
...Pagi hari jam 05.00...
pagi ini Alina dan Mama Sabri sudah bangun, mereka berencana untuk mencoba membuat makana Prancis yang cukup sulit. Soupe a I'oignon nama makanan yang akan di buat oleh Alina dan Mama Sabri, Mereka tidak tau cara memasak makanan itu tapi mereka sudah pernah Memakannya saat mereka liburan ke Prancis.
Saat ini sudah pukul 06.30 Masakan mereka baru saja selesai Alina menghidangkan makanan di atas meja sedangkan Mama Sabri membereskan hasil kekacauan yang mereka lakukan.
''Al habis ini kamu bangunin kak kamu dan Papa ya supaya mereka siap siap udah pagi kerja ini udah jam 07.00'' ucap mama Sabri yang masih mencuci piring. Mereka memiliki banyak sekali pembantu tapi kalau Alina dan Mama Sabri sudah ingin memasak tidak ada orang satu pun di antara pembantu itu yang ingin mengusik mereka Layaknya seorang koki mereka akan memberikan kekacauan yang mereka perbuat tanpa meninggalkan flek sedikitpun.
''Ini masih jam 06.30 mah belum jam 07.00 kebiasaan deh emak emak suka banget bikin orang panik saat orang masih berada di dalam tidur nyenyak mereka'' Alina geleng geleng kepala mendengar perkataan mamanya tadi
''Laksanakan aja Al, gak usah banyak komen'' Mama Sabri sambil melirik Alina yang sudah menuju kamar Papanya karena kamar orang tua mereka berada di lantai 1 sedangkan Kamar Tristan dan Alina berada di lantai 2.
.......Di dalam kamar Papa Mirren.......
''Kebakaran kebakaran.. Tolong Pah kebakaran'' Teriak Alina yang sontak membangunkan Papa Mirren yang sedang tertidur
''Dimana, dimana kebakarannya'' Papa Mirren celingak-celinguk melihat di mana terjadi kebakarannya
''Hahaha'' Tawa Alina menggema di kamar yang sangat luas itu
''Kamu kerjain Papa ya, kalau papa kaget terus tadi papa tiba-tiba Lewat kamu gak punya Papa lagi tau gak'' Ucap kesal Papa Mirren
''Sorry Pah, aku ke sini bangunin Papa sebenarnya ini masih jam 06.32 Tapi mama suruh bilang ke papa ini udah jam 07.00 supaya papa buru buru'' Jawab Alina polos
''Ia deh papa maafin keluar gih papa mau mandi'' Papa Mirren bangkit dari tempat tidur
''Habis ini langsung ke ruang makan ya Pah udah ada makanan spesial dari aku dan Mama Sabri untuk Papa dan kak Tristan'' sembari jalan keluar kamar.
.......Di kamar Tristan.......
Alina masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Dulu Tristan sempat marah ke Al karena masuk tanpa mengetuk pintu tapi saat ini Alina sudah terbiasa masuk ke kamar Tristan tanpa mengetuk pintu sama sekali
''Kak bangun, iPad Apple Al mana??'' Tanya Alina sambil menggoyang goyangkan tubuh Tristan
''Al ini masih pagi bukannya bangunin kakaknya ini anak malah Minta iPad nya'' Tristan yang terduduk kesal dengan sikap Alina yang pagi pagi membangunkan dirinya sambil meminta iPad Apple nya
''kak Tristan udah janji sama Al untuk beliin Al iPad, Al cuma nagih doang kok'' Al memasang senyum manisnya
''Lupa beli nanti aja deh'' Jalan ke kamar mandi
''Tau ah punya kakak pelupa parah'' Keluh Alina sambil keluar dari kamar Tristan menuju kamarnya dia bergegas untuk mandi juga karena dia merasa badannya bau asam
__ADS_1
.....07.30.....
Mereka semua sudah duduk di bangku masing-masing dan melihat makanan yang dibuat oleh Alina dan Mama Sabri.
''Apa lagi ini mah.. Masih pagi Lo Mama mau ngeracunin keluarga kita'' Tristan membuka suara dan mewakili isi hati Papa Mirren yang dari tadi berusaha untuk menerima makanan tersebut
''Enak aja di bilang mau ngeracunin keluarga sendiri, ini itu Soupe a l'oignon makan dari Prancis kita pernah Memakannya kok makanan ini sudah ada sejak zaman Romawi makan yang bernama lain sup bawang Prancis ini baru di kenal dunia Internasional pada tubuh 1960-an.'' ucap Mama Sabri
''Hidangan ini terbuat dari rebusan kuah kaldu sapi kental yang di campur dengan potongan bawang putih tidak sampai di situ saja Soupe a l'oignon juga di sajikan dengan suwiran daging ayam dan keju parut sebagai penambah cita rasa'' Tambah Al yang sudah menghapal isi artikel tentang makan yang akan di buatnya itu
''Kalian yakni makanan ini bisa di makan'' Tanya Papa Mirren memastikan
''Tenang sayang kalau kita keracunan rumah sakit cuma 5 menit dari sini'' ucap mama Sabri dengan menepuk pundak Papa Mirren.
Mereka pun memakan makanan yang di buat oleh Alina dan Mama Sabri..
''Wow kalian memang pintar memasak makanan Prancis'' Ucap Tristan yang terkagum-kagum dengan makanan yang ada di depannya itu
Mereka pun asik makan dengan lahap tanpa menyisakan satu tetes pun, selesai makan
''Ini'' ucap Tristan sambil menyodorkan iPad Apple yang sudah dia janjikan kepada Alina
''Jangan di rusak sampai kakak tau iPad itu rusak dalam sehari kakak pites kamu'' Ucap Tristan yang sudah sering sekali memberikan Alina hadiah namun dalam 1 hari hadiah itu sudah hancur
''siap bos, Yah udah mah pah dan kakak ku tersayang aku pergi dulu jangan rindu
.....Jam sudah menunjukkan pukul 08.00.....
Alina buru buru masuk ke kelasnya karena 10 menit lagi dia akan telat.
''Mau kemana Al?'' Tanya Ziva kepada Alina yang kelihatan panik sekali
''Mau masuk kelas lah lu hal masuk entar telat Lo??'' Tanya Alina sambil menenangkan diri
''Tadi ada pengumuman jam 08.30 semua siswa-siswi yang belajar di kampus ini di suruh ke lapangan katanya ada pengumuman penting banget'' ucap Ziva dengan santainya
''Ada apa ya, jangan bilang ada pemeriksaan kuku, sayang banget dong kuku gue baru seminggu yang lalu di manicure dan pedicure sayang banget kalau di hapus..'' Ucap Alina sambil menatap kuku halusnya
''Lo kira kita anak kelas 3 SD pakai kuku segala di periksa, dasar sahabat aku yang satu ini'' ucap Ziva sambil geleng-geleng kepala nya
__ADS_1
''Gue kira.. Yah udah yuk kita ke lapangan'' Alina berjalan sambil menggenggam lengan Ziva.
setelah sekitar 15 Menit berjalan barulah mereka sampai di lapangan yang sudah hampir di penuhi oleh mahasiswa.
''Ada apa ya kok tumben banget di suruh kumpul kayak gini'' Alina semakin bingung
''Apa mungkin hari ini ulang tahun kampus ya?'' sahut Ziva
''sekarang tanggal 19, ulang tahun kampus tanggal 23 bulan ini apa mungkin di majukan ya?'' sahut Al lagi
''Mungkin aja sih, tapi...'' Ucap Ziva terputus karena sudah mendengar microphone berbunyi
''Baik apa semua mahasiswa semua jurusan sudah ada di sini?'' Tanya dekan
''sudah pak'' ucap Seluruh Mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sana
''Baik, Bapak cuma mau menyampaikan kepada kalian semua bahwasanya Kampus kita ini sudah pindah kepemilikan, seorang mahasiswi membeli kampus ini dengan harga 5× lipat'' ucapan dekan itu sontak membuat semua mahasiswa menjadi ribut
''Keren..''
''siapa maka mahasiswi itu??''
''Pasti dari keluarga orang kaya''
''untuk apa dia membeli kampus ini?''
''Jurusan apa pemilik kampus ini sekarang''
berbagai macam rasa kagum dan pertanyaan terkumpul menjadi satu dari seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi sebuah keributan.
''Tenang semuanya, Mahasiswi ini ada di tengah tengah kita sekarang. Bapak mohon kepada Alina Ophelia untuk maju ke depan'' ucap dekan yang sontak membuat para mahasiswa melihat kepadanya
''Apa kak Tristan benar membeli kampus ini, mati lah aku, aku tidak mau jadi bahan perhatian'' dumel Alina dalam hati
...dengan perlahan Alina menuju ke podium, semua mata tertuju pada Alina sesampainya di podium...
''Berikan sambutan untuk kami semua sekarang anda pemilik kampus ini'' ucap dekan tersebut
''Baik saya berdiri di sini sebagai pemilik kampus ini sekaligus mahasiswi di sini mengharapkan agar tidak ada lagi bully yang dilakukan kakak tingkat terhadap adik tingkat nya kayak kita semua di sini sama sama menurut ilmu tidak ada yang berkuasa disini baik kalian ataupun saya selaku pemilik kampus tapi kalau ada kedapatan seorang mahasiswa ataupun mahasiswi di sini di bully jangan harap yang mem bully akan hidup tenang, dia akan di keluarkan dari kampus ini dan jangan harap akan di terima di kampus lain, hanya ini yang ingin saya sampaikan saya mohon kerja samanya, Terimakasih atas perhatiannya'' Alina turun dari podium dan kembali menuju barisan, sesama di barisan
''Gila sahabat gue sekarang jadi pemilik kampus, eh sorry aku gak maksud ngatain kamu gila'' ucap Ziva takut di keluarkan dari kampus
__ADS_1
''tenang aja kali gue juga Mahasiswi di kampus ini, sebenarnya ini semua perbuatan kak Tristan'' ucap Alina yang tidak ingin sikap Ziva kepada nya berubah
___________________________________________