AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
AKTING


__ADS_3

''Aku mempunyai 3 orang sahabat namanya Ziva, Arga dan Aditya. namun aku Lebih dekat Dengan Aditya, aku lebih mengenal Aditya lebih dahulu daripada Ziva dan Arga. aku sudah mengenal Aditya selama 9 tahun, persahabatan kami sangat harmonis, kami selalu memberi cerita bersama, selalu menghabiskan waktu bersama, selalu merayakan hari jadi persahabatan kami berdua pada tanggal 12 Desember, bahkan aku sudah dekat dengan Bunda Aditya dan sebaliknya Aditya sudah dekat dengan mama papa aku. sampai ada suatu hari yang membuat semuanya berubah, hari dimana aku merasa semuanya berubah, saat itu aku bertemu dengan Kak Leo. orang yang sudah aku anggap seperti kakak sendiri, saat itu dia baru pulang dari Perancis dan kami tidak sengaja bertemu di mall karena saking senangnya aku memeluk Kak Leo, waktu itu juga ada Aditya, Ziva dan Arga. dan aku mengajak kak Leo untuk makan bersama di rumah namun saat kak Leo pergi suasana menjadi berubah dan aku tidak berpikir macam-macam saat itu sampai aku pulang ke rumah dan aku memberitahu mama kalau Kak leo akan datang untuk makan malam namun sayangnya Mama juga mengundang Bunda Ana untuk makan malam bersama. BTW Bunda Ana itu mamanya Aditya. sampai waktu yang ditentukan untuk makan malam pun tiba, Aditya berubah. Aditya yang dulunya nggak pernah diam Kalau lagi ada di rumah aku namun saat itu dia tiba-tiba menjadi sangat pendiam. kalau ditanya dia hanya menjawab sesingkat mungkin dan sampai akhirnya aku memutuskan untuk bicara berdua dengan Aditya di hari sama, di jam yang sama, dan di menit yang Sama. Kami mau bicarakan dengan sangat baik, iya aku tahu aku memaksa Aditya untuk mengubur perasanya dalam-dalam karena di dalam persahabatan antara aku dan Adit kami sudah saling berjanji untuk tidak mencintai. aku pikir setelah kamu berbicara semuanya akan baik-baik saja namun aku salah semuanya malah semakin kacau di hari yang berikutnya. kesokan harinya aku datang ke kampus dan tanpa sengaja bertemu Kak Leo dan kak Leo memberitahu kalau dia pindah ke Indonesia dan kuliah di kampus yang sama denganku Aku seneng banget Aku memeluk kak Leo lagi. tanpa disadari Adit melihat semuanya dia membawa seorang wanita namanya Anggi sepupu Aditya katanya. entah mungkin karena cemburu Aditya memutuskan untuk pergi dan aku mengejarnya kok tapi Aditya mengusirku dan menyuruhku untuk tidak dekat dulu dengannya sampai pada akhirnya aku menuruti Adit dan berusaha untuk menjauhi Aditya. namun Aditya berbohong kepadaku dia tidak hanya menjauh namun dia juga pergi ke Nederland hanya untuk menghindari ku" jelas Alina panjang lebar sembari meneteskan air matanya


''apa kau mencintai Aditya?" tanya bunga


"Aku tidak yakin dengan perasaanku, aku hanya berfikir Adit hanya sebatas sahabat tidak lebih namun saat Aditya pergi aku merasa hampa hidupku nggak ada arti tanpa nya. Aku tahu aku egois tapi aku sudah menyuruh Aditya untuk tinggal di Indonesia dan membangun perasaan yang Aditya rasakan di dalam hatiku, namun Aditya bilang cinta itu tumbuh sendiri tidak bisa dipelajari'' ucap Alina sembari tersenyum kecut


*kamu lugu sekali Alina" Batin Bunga sembari tersenyum hangat


"Kamu tau gak rasa takut kehilangan adalah salah satu perasaan kita sayang sama seseorang." jelas Bunga


"Maksudnya?" Alina bingung maksud perkataan Bunga


"kamu takut kehilangan Aditya kan itu berarti kamu sudah sayang sama dia dan aku berfikir kamu juga sudah cinta sama Adit" ucap Bunga


"Aku tidak ngerti" Alina semakin bingung


''Apa aku boleh tahu Apa alasan pindah ke New York"ucap bunga


"alasan aku pindah karena aku ingin melupakan kenangan Adit dan membangun kehidupan aku yang baru di sini"ucap Alina sembari tersenyum kecut


"Alina kamu itu sayang sama Adit lebih dari sebatas sahabat, kamu nggak mungkin nggak punya perasaan lebih dan buktinya kamu menghindar, Seharusnya Kalau kamu tidak cinta dengan Aditya kamu menghadapi semuanya bukan malah pergi" ucap bunga menjelaskan


Alina tanpa mengkerutkan dahinya sekarang dia Paham maksud dari perkataan bunga namun dia masih belum yakin dengan peraturannya


"mana handphone-mu" ucap bunga sembari mengeluarkan tangannya


"ini"ucapannya sembari memberikan handphonenya ke tangan bunga


"password-nya?"tanya Bunga


"12 12"ucap Alina


"bahkan kamu membuat password handphone mu dengan hari jadi persahabatan kalian berdua"ucap sembari tersenyum


bunga membuka Handphone Alina dan seketika bunga tersenyum saat melihat wallpaper handphone Alina yang menunjukkan kedekatan Alina dan Aditya.


"jangan menertawakanku"ketus Alina

__ADS_1


tidak ada respon dari bunga, Bunga terus mengotak-atik handphone Alina sampai bunga menghubungi seseorang dari handphone Alina


Tut.. Tut...


*bunga menutup mulutnya dengan jari telunjuknya seolah menyuruh Alina untuk diam dan Alina menganggukkan kepalaku namun dia tidak mengerti apa yang sedang dilakukan bunga*


"Halo.." ucap Bunga


"Iya.." jawab orang dari handphone Alina


"Apa benar ini Aditya?"tanya bunga


"iya benar ini Aditya tapi ini handphone Alina kenapa kau yang nelpon aku?"tanya Aditya


*bunga akting menangis tersedu-sedu*


"Alina.."ucap bunga sembari senggugu kan


"Alina kenapa dan kau siapa?"tanya Aditya khawatir


"tidak penting aku siapa tapi yang penting sekarang Alina kecelakaan dan dia sekarang koma"ucap bunga


"tolong percayalah kepadaku, aku menemukan handphone Alina dan nomor darurat yang Alina simpan itu nomormu. cepatlah datang" ucap bunga sembari mematikan handphonenya.


"Apa yang kamu katakan mengalah? apa kamu menelepon Adit? dan kenapa kamu mengatakan aku kecelakaan dan ke rumah?"tanya Alina bertubi-tubi karena dia sama sekali tidak mengerti


"kita lihat seberapa sayangnya Aditya kepadamu Alina"ucap bunga sembari tersenyum dan mengelus pipi Alina


......Aditya......


"apakah itu benar Alina?"


"apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"tapi memang benar nomor darurat Alina itu nomor ku dan aku yang membuat nomor darurat itu"


"aku harus segera pergi untuk mengetahui kabar Alina yang sebenarnya" ucap Aditya sembari memasukkan bajunya ke dalam koper, sekitar 5 menit kemudian Aditya turun dan menemui Bunda Ana

__ADS_1


"Kamu mau ke mana Adit? kenapa kamu mau bawa koper?"tanya bunda Ana heran


"Aku harus pergi benda, aku jalan dulu"ucap Adit sembari mencium pipi Bunda Ana dan memutuskan untuk pergi.


di tengah perjalanan Aditya teringat sesuatu


*Alina bilang kalau di sudah punya Adit di sana, Aku tidak harus mengkhawatirkan kondisi Alina pasti Adit yang sedang bersama Alina akan merawat Alian sampai sembuh.* gumam Aditya dalam hati


*Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak menemui Aliana secara langsung. Aku tidak boleh mengingkari janji ku sendiri. Maafin aku Alina karena tidak ada aku di samping mu saat ini* Aditya memutuskan untuk membatalkan semua rencananya untuk pergi ke New York.


......Alina......


"Aku tidak yakin kalau dia akan datang. Di sudah bertekad untuk tidak menemui aku selama tujuh sampai sembilan tahun" ucap Alina sembari tersenyum kecut


Tut... Tut....(suara Handphonenya Alina)


"Adit''ucap Alina


"Sini aku yang angkat" ucap Bunga sembari mengangkat telepon dari Aditya


"Halo.." ucap Bunga


"maaf aku tidak bisa ke sana untuk saat ini" ucap Adit


"Kenapa?" tanya bunga


"Tidak papa.. kalau Alina sudah sadar tolong sampaikan kata maaf ku" ucap Adit


"Oh.. Tidak apa apa, lagian sekarang sudah ada laki laki lain di sini" ucap Bunga kesal dan langsung mematikan telfonnya.


"Apa kata Adit?" tanya Alina


"dia tidak bisa datang ke sini" ucap Bunga


"Sudah ku duga" ada rasa kecewa di hati Alina


"Maafin aku Alina" ucap Bunga sembari menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Gak papa kamu gak salah kok" ucap Alina


____________________________________________


__ADS_2