AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
LIHAT AJA NANTI


__ADS_3

"Kakak sakit.. "Alina meratap, menggenggam pipi kirinya.


"Kenapa tidak kamu jawab saja? "Tristan masih marah.


"Aku salah kak maafkan aku, Seharusnya aku membalasnya'' Alina marah kepada dirinya sendiri karena mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.


''Kak Tristan.. kenapa kakak ke sini?


Al... kenalin pipi kiri mu merah siapa yang melakukan itu" Tanya Adit yang baru sampai dia merasa heran sekaligus marah karena melihat pipi Alina


''Tadi ada kakak tingkat ngelabrak aku karena aku tidak mau pindah dari tempat duduk ku'' Alina mencoba menjelaskan kepada Adit supaya dia tidak terpancing emosi


''Ngelabrak kamu bilang, tidak mungkin dia hanya ngelabrak kamu sampai pipi kamu merah seperti ini, Pasti dia melakukan sesuatu kepadanya kamu..


katakan sama aku Alina apa yang dia lakukan dan siapa orangnya'' Tanya Adit yang sudah terpancang emosi karena Alina mencoba menyembunyikan hal itu kepadanya.


''Al di tampar cewek dan dia mengatakan kalau dia anak dekan di kampus ini'' jawab Tristan dengan emosi menggebu-gebu rasanya saat ini dia ingin sekali memukul tembok untuk melampiaskan kemarahannya.


''Kurang ajar apa sebenarnya maksudnya melakukan seperti itu kepada Alina..

__ADS_1


Apa dia membanggakan pekerjaan ayahnya yang hanya sebatas dekan..


Dia harus menerima pembalasan dari ku!!" Ucap Aditya dengan marah dan ingin beranjak pergi..


''Tidak usaha aku yang akan membalasnya..


Lihat besok pagi Kampus ini akan berpindah nama menjadi milik Alina'' ucapan Tristan dan senyum dengan sini


''Tidak perlu seperti itu kak, aku sudah tidak apa apa. Walaupun masih sakit tapi sudah tidak seperti tadi kok" Ucapan Alina yang mencoba untuk menenangkan Tristan.


Tristan..


''Tidak usaha kak itu kelihatannya berlebihan..


Al sudah tidak apa-apa'' sekali lagi dia mencoba menenangkan Tristan.


''Tidak ada yang berlebihan Al..'' Tristan mencoba untuk tersenyum kepada adiknya itu


''Terserah.. kenapa kakak kembali ke sini bukannya kakak harus kerja dan mungkin saja papa membutuhkan bantuan kakak'' tanya Alina bingung

__ADS_1


''Tadi handphone kamu tinggal.. ini handphone kamu, Ya sudah kakak pergi kerja dulu'' Tristan Pergi meninggalkan Alina dan Aditya.


''Kakak kamu seram juga kalau sudah marah, Tapi Bagus sih dia melindungi kamu'' Ucap Aditya yang bergidik ngeri melihat sorot tajam mata Tristan tadi


''Ia sih.. Tapi itu belum seberapa, kamu belum lihat kak Tristan kalau sudah di bohongi dia bisa saja mencampakkan yang membohongi kakak ke peliharaannya'' Ucap Alina yang membuat Aditya semakin bingung


''Peliharaan?? emang kakak kamu pelihara apa??'' Tanya Adit semakin bingung


''Harimau..'' ucap Alina tanpa dosa


''Astaga.. Sepertinya aku belum mengenal lebih tentang kakak mu'' keluh Adit..


''Oh ia Al.. Bunda tadi nyuruh aku buat bawa kamu pulang katanya Bunda sih mama mau kamu Nemani mama belanja'' Aditya memberi tahu informasi yang sangat penting dari ibu negara


''Oh ia udah lama aku gak ke rumah kamu nanti aku ke rumah kamu deh..'' Alina mengingat ingat kapan terakhir kali dia datang ke rumah Aditya


''Pala lu meledak udah lama baru 3 hari yang lalu kamu datang ke rumah aku'' Jawab Aditya


''Cie.. aku kamu geli aku dit mending kamu makan aja okey'' Mereka pun melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda

__ADS_1


__ADS_2