
...Di Kampus...
"Hai Va.." Sapa Alina
"Hai Al.. Dari mana aja lu'' Jawab Ziva
"Dari rumah lah emang dari mana lagi'' Jawab Alina ketus
"Gimana sama Adit?" Tanya Ziva
"Gimana apanya, Ya gue sama Adit sahabatan" Jawab Alina mengkerut kan dahinya
"Kalau itu sih gue tau" Jawab Ziva tidak kalah Ketus
"lah kalau udah tau ngapain nanya" Jawab Alina santai
"Gimana hubungan Lo sama Adit kan se...."
"Al..." Ucap Leo menghentikan perkataan Ziva
"Kak Leo? ngapain di sini?" Tanya Alina bingung
"Kalau aku bilang aku sekarang tinggal di Indonesia dan Kuliah di kampus yang sama dengan kamu, kamu percaya gak?" Tanya Leo
"Serius.."Tanya Alina Antusias
"Duarius" Jawab Leo dengan senyuman manis
Spontan Alina langsung memeluknya
"senang banget kayaknya Al" Tanya Adit yang baru saja datang dan membawa cewek entah itu siapa
"Eh Adit.. Aku senang banget soalnya kak Leo akan Kuliah di kampus yang sama sama kita" Jawab Alina antusias sampai tidak melihat Orang yang ada di samping Adit
"Ohh.. selama datang di kampus kami Leo" Ucap Adit memberikan ucapan selamat datang
"Terimakasih.." Ucap Leo sembari tersenyum hangat
"Siapa Dit?" tanya Ziva yang sedari tadi diam dan memperhatikan perempuan yang dibawa Adit Kekampus mereka.
Perempuan itu Cantik, tinggi, Memakai pakaian yang sopan, memiliki mata Coklat dan berambut Hitam pekat
"Sepupu gue.." Jawab Adit singkat
"Hai semua Nama aku Anggi pindahan dari Singapura, nice to meet you" Ucap Anggi
"Nice to meet you too " Ucap Alina, Leo dan Ziva bersamaan
"Hari ini kita punya 2 teman baru" Jawab Arga yang tiba-tiba muncul
"Jurusan apa kalian berdua?" Tanya Arga
"Hukum" Jawab Leo dan Anggi bersamaan
"Kamu hukum juga?" Tanya Leo memastikan mana tau dia salah dengar
"Ia aku anak hukum" Ucap Anggi sembari tersenyum
"Gue ke kelas duluan" ucap Adit dan memilih untuk pergi
"Masalah Lo sama Adit belum selesai?" Tanya Arga penasaran
"Masalah apa?" Tanya Leo bingung
"Gak ada masalah apapun di antara kami, Aku susul Adit dulu" ucap Alina dan berlari mengejar Adit.
"Adit tunggu" Ucap Alina namun Aditya tidak kunjung berhenti
"Adit kamu dengar aku gak sih.. tunggu aku dulu dit.." ucap Alina lagi, Namun tetap tidak di respon oleh Aditya.
*Alina berlari mendekati Adit*
"Kamu masih marah sama aku" Tanya Alina yang berhasil berdiri di depan Aditya
"Al tolong ya.. Jangan ngejar aku kamu gak mau kan kalau aku sakit hati" Ucap Adit dan memilih untuk pergi namun sebelum Aditya pergi Alina sudah menahannya lebih dulu.
"Kamu marah sama aku?" Tanya Alina lagi dan lagi
"Aku gak akan pernah bisa marah sama orang yang aku cintai Tapi aku sedang berjuang untuk mengubur perasaan ini dalam dalam. Tolong mengerti kondisi aku.."Ucap Adit sembari menundukkan wajahnya
"Kamu mau menjauh dari ku?" Tanya Alina lagi
"Iya.." hanya satu kata namun bisa menghancurkan satu perasaan
"Oke kalau kamu mau menjauh dari aku, aku akan membantu kamu, Aku akan pergi dari sini dari hadapan kamu, Terimakasih atas persahabatan kita selama ini" ucap Alina dan langsung memutuskan untuk pergi
Hari sudah menjelang sore akhirnya mereka pulang dari kampus itu
__ADS_1
"Hai semuanya" ucap Alina yang melihat Arga, Ziva, Anggi dan Leo yang sedang berkumpul.
"Dari mana aja lu'' Tanya Ziva karena tadi tidak nampak di kelas
"Dari Rooftop" Ucap Alina tersenyum terpaksa
''Cafe yuk gue lapar nih'' ucap Alina sembari mengelus perutnya
''Hai gays" ucap Adit yang baru sampai
''Nah ini lagi satu anak dari mana lu" Tanya Arga
"WC" Jawab Adit singkat
''Gays gue pulang duluan ya" ujar Alina tiba tiba
"Lah kenapa katanya tadi mau ke cafe" Tanya Ziva yang ke bingungan
"Gak papa gue pulang dulu" Ujar Alina yang langsung pergi.
"Al tunggu, Aku ikut kamu" ucap Leo sambil berlari ke arah Alina.
*Merekapun berjalan ke arah parkiran kampus*
"Kamu kenapa sih'' tanya Leo yang sedari tadi diam
"Gak papa kak, cuma mau pulang aja''Ucap Alina
''Kamu marahan sama Siapa Adit?'' Tanya Leo memastikan
''Enggak kok, beneran aku cuma mau pulang aja" ujar Alina yang terus melangkah
''Kita duduk dulu ya, di bangku itu" Leo menunjuk ke arah taman kampus yang dekat parkiran kampus
*Menganggukkan kepalanya*
Mereka berjalan ke taman yang di kelilingi pepohonan dan lumayan banyak bunga di kampus itu.
*Akhirnya merekapun duduk di bawah pohon*
"Cerita sama aku Al.." Leo berucap
*Alina menggelengkan kepalanya*
"Kenapa?" Ujar Leo kembali
*tetap menggelengkan kepalanya*
"Alina bingung kak..." Ucap Alina singkat
"bingung Apa?" Ucap Leo lembut
"Al pulang dulu kak" ucap Alina dan langsung lari ke arah parkiran.
...Sesampainya di rumah...
"Alina pulang.." ucap Alina lemas
''Kamu kenapa?" Tanya Mama Sabri khawatir
"Gak papa Alina cuma mau istirahat, ngantuk" Alina berjalan ke kamarnya.
"Kamu gak makan dulu?" tanya Mama Sabri
"Gak lapar mah.." masih tetap berjalan
*Alina masuk kedalam kamarnya*
"Apa gue salah"
"Apa gue harus menjauh dari Adit"
"Alina semangat ini yang Adit mau, Jadi kamu harus menurutinya" kata kata itulah yang selalu di fikirkan oleh Alina..
Alina memutuskan untuk tidur supaya tidak memikirkan tentang Adit terus menerus.
Hari telah berganti namun suasana hati Alina tetap sama seperti kemarin.
"Pagi Ma.. Pagi Kak.. Pagi Pah.." Sapa Alina kepada ketiga orang yang sedang duduk di meja makan
"Pagi " ucap mereka bersamaan
*Alina mencium pipi ketiga orang yang ada di depannya itu lalu berjalan ke arah ruang tamu*
"Kamu gak sarapan?" tanya Mama Sabri
''Enggak sempat mah.. udah telat" ujar Alina langsung menutup pintu
__ADS_1
...Sesampainya di Kampus...
"Al kamu kok pucat.." Tanya Ziva yang dari tadi memperhatikan Alina saat pelajaran
"Gak papa cuma lemas dikit kok" ujar Alina memijit kepalanya yang terasa pusing
"Mau gue antara ke UKS" tanya Ziva
"Gak usah gue gak papa" ucap Alina sembari belajar
Waktu terus berjalan hari ini hanya ada 2 kelas jadi Alina dan yang lainnya berkumpul di taman.
"Kenapa lu" Tanya Arga
"Gak papa, gak lu gak Ziva nanya gue kenapa. Emang gue selemah itu?" Tanya Alina sembari menahan sakit di kepalanya
"Kata Mama Sabri kamu belum makan sejak kamu pulang dari kampus" ucap Leo khawatir
"Gak mood" Jawab Alina singkat
"Hai gays" ucapan Adit yang baru datang
"Gue pulang duluan" ucap Alina, dia berdiri namun dia merasa bumi ini sedang berputar
"Al tolong dengarin Aku kita ke UKS ya" ucap Ziva yang memohon supaya Alina mendengar kata-katanya.
"Serius gue gak papa.. Please gak usah perhatian gue, Gue gak mau suatu saat kalian ninggalin gue sendiri cuma karena satu hal yang tidak penting" Ucap Alina yang kembali terduduk karena tidak tahan merasa sakit di kepalanya.
"Al.. Dengerin aku ya" Ucap Leo lagi.
"Kak kakak dan Anggi kan masih ada kelas kalian masuk sana aku gak papa kok" Alina berusaha untuk tersenyum
"Tapi Al.. Kamu lagi sakit" ucap Anggi yang tidak tega melihat kondisi Alina yang sangat pucat.
"Anggi bisa tolong bantu gue gak?" Tanya Alina
"Apa? Kamu mau aku beliin makanan atau Aku ambilin obat?" Tanya Anggi yang Antusias
*Alina menggelengkan kepalanya*
"Tolong bawa kak Leo dari sini" ucap Alina
"Tapi Al.."
"Tolong dengerin aku satu kali aja kak, Tolong jangan khawatirin aku dan jangan kasih tau Mama. Aku janji Aku akan makan'' ucap Alina
"Aku akan pergi tapi kamu harus tetap di jaga mereka" Ucap Leo
*Alina hanya tersenyum*
Akhirnya Leo dan Anggi pergi ke kelas karena mereka masih punya pelajaran yang tidak bisa di tinggal.
Saat ini di tempat itu hanya ada Alina, Aditya, Ziva dan juga Arga.
"Al tolong dengar gue Lo makan ya sekalian"
Ucap Ziva
"Ia Al.. Lo pucat banget" Arga menimpali
"Gue istirahat aja di sini kalau kalian mau pulang, pulang aja dulu" ucap Alina Berusaha untuk tetap tersenyum
"Al.. tolong dengerin gue.. Lo bisa menghindar dari Gue, Lo bisa menyiksa gue dengan cara Lo melukai hati gue tapi tolong jangan sakiti tubuh Lo dengan cara Lo gak makan kayak gini" ucap Adit lembut
"Va lu bisa antar gue pulang kan?" Tanya Alina
"Lo mau buat khawatir Mama Sabri dengan tiba-tiba anaknya pulang Sud dalam kondisi sakit seperti ini" Tanya Ziva
"Yah udah kalau gak mau nganterin gue bisa pulang sendirian" ucap Alina
Alina berjalan menuju parkiran mobil dengan kepalanya yang terasa sangat berat.
Ziva mengejar Alina sementara Adit tetap dalam posisinya dan Arga bingung harus memilih Adit Atau Alina, Tapi dia berfikir kalau Ziva bisa menjaga Alina jadi dia tetap berdiri di samping Adit dan menasehati sahabatnya itu.
"Adit Lo kenapa gak kejar Alina sih..?" Tanya Arga marah kepada Adit sahabatnya sendiri
"Dia gak mau ketemu gue lagi" Jawab Adit
"Bukan dia yang gak mau ketemu sama Lo tapi Lo yang mencoba untuk menghindari dia dan dia hanya melakukan apa yang Lo mau Aditya Adiwangsa" Jawab Arga sangat kesal.
"Gue takut sama hati dan fikiran gue sendiri Arga.. Hati dan fikiran gue sakit banget lihat Alina sama yang lain Tapi Kita udah buat kesepakatan kalau tidak ada cinta di antara kita selain cinta sebagai sahabat" Ujar Adit sembari menarik rambutnya sendiri dengan sangat keras
"Aditya Adiwangsa Lo tau gak sebelum semalam Lo datang Alina bilang dia lapar dan ingin ke cafe dan saat Lo datang dia membatalkan semuanya, dan Tadi Leo bilang kalau Alina belum makan sama sekali karena dia di beri tau oleh Mama Sabri, Lo tau apa artinya?" Tanya Arga semakin kesal.
*Aditya menatap Alina yang masih berjalan di papah oleh Ziva*
"Dia belum makan dari semalam Aditya Adiwangsa mungkin dia juga dehidrasi karena kurang minum makanya dia kelihatan pucat, tapi Lo sama Alina masih mentingin keegoisan kalian berdua dari pada kesehatan tubuh kalian masing-masing" Arga sangat kesal dengan Adit.
__ADS_1
*Aditya langsung lari menghampiri Alina yang masih berjalan*
__________________________________________