
Alina terdiam sejenak sembari menenangkan diri, dia bertekad untuk tidak menangis di depan umum lagi.
*Kuat lah Alina Pasti kamu bisa menjalankan hidup mu tanpa Adit, kamu harus bisa bertahan walaupun tidak lagi bersama Adit* Ucap Alina dalam hati dia berusaha untuk tidak menangis.
"Kak.." teriak Alina yang memanggil Tristan yang masih berada di luar ruangannya
"Iya" ucap Tristan sembari tersenyum
"Alina mau bicara sama kalian semua" ucap Alina serius
Mereka semua masuk ke dalam ruang rawat Alina
"Ada apa Alina?" tanya Anggi bingung
"Alina mau pindah" ucap Alina tanpa ekspresi
"maksudnya?" ucap Ziva yang semakin bingung
"Aku mau pindah ke Amerika tepatnya di New York, ini tidak penawaran ini kemauan aku jadi nggak bisa dibantah" ucap Alina tegas
"tapi Alina kenapa...?" ucap Leo kebingungan
"Please jangan nanya lagi Ya" Ucap Alina sembari tersenyum
"Kapan kamu pergi" tanya Tristan tanpa membantah kata Alina sekalipun
"besok, di sana aku tidak mau memakai fasilitas mewah.."
"Kakak tidak setuju itu" ucap Tristan memotong perkataan Alina
"kak..." Alina memohon
"Kakak sudah mengizinkan kamu pergi ke New York tapi tidak dengan hidup sederhana" ucap Tristan tegas
"Fine.." ucap Alina tidak bisa membantah lagi
"kamu akan meninggalkan kami" ucap Ziva sedih
"tidak akan ada yang meninggalkan kalian, aku hanya akan pergi beberapa tahun untuk menyelesaikan pendidikan ku. jadi kalian bisa main New York kalau kalian mau." ucap Alina sambil menyakinkan sahabat-sahabatnya itu
"New York jauh Alina, kenapa harus di sana kenapa enggak di sini aja lagian kan kita dulu sudah janji nggak akan pergi satu sama lain" ucap Ziva sembari menitihan air matanya
"janji itu sudah diingkari jadi jangan berharap lagi ya. sekarang kalian bebas, maaf selama ini telah mengekang kalian" ucap Alina sembari tersenyum hangat
"nggak ada yang merasa dikekang Alina, malah Kami senang diperhatikan, ditegur kalau salah dan lagi kita sudah keluarga kenapa harus terpecah seperti ini?" tanya Arga
__ADS_1
"sudah dari awal seharusnya tidak ada peraturan kalau Sahabat tidak boleh pacaran. jadi sekarang kalau kalian ada perasaan satu sama lainnya kalian bisa memperjuangkan" ucap Alina sembari tersenyum kepada kedua sahabatnya itu
"Apa maksud kamu Alina?" tanya Ziva bingung
"kamu sendiri akan tahu" ucap Alina tersenyum.
"bagaimana dengan mama dan papa?" tanya Leo yang masih memikirkan perkataan Alina yang ingin pindah ke New York
"aku akan tetap pergi, dengan atau tanpa persetujuan mereka" ucap Alina tegas
"Apa kau tidak mau pulang dulu ke rumah?" tanya Tristan
*Aku gak bisa pulang ke rumah sekarang, terlalu banyak kenangan bersama Adit di sana. Tapi aku tidak boleh egois, Aku akan meninggalkan Rumah untuk beberapa tahun jadi aku tidak bisa meninggalkan rumah begitu saja* gumam Alina dalam hatinya.
"Al.." panggil Tristan karena melihat Alina melamun
"Iya aku akan pulang dulu ke rumah" ucap Alina sembari tersenyum manis
"Tapi Al.. Apa kau sudah merasa baik, Baru beberapa menit kau bangun dari pingsan mu namun sekarang kau malah ingin pergi" ucap Anggi yang merasa khawatir dengan kondisi Alina.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan kondisi ku, Tapi saat ini aku tidak apa-apa. Aku janji aku tidak akan membuat kesalahan dengan tidak makan lagi" ucap Alina sembari membuka jari telunjuk dan jari tengah seperti huruf V pertanda janji.
"Satu lagi Alina kau harus berjanji akan selalu mengabari keadaan mu di sana dan kau harus pulang kalau kau punya libur" ucap Ziva sedih
"Janji" ucap Alina singkat sembari memeluk sahabatnya itu.
"Aku pergi dulu untuk memberi tau dokter kalian di sini dulu''ucap Tristan melangkah pergi.
"Alina aku mau ngomong sama kamu" ucap Anggi serius
"Apa kami pergi dulu?" tanya Leo
"Gak usah kalian kalau mau denger juga gak papa" ucap Anggi
"Kamu mau ngomong apa?" tanya Alina
"Adit.."
"Jangan sekarang!" jawab Alina memotong perkataan Anggi
"Sebelum kamu pergi kamu harus tahu dulu apa alasannya Adit pergi, Karena dia tidak sejahat yang kamu fikirkan Alina. Dia sayang kamu, dia gak mungkin bisa ngelupain kamu walaupun waktunya seumur hidup. Kalian hidup bersama, besar bersama, kalian paham satu sama lain. Apa kamu di berikan alasan yang jelas kenapa Aditya dan Bunda Ana pergi?" tanya Anggi
"Dia ingin melupakan aku" ucap Alina singkat
"Bukan.."
__ADS_1
"Dia ingin melupakan aku, Dia sendiri yang mengatakan kalau dia ingin melupakan aku" ucap Alina sembari menahan emosinya.
"listen to me, Apa kau ingat waktu Adit sempat semingguan tidak sekolah?" Tanya Anggi
"Kenapa kau tau soal itu?" Tanya Alina balik
"Alina aku sepupunya, Adit cerita ke aku tentang kamu dan aku juga cerita tentang pacar ku ke dia." ucap Anggi
"Cerita? tentang aku?" Alina mengkerut kan dahinya
"Dia selalu ceria kamu itu orangnya beda, Kamu selalu peduli hal kecil tentang dia, selalu memperhatikan dia, bahkan jika Adit terluka Akibat bertengkar dengan musuhnya Waktu SMA kamu bukan memarahi Adit melainkan menasehati Adit supaya Adit tidak berbuat dosa" ucap Anggi sembari tersenyum
"Apa kau tau alasannya pergi?" tanya Anggi lagi
"Ada acara keluarga" ucap Alina ketus
"Bukan.." ucap Anggi singkat
"Lalu? Berarti dia berbohong!" ucap Alina sedikit meninggikan suaranya
"Bukan, dia pergi untuk menenangkan diri." Ucap Anggi serius
"Menenangkan diri?" tanya Alina semakin bingung
"Al.. dulu banyak banget yang suka sama kamu, dan berharap kamu lebih dari teman. Adit salah satunya. Adit takut kalau kamu akan menjauhi dia saat kamu tau perasaan Adit yang sebenarnya" ucap Anggi semakin serius
"Tapi Adit bilang kalau Adit suka sama aku waktu Aku memeluk kak Leo" ucap Alina cemberut
"Bukan Alina dia sudah suka sama kamu dari kalian SMP, tapi dia menganggap kalau perasaannya itu hanya sebatas rasa sayang sebagai sahabat. Adit dulu selalu ceria ke aku kalau Adit cemburu kamu dekat dengan cowok lain namun Adit tidak bisa membedakan mana rasa sayang sebagai sahabat atau rasa sayang ingin memiliki. Dia berusaha untuk membuang semua perasaan yang ada namun tidak bisa Alina. Dia serius sayang sama kamu" ucap Anggi mengungkapkan kebenaran
"Lalu sekarang kenapa dia pergi" jawab Alina kecewa dengan dirinya sendiri
"Adit kecewa sama dirinya sendiri Alina, dia tidak bisa meyakinkan kamu bahwa Adit sayang sama kamu." jawab Anggi namun Alina belum juga mengerti
"Apa maksudmu?" tanya Alina balik
"Adit cerita ke aku kalau Adit kecewa sama dirinya sendiri, dia kecewa karena tidak bisa meyakinkan kamu bahwa Adit sangat mencintai kamu Alina. Satu lagi Adit semakin kecewa saat melihat kamu memeluk Leo, dia merasa dia harus bisa melupakan kamu dengan cara pergi. Kamu tau tidak kalau sebenarnya Adit punya rasa sama kamu?" tanya Anggi
"Aku baru tau saat Adit mengatakan kalau dia sayang sama aku" jawab Alina
"Bahkan kamu tidak tau perasaan Adit, Alina" jawab Anggi sedikit kecewa
Seketika ruangan Alina hening..
Semua fokus dengan fikiran mereka masing-masing..
__ADS_1
___________________________________________