendapatkan Amplop itu Tristan membacanya, Tristan membelalakkan matanya.


"Beberapa hari ini aku berada di Villa kak, aku menepati janjiku untuk mengambil sesuatu yang papa siapkan untuk ku, tapi aku menemukan dua buah kalung dan sebuah surat. Kak apa maksud dari surat yang ditulis langsung oleh Papa?" tanya Alina


Tristan menatap Alina sendu


"Tapi Al mau tau sekarang kak, Apa maksud Papa. Kembar? Aliza? Dipisahkan?" Bentak Alina


"Al tenang dulu ya.. Kamu tenang dulu ya.." ucap Tristan menenangkan Alina


"Kita bicarakan ini nanti sama Mama'' sambung Tristan


"Apa kakak tau?!''


"Selamat Siang" ucap dokter yang tiba-tiba muncul.


"Siang dok, Meu meriksa Alina?" tanya Tristan


"Iya.. pemeriksaan lebih lanjut" ucap dokter


Setelah memeriksa kondisi tubuh Alina, Dokter tersebut bertanya pada Alina


"Apa anda beberapa hari ini tidak mengkonsumsi makanan apapun?" tanya sang dokter.

__ADS_1


*Alina mengangguk kecil*


''Lain kali jangan mengulangi nya karena saat ini lambung kamu sudah luka" ucap sang dokter


*Alina mengangguk kembali*


''Dok" panggil Alina


"iya" sang dokter menatap Alina


"Apa saya boleh pulang?" tanya Alina


"Boleh, tapi infusnya harus di habiskan dulu, dan setelah pulang obat yang telah diberikan jangan lupa untuk di makan" ucap sang dokter


"Baik dok.." ucap Alina senang


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap sang dokter melangkah pergi


"Terimakasih dok" ucap Alina dan Tristan bersamaan


setelah dokter itu pergi Tristan langsung mengambil bubur yang sedari tadi sudah di berikan oleh perawat rumah sakit.


"Makan dulu, bahasa soal itunya nanti saja" ucap Tristan sembari menyuapi Alina


*Alina mengangguk dan menerima suapan dari Tristan*


"Aditya mana kak, tadi Al gak lihat Aditya" ucap Alina


"Lagi di kamar hotel, lukanya belum sembuh, jadi dia obatin'' ucap Tristan


*Alina mengangguk mengerti*


"Apa Aliza mirip aku kak?" tanya Alina


"Bahasanya nanti saja Alina" ucap Tristan


"Tapi aku pengen tau kak!!" seru Alina namun Tristan tidak menjawab


________________________________________

__ADS_1


__ADS_2