AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
Vidio call


__ADS_3

Mereka pun memutuskan untuk makan di luar.


"Bun Bun apakah tadi menyenangkan?" tanya Adit


"Tidak!" jawab Alina


"Kenapa? apakah ada yang menggangu Bun Bun?" tanya Adit lagi


"Bukan sayang, Tadi tidak menyenangkan karena kalian tidak ada." Ucap Alina sembari mengelus pipi Adit dan Claudia


"Bun Bun bilang ke aku ya kalau ada yang menyakiti Bun Bun" ucap Adit


*Alina mengangguk sembari tersenyum*


"Kalian dari mana saja tadi?" tanya Alina


"Keledai ice cream setelah itu pergi ke Timezone untuk bermain setelah itu kami di ajak handsome brother ke gedung tinggi" jawab Claudia sembari memakan makanannya


*Alina menatap bingung ke arah Tristan*


"Kenapa kau menatapku?" tanya Tristan


"Gedung tinggi? dimana dan apa yang kau lakukan di sina?" tanya Alina bingung


"Oh.. Papa sedang membangun perusahaan di sini jadi aku sedang mengawasi kemajuannya. Makanya aku akan tinggal disini untuk beberapa hari lagi" jelas Tristan


"Kenapa harus di sini?" tanya Alina


"Mama yang meminta papa untuk buat Perusahaan di sini kata mama sih supaya mereka bisa ke sini mengurus perusahaan sekaligus menemui anaknya" jawab Tristan sembari tersenyum hangat


*Alina mengangguk anggukan kepalanya*


"Sepertinya ada yang sedang cemberut" tanya Alina karena melihat Bunga sedari tadi tidak bicara


*Bunga melihat Alina dan langsung senyum*


"Tidak usah berpura pura tersenyum, Kau di apain kakak ku?" tanya Alina


"Lah kok aku?" tanya Tristan bingung


"Bukan karena Tristan kok, Aku tidak papa" ucap Bunga


"Kau tidak bisa berbohong dari ku" ucap Alina sembari menggenggam tangan Bunga.


"Pacarku!!" ucap Bunga


"Kenapa? apa yang terjadi dengan pacar mu?" tanya Alina


"Tadi teman ku mengambil foto pacar ku sedang berpelukan dengan perempuan lain" ucap Bunga sembari menangis


"Mungkin perempuan itu adiknya atau sepupunya" ucap Alina menenangkan Bunga


"Dia mengatakan kalau dia anak tunggal dan semua sepupu perempuannya masih kecil tidak mungkin berpeluang seperti ini" ucap Bunga sembari menunjukkan foto ke Alina



"Apa yang harus aku lakukan sekarang. Seharusnya saat ini aku membutuhkan dukungannya namun dia lebih memilih perempuan lain" ucap Bunga


*Seketika Alina terdiam dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia menempatkan posisi Bunga saat ini, Mungkin Alina akan berbuat sesuatu yang seharusnya tidak dia lakukan saat berada di posisi Bunga*


"Kamu harus menerima kenyataan bahwa dia bukan milik mu sekarang" jawab Tristan, Tajam dan sakit dirasakan oleh Bunga namun itulah kenyataannya.


"Kamu harus kuat, Kamu harus bisa buat dia menyesal sudah memutuskan untuk menduakan cintamu, Jangan mau di pandang lemah karena semakin kamu menangis dia akan semakin merasa sangat puas dan sebaliknya semakin kamu bisa menerima kenyataan dan kamu bisa memperbaiki diri mu aku yakin dia akan sangat menyesal" ucap Tristan sembari menghapus air mata Bunga


*Bunga tersenyum sembari mengangguk*


"Terimakasih, kalau tidak ada kalian mungkin saat ini aku sudah berada di rumah sakit atau bahkan sudah berada di dalam peti" ucap Bunga


"Jangan mengatakan itu" ucap Alina dan disambut senyum oleh Bunda


"Kenapa Aunty menangis, siapa yang telah menyakiti Aunty ku. akan aku gigit dia" ucap Claudia


"lihat gigimu dulu sana apakah sudah tumbuh semua?" ledek Adit kepada Claudia


"Kau mengejekku!!" ucap Claudia yang di sambut tawa oleh Alina, Bunga dan Tristan


Mereka pun menghabiskan waktu untuk ngobrol untuk beberapa saat. setelah 1 jam kemudian mereka pulang ke rumah dan segera membersihkan diri masing masing.


Setelah itu mereka berkumpul di taman dekat kolam renang.


"Aku rindu Ziva dan Arga" ucap Alina


"Zaman sekarang sudah canggih kalau rindu tinggal telfonan dan kalau pengen lihat wajahnya kau hanya tinggal Vidio call" ucap Tristan


"Benar banget aku ke ruang keluarga dulu ya" ucap Alina sembari melangkah pergi

__ADS_1


Setelah sampai di ruang keluarga Alina membuka laptop dan membuat panggilan Video Call ke Ziva..


Tut... Tut.. Sura dering masuk


"Hai" ucap Ziva sembari tersenyum manis


"Aku rindu" ucap Alina


"Siapa suruh meninggalkan ku?" tanya Ziva.


"Sudahlah lupakan. Kau lagi dimana?" tanya Alina


"Kampus di sini juga ada Arga, Anggi dan juga Leo" ucap Ziva


"Hai semuanya" ucap Alina menyapa Arga, Anggi dan Leo


"Hai.." ucap mereka bersamaan


"Lagi dimana?" tanya Anggi


"Lagi di rumah" Jawab Alina


"Kapan kau pulang Alina? aku datang ke Indonesia namun saat aku sudah menetap sekarang malah kau yang pergi" ucap Leo


"Sabar kak.. Saat hati aku udah tenang aku akan pulang kok" ucap Alina


"Tapi kapan Alina?" tanya Arga


"Entahlah" jawab Alina singkat


"Bagaimana hubungan kalian?" tanya Alina mengalihkan pembicaraan


"Aku dan Ziva sudah pacaran" ucap Arga sembari merangkul pundak Ziva


"Ah.. Cie.. Kalian harus kasih pajak jadian ke aku" ucap Alina menggoda Ziva dan Arga


"Apaan sih, Makanya kau cepat pulang biar aku beliin sesuatu untuk mu" ucap Ziva


"Aku akan pulang kalau kau mau memberikan aku Baju Gucci, tas Hermes dan sepatu Nike" ucap Alina


"Kau mau memeras ku?" tanya Ziva kesal


"Hahaha bercanda kok'' cuap Alina.


"Siapa?" tanya Alina


"Sabar biar aku tambahkan didalam Vidio call ini" ucap Arga dan menambahkan nomor Aditya.


"Kenapa kau menambahkannya?!" ucap Alina


Sebelum Alina mendapatkan jawaban dari Arga, Aditya sudah mengangkat Vidio call nya terlebih dahulu..


"Hai semuanya" ucap Aditya


"Hai" jawab mereka semua namun tidak dengan Alina


Susana hati Alina masih agak kesal karena Aditya tidak mau datang ke New York walaupun dikatakan bahwa Alina sedang Kritis.


"Hai Alina" Sapa Aditya


Alian hanya tersenyum canggung


"bagaimana kabarmu di sana Alina?" tanya Aditya


"Baik.. Seperti yang kau lihat" ucap Alina sedikit ketus


"Aku semalam di telfon dengan nomor mu katanya kau keritis" ucap Adit


"Apakah itu benar" tanya Leo


"Enggak kok kak aku hanya sedikit di serempet sampai aku pingsan untung ada yang menolong ku dan saat aku sadar aku menyuruh orang itu untuk menelfon Wiliam" ucap Alina mengarang cerita, Entah kenapa Nama Wiliam lah yang pertama kali muncul di otak Alina.


"Oh namanya Wiliam.." ucap Aditya


"Eh.. i..iya" gugup Alina


"Wiliam siapa?" tanya Leo


"Teman aku" ucap Alina


"Apakah dia tampan?" tanya Anggi


*Seketika Alina berfikir kalau dia memuji Wiliam bisa saja Aditya menjadi marah, Namun itulah yang diinginkan Alian. Alina ingin melihat wajah cemburu Aditya*


''Kalau di bandingkan dengan kak Leo sih gak ada apa-apanya, dia lebih ganteng dan memiliki rambut pirang" ucap Alina sembari tersenyum melihat wajah Aditya memerah menahan cemburu

__ADS_1


"Apakah kau punya teman yang bisa dikenakan dengan ku?" tanya Anggi


"Ada ada saja kau" ucap Alina


"Aditya, Alina sebentar lagi kalian lulus apakah kalian tidak berniat untuk pulang?" tanya Arga mengalihkan pembicaraan


"Tidak.. Aku mau mengembangkan bisnis ku di sini" ucap Adit


"Kalau kau Alina?" tanya Ziva


"kurang tau tapi aku berjanji tanggal 11 Desember aku akan pulang ke Indonesia untuk menemui bunda Ana. Adit bunda Ana jadi pulang ke Indonesia?" tanya Alina


"Jadi kok, Apa kau mau berbicara dengan Bunda?" tanya Aditya


"Nanti aku menelfon bunda sendiri saja" ucap Alina.


Di tengah tengah obrolan Adit memanggil Alina


"Bun Bun ada yang menelfon Handphone mu" ucap Adit


"Ah.. Siapa sayang?" tanya Alina


*Adit menggelengkan kepalanya setelah memberikan Handphonenya ke Alina dia kembali berlari ke arah kolam renang*


"Siap itu Alian?" tanya Ziva


"Mengapa dia memanggil mu dengan sebutan Bun Bun?" tanya Leo


"Apakah kau tinggalkan dengan laki-laki?" tanya Anggi


"Kenapa kau tidak memberitahu kami Alina, kalau sampai dia macam macam bagaimana?" tanya Arga


Pertanyaan bertubi tubi di tanyakan oleh Alina namun Alina tidak menghiraukannya malah Alina meletakan tangannya di depan mulut nya pertanda Alina menyentuh mereka diam.


"Halo" ucap Alina mengangkat telepon dan membiarkan laptopnya tetap hidup.


"Hai Alina ini aku Wiliam, Aku hanya ingin menanyakan apakah kau mau ikut bergabung dengan grup kami?" tanya Wiliam


"Siapa saja yang berbeda di dalam grup itu?" tanya Alina


"Hanya ada Rebbeca, Michella, Aku, Adam dan Danny" ucap William


"Oh oke Wiliam aku mau kok, terimakasih atas penawarannya" ucap Alina


"Sama sama.. Alina" panggil Wiliam


"Iya William?" jawab Alina


"Apakah kau tidak mau bertanya aku dapat nomor mu dari mana?" tanya Wiliam


"Aku sudah tau jawabannya Wiliam pasti kau dapat dari Michella atau paling dari Rebbeca" ucap Alina


"Kau hebat.. ya sudah kalau begitu aku tutup dulu telfonnya" ucap William.


''Oke Wiliam.." ucap Alina sembari mematikan panggilan telepon dan senyum senyum sendiri.


"Siapa?" tanya Aditya dari dalam Video Call.


*Alina yang tidak sadar kalau dia masih Vidio call an dengan teman temannya mereka canggung*


"Eh.. tadi teman menanyakan apa aku mau bergabung dengan grup mereka" ucap Alina


"Wiliam" ucap Aditya.


spontan Alina menepuk keningnya


"Kau tidak bisa membohongi kami Alina, kau menyebut Wiliam beberapa kali" ucap Anggi


"Dia hanya menanyakan apakah aku ingin bergabung dengan grup mereka atau tidak, itu saja kok" ucap Alina


"Ia ia kami percaya tapi aku tidak tau kalau Aditya" ucap Arga


"Tidak apa-apa kalau dia tidak percaya aku tidak membutuhkan izin darinya untuk berteman dengan siapa pun kan?" ucap Alina.


"Aku tutup dulu Vidio call nya aku mau bermain dengan Adit ku di sini" ucap Alina


"Tunggu Alina" ucap Anggi


"Ada apa Anggi?" tanya Alina


"Siapa yang kau maksud dengan Adit mu?" tanya Anggi


"Rahasia.. Bye bye" ucap Alina sembari mematikan Vidio call nya..


___________________________________________

__ADS_1


__ADS_2