
...*Selesai makan Malam*...
"Al.. Aku ingin bicara sama kamu" ucap Aditya
"Aku sedang tidak ingin berbicara" ucap Alina sembari mengalihkan pandangannya
"Al.. Aku mau ngomong sesuatu yang penting tentang kita, Please dengerin aku ya" Aditya menggenggam erat tangan Alina
"Adit, Alina udah ngomong kemarin kan jadi gak ada yang harus di bahas lagi, Alina akan pergi, Tenang saja" ucap Alina sembari tersenyum
*Adit mengeluarkan Handphone dan earphone dari Sakunya dan memberikan kepada Alina*
''Apa Maksudmu?" ucap Alina bingung
"Kamu dengerin ini, didalam sini sudah ada rekaman suara aku, Kamu dengerin baik baik ya. Sebenarnya aku mau ngomong langsung tapi aku tidak berani lihat ekspresi kamu" ucap Aditya sembari memasangkan earphone ke telinga Alina.
"Aku pergi dulu' ucap Aditya namun Alina menahannya
"Kau disini dulu, supaya kau bisa langsung mengambil Handphone mu" ucap Alina sembari memutar rekaman suara itu
...**Isi Rekaman suara**...
"Hai Alina, Maaf karena aku gak berani ngomong secara langsung ke kamu memang aku itu sangat payah. Em.. apa kau tau hari ini adalah hari ulang tahunku, aku mendapatkan ucapan selamat dari semua orang. Dari Arga, Ziva, Anggi, Leo, Tristan, Bunda Ana, Mama Sabri, Papa Mirren, bahkan dari teman SD, SMP, SMA kita, Tapi aku tidak mendapatkan ucapan darimu..
Sebenarnya aku nunggu banget ucapan selamat ulang tahun dari mu, Eh.. sampai tanggal 10 selesai aku tidak mendapatkan ucapan apapun darimu, Aku coba untuk berfikir positif bahwa saat ini kau sedang sibuk, tidak Malasah yang paling kau masih ada di fikiran aku.
Maaf aku terlalu lama, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu ke kamu, Apakah kau tau Pretty? ia teman SD kita dulu, tadi aku tidak sengaja bertemu dengan dia, dia tidak berubah dia masih seperti dulu dia tetap Cantik, dan yang paling penting masih mau berbagi Makanannya dengan ku tidak seperti kamu yang selalu buat aku ngemis ngemis Makanan dari kamu, dan satu lagi ternyata dia ingat ulang tahunku, Awalnya dia mengajak aku untuk memilih milih hadiah untuk teman laki-laki nya, Aku memilih sebuah jam berwarna hitam harganya cukup mahal. setelah kami pergi dari toko kami memutuskan untuk pergi makan, Eh.. taunya jam tangan tadi di berikan kepada ku, Aku seneng banget karena itu adalah jam tangan kesukaan ku yang sudah aku impikan dari dulu, Aku akan memakainya saat kita berteman nanti ya Alina, Kau lihat saja tangan kiri ku nanti.
Apa kau sudah melihatnya?bagus kan.
Maaf karena aku terlalu berbelit-belit, sebenarnya aku ingin mengatakan kalau aku dan Pretty sedang berpacaran, aku tau aku belum memiliki perasaan apapun ke dia tapi aku akan berusaha untuk membangun perasaan padanya, doain kami ya semoga langgeng dan aku akan mendoakan kamu supaya kamu dapat Oppa Oppa Korea seperti yang kau idam idamkan,AMIN.
Udah dulu ya Al.. Aku mau menemui Pretty dulu.. Bye"
...**Rekaman suara berakhir**...
"Jam nya bagus" ucap Alina yang sedari tadi melihat ke arah tangan kiri Adit
"Terimakasih.." ucap Aditya yang dari tadi memperhatikan perubahan wajah Alina
''Selamat ulang tahun, Maaf karena telat mengucapkannya" ucap Alina
"Terimakasih, tidak apa-apa" Jawab Aditya
"Tanggal berapa kalian berpacaran?" tanya Alina sembari mengalihkan pandangannya
"Tepat di hari ulang tahun ku" jawab Aditya
"Oh.. selamat ya, Terimakasih Lo sudah mendoakan aku agar mendapatkan Oppa Oppa Korea" ucap Alina sembari tersenyum hangat ke Arah Aditya
"Aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu" jawab Aditya
"kau hanya ingin mengatakan itu saja kan, Ya Sudah aku pergi dulu" ucap Alina sembari memberikan Handphone dan earphone Aditya
__ADS_1
"Masih ada satu lagi Al.." jawab Aditya
"Apakah kau tidak bisa mengatakannya secara langsung?" tanya Alina
"Apakah kau mau melihat aku menangis?" tanya Aditya
*Alina tidak menjawab pertanyaan Aditya, Alina kembali memakai earphone itu dan Aditya memutarkan lagi sebuah rekaman suara*
......**Rekaman suara**......
"Hai Alina.. sudah hampir sebulan kita berpisah, aku merindukanmu. Aku merindukan wajah mu saat kau sedang fokus memasak kau terlihat sangat dewasa, Aku rindu wajah mu saat kau sedang fokus mengerjakan tugas dari dosen yang tidak kau mengerti kalau terlihat imut, Aku rindu wajah mu saat kau sedang marah kepada ku kau terlihat sangat cantik. Sudah cukup kalau aku terus memujimu kau bisa terbang
Al.. Aku sudah memutuskan hubungan ku dengan Pretty, ternyata dia menjadikan aku sebagai Pelampiasannya dan ternyata dia menjadikan aku sebagai selingkuhannya.
Aku tadi tidak sengaja bertemu dengan dia di sebuah mall bersama Kekasihnya aku menanyakan siapa orang yang ada di samping dan dia mengatakan kalau orang yang ada di samping itu adalah pacarnya dan dia mengatakan kalau aku itu hanyalah pelampiasannya.
Aku tau saat ini wajahmu biasa saja tapi hati mu sedang menertawakan aku, Kau jahat Alina. Tapi waktu dia mengetahui kalau aku hanya sebagai Pelampiasannya aku tidak merasakan sakit sama sekali karena aku juga membuat dia sebagai pelampiasan ku supaya aku bisa cepat melupakan mu, dan kita bisa seperti dulu lagi, Em.. mungkin akan lama kita bersatu Seperti dulu sebagai sahabat karena aku masih menyukai mu, Maaf karena kali ini aku mengatakan yang sebenarnya bahwa aku Aditya Adiwangsa masih menyukai Alina Ophelia, hehe maaf kalau kamu gak suka dengerin nya. Mungkin ini adalah rekaman suara terakhir ku. Sebelum aku mengakhiri rekaman suara ini aku hanya ingin mengatakan kalau Aku masih mencintai kamu, Maaf karena tidak berani mengatakannya secara langsung, Sudah Dulu ya Alina, aku mau mencuci wajah ku dulu karena saat ini wajahku sangat panas dan memerah, Bye Alina"
...**Rekaman suara berakhir**...
*Alina tersenyum tipis*
"Seharusnya aku tidak memberikan rekaman suara yang terakhir ke kamu karena aku tau kau akan menertawakan ku" kesal Aditya
"Aku tidak menertawakan mu, Aku hanya menertawakan perkataan mu yang sangat polos itu" ucap Alina
"Polos? yang mana?" tanya Aditya karena sesungguhnya dia lupa dengan rekaman suara yang dia buat
"Astaga" Adit menepuk keningnya
"Apakah perasaan mu masih sama?" tanya Alina takut takut
"Perasaan yang mana?" tanya Aditya
"Oh.. sudah tidak ada ya, Ya sudah aku pergi dulu" ucap Alina sembari melangkah kakinya namun langkahnya terhenti karena Aditya menghentikannya
"Aku hanya bertanya tapi kau malah marah" ucap Aditya
*Alina menatap tajam ke arah Aditya*
"Iya aku masih memiliki rasa yang sama dengan mu" ucap Aditya
"Sepertinya kau sedang berbohong" ucap Alina
"Apakah kau butuh bukti?" Aditya memicingkan matanya
*Alina mengangguk*
"Aku akan membuktikannya" ucap Aditya
*Aditya mendekati wajah Alina*
"Apa yang ingin kau lakukan Adit" tanya Alina
__ADS_1
"Aku hanya ingin membuktikannya" ucap Aditya
"STOP" suara seseorang menghentikan Aditya
"Apa yang sedang kau lakukan Om.. kau tidak boleh melakukannya dengan Bun Bun kami Karena kami sudah mempunyai Ayah" ucap Claudia.
Yah yang datang dan menghentikan Aditya adalah Claudia dan Adit
"Kau tidak boleh melakukan itu Om.." ucap Adit
"Adit, Claudia sejak kapan kalian ada di sana?" tanya Alina khawatir
"Sejak tadi Bun Bun, Saat Om ini memakai kan kau earphone" ucap Adit
"Apakah namamu Adit?" tanya Aditya
"Iya" jawab Adit singkat
"Perkenalkan namaku Aditya" ucap Aditya memberikan tangan kanannya untuk bersalaman
"Sepertinya aku pernah mendengar namamu dari handsome brother, Yah aku ingat dia mengatakan kalau Nama Ayah kami juga Aditya dan Ayah kami sedang belajar di luar negeri" ucap Adit
"Bun Bun apakah Ayah kami adalah dia?" tanya Claudia
"Ah.. Sebaiknya kalian tidur" ucap Alina
"Tidak mau Bun Bun aku mau mendengarkan jawaban mu" ucap Claudia
*Alina melihat ke arah Aditya*
"iya aku adalah Ayah kalian" ucap Aditya tersenyum hangat
''Apa yang kau katakan Aditya?" ucap Alina
"Kau mencintaiku dan aku juga mencintaimu, ya sudah kalau begitu aku adalah Ayah mereka" ucap Aditya
"Apakah kau mengatakan yang sebenarnya?" tanya Claudia
*Aditya Mengangguk*
"Apakah kau tidak berbohong?" tanya Adit
*Aditya menggeleng*
Spontan Adit dan Claudia memeluk tubuh Aditya
"Aku senang karena sekarang aku mempunyai Ayah" ucap Claudia
"Terimakasih karena sudah mau datang" ucap Adit
"Sama sama" ucap Aditya
__________________________________________
__ADS_1