AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
SATU KEBENARAN


__ADS_3

...*Kamar hotel president suite*...


"Wil.. jangan marah sama Aditya ya, Aditya Seperti ini karena dia sedang kecewa dengan ku. Aku tau kau hanya membela ku tapi saat ini emosi Aditya tidak terkendali'' ucap Alina sembari tersenyum hangat ke arah Wiliam


"Iya Al aku gak akan marah sama Aditya, Maafin aku juga ya karena gak bisa tahan emosi aku" ucap William.


*Alina tersenyum hangat*


"Yang lain kemana ya? kok gak kelihatan?'' tanya Alina yang sedari tadi tidak melihat siapapun


"Kak Bunga, Kak Tristan, Leo, Michella Rebbeca, Ziva dan Anggi lagi pergi, beli belajar kebutuhan dapur. kalau Adam dan Danny pergi bawa Adit dan Claudia main. kalau Aditya di kamar sebelah" ucap Wiliam


*Alina mengangguk ngerti*


"Keruang kumpul saja yuk.. aku bosan di sini" ucap Alina mengeluh


"Ia sih.. tapi kamu harus istirahat, gimana kalau kamu ke balkon terus aku buatin makan" ucap Wiliam memberikan ide


"Ya sudah..' ucap Alina


Wiliam segera pergi ke dapur sementara Alina tetap pada posisi duduk bersandar di tempat tidur.


''Aliza? kenapa rasanya aku baru pertama kali mendengar nama itu dan mengapa kami di pisahkan? Kenapa selama ini aku bisa tidak tau? dan kalau Aliza tau kenapa dia tidak mencari ku?" Begitu banyak pertanyaan yang menghampiri fikiran Alina saat ini..


"Apa aku telfon mama aja ya?" Alina berfikir sejenak. setelah berfikir Alina memutuskan untuk menelfon Mama Sabri.


*Tut.. Tut..(Dering telfon Alina)*


"Halo sayang.. kamu Apa kabar?" sahut Mama Sabri


"halo Mah.. Al baik baik aja kok, Mama apa kabar?'' tanya Alina


"Baik kok sayang, kenapa telfon mama kangen ya" Sahut Mama Sabri sembari tersenyum hangat

__ADS_1


"Nenek apa kabar mah?" tanya Alina basa basi


''Baik kok sayang, nenek bilang nenek rindu sama kamu." sahut Mama Sabri


"Iya ya mah Al jadi kangen juga sama nenek, udah lama gak jumpa. Al kirim salam sama nenek mah ya mah" sahut Alina


"Ia nanti mama sampaikan. Tristan, Bunga, Adit, Claudia dan teman teman kamu apa kabar?" tanya Mama Sabri


"Baik kok mah.. Mah Al boleh nanya sesuatu gak?" tanya Alina


"Tanya apa sayang?" Mama Sabri menjawab sembari tersenyum hangat


"Kemarin Al gak sengaja bertemu orang kembar Mah, mereka lucu. hidup mereka serasa harmonis, bisa ngelakuin apapun berdua, Pakai baju samaan, kalau mau curhat ataupun mau main ada temennya. Al jadi pengen punya saudara kembar Mah.." ucap Alina sembari menatap kosong


''A-Apa maksud kamu sayang" sahut Mama Sabri


"Enak aja gitu mah kalau Al punya saudara yang seumuran sama Al. Oh ia mah kemarin Al udah tepati janji Al kalau Al akan ke Villa yang Papa suruh.." ucap Alina


"Lalu kamu menemukan apa sayang" Tanya Mama Sabri


"Benda apa itu sayang dan kebenaran apa yang kamu maksud" tanya Mama Sabri bingung


"Satu buah surat tulisan Papa, Dan dua buah kalung. Kalau kebenaran yang Al maksud nanti saja mah kita bahas kalau Al sudah sampai di rumah" ucap Alina


"I-Iya sayang. Apa isi surat yang Papa kamu tulis?" tanya Mama Sabri.


"Ini Al foto, mama baca ya.." ucap Alina sembari memfoto isi surat tersebut, setelah itu Alina mengirim langsung ke Mama Sabri.


Setelah membaca isi surat itu Mama Sabri menjadi khawatir.


"Sayang i-ini bisa Mama jelasin kok" ucap Mama Sabri khawatir


"ia mah.. nanti kita bahas di rumah aja ya, mungkin dua hari lagi kami akan pulang" sahut Alina

__ADS_1


"Iya.. kalian hati hati ya sayang, Besok Mama baru pulang" ucap Mama Sabri


"Iya mah.. Mama juga hati hati ya di jalan.. Al sayang Mama" ucap Alina


"Ia Al mama juga sayang banget sama Al" ucap Mama Sabri.


Alina dan Mama Sabri sama sama mematikan sambungan telepon.


Alina menatap ke arah pintu dan terlihat Wiliam yang sedari tadi berdiri menatapnya.


*Tok.. Tok.. (Wiliam mengetuk pintu)*


''Kenapa gak masuk?" tanya Alina


"Aku berfikir pasti kamu sedang sibuk makanya aku menunggumu mempersilahkan aku masuk" sahut Wiliam yang sedang membawa nampan yang berisi Roti bakar dan segelas coklat panas


''Itu tadi mama.. Wah kelihatannya enak sekali" sahut Alina


"Maaf hanya bisa buat kamu roti bakar karena bahan masakan udah pada habis semuanya'' sahut Wiliam


"Gak papa kok, ini aja sudah cukup. BTW makasih ya" ucap Alina sembari memakan roti bikinan Wiliam


"Ia sama sama, enak gak?'' tanya Wiliam


"Enak, kamu mau gak?" tanya Alina


"Emang boleh?" tanya Wiliam kembali


Tanpa menjawab pertanyaan Wiliam, Alina langsung menyiapkan roti itu ke Wiliam.


"Enak kan?" tanya Alina dan dengan cepat Wiliam mengangguk.


Tanpa mereka sadari ada sepasang bola mata yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua, Api cemburu telah membuat hati orang itu terbakar.

__ADS_1


Rasanya saat ini ia ingin memukul sesuatu tapi orang itu mencoba menenangkan diri


__ADS_2