AKAN TERUS BERUSAHA

AKAN TERUS BERUSAHA
Leo


__ADS_3

...Selesai Dari kampus...


''Hai Ziva.. Hai Alina'' Sapa Arga


''Hai ga dari mana aja, beberapa hari ini gak nampak ngikuti Adit'' Tanya Alina penasaran


''iya gue habis dari Jepang, Oma gue katanya rindu jadi gue sana'' sahut Arga


''ini gue bawain oleh-oleh dari Jepang namanya Soba-Boro Cookie, Yatsuhashi dan Tokyo banana. Rasanya enak kalau gue ke Jepang snack yang paling gue incar ya ini'' sahut Arga lagi


''tumben lo ingat sama kita-kita, biasanya lho mentingin perut sendiri'' sahut Ziva menerima bungkusan dari Arga


''Ya udah sih terima aja, oh iya by the way Aditya mana''tanya Arga yang dari tadi mencari sahabatnya itu


''ada tapi tadi katanya dia mau ke kamar mandi dulu, nah itu orangnya'' sahur Alina


''panjang umur loh dit'' ucap Arga


''lo ngomong gitu berarti Lo gibahin gue ya'' tanya Aditya dan melipat kedua tangannya di dada


''Enggak kok Gue cuma nanya lu di mana eh tiba-tiba lu muncul'' Arga mengklarifikasi semuanya


''guys ke mall yuk gue mau beli alat lukis gue soalnya udah mau pada habis semua''Alina mengajak ketiga orang yang ada di depannya itu untuk menemaninya ke mall.


''Ayo sekalian gue mau beli notebook soalnya udah habis'' ucap Ziva sambil menarik tangan Arga..


''Tumben banget lu pegang tangan si Arga, Vs??'' tanya Alina kebingungan


''Sorry gak sengaja, ayo buruan'' ujar Ziva salah tingkah


...10 Menit kemudian...


...Di Sebuah Mall terkenal...


''Gays kita ke Peralatan lukis dulu ya baru setelah itu kita makan'' Pinta Alina


''Sip..'' jawab ketiganya kompak


Merekapun menuju satu toko alat lukis yang lumayan luas..


''Mau beli apa aja Al'' tanya Aditya


''Gue mau beli kanvas, kuas, dan berbagai macam cat akrilik.. itu aja sih'' sahut Alina


''Ya udah lu milih kita mantengin lu'' Jawab Adit dengan santainya

__ADS_1


''nggak guna banget Lo ada disini, setidaknya bawah ini ini malah cuma lihatin orang lagi belanja'' kamu Alina kepada Adit


hal ini pun mencari-cari ukuran kanvas yang dia inginkan, namun soal sedang mencari ada suara laki-laki yang memberitahunya soal kanvas yang sedang dipegang Alina


''bagus banget pilihan kamu kanvas yang kamu pegang tidak mudah robek teksturnya kaku tapi permukaan nya kasar..'' suara laki-laki memecahkan keheningan yang ada saat itu


''maka.. kak Leo ini benar kakak?? kapan pulang'' saat itu juga hal ini langsung memeluk laki-laki yang ada di depannya itu


''baru kok.. 2 hari yang lalu kenapa peluk peluk kangen ya'' ucap Leo sambil mengelus kepala Alina yang masih ada di pelukannya


''lumayan sih abisnya Kak Leo pergi ke Prancis gak bilang Al dulu..''ucapan Alina melepas pelukannya


''jangan cemberut gitu ah kan kamunya jadi imut gini'' ucap Leo sambil mencubit pipi Alina


''Kamu masih suka ngelukis?''banyak Leo lagi


''masih Kak kan kakak yang ngajarin, dulu sih aku nggak suka tapi setelah kakak ajarin aku semakin mengerti kalau melukis itu melambangkan perasaan kita, perasaan yang lembut ya nggak semua orang bisa pahami. satu lagi Kakak juga pernah bilang orang yang suka melukis orangnya baik lembut dan aku merasakannya setelah aku suka melukis'' Alina memberi tahu semuanya


''Kakak senang kamu suka melukis sekarang'' ucap Leo lagi


''Al..'' panggil Ziva


''oh iya Kak kenalin ini temen temen aku namanya Ziva, Aditya dan Arga'' Alina memperkenalkan ketika sahabatnya itu


''yakin di antara mereka gak ada yang suka sama kamu Al'' tanya Leo lagi


''kalau aku ke Mereka cuma teman tapi enggak tahu deh kalau mereka mereka'' ucap Alina bercanda


''kita cuman temen, tapi kalau Adit sama Alina sih kayaknya sama-sama suka tapi gengsi nya ketinggian lebih tinggi dari ukuran badannya'' ucap Arga menimpali


''sabar ya dit Alina memang gitu orangnya tenang aja nanti aku kasih tips buat kamu dekatin dia'' ucap Leo mengedipkan 1 matanya


''apaan sih Kak kita itu cuman temenan dan lagi Lo jangan kasih tips deh Gue tahu lo di Perancis jadi playboy yang suka godain banyak cewek'' ucap Kalina menuduh


''gue ngegombalin mereka gue nggak jadi playboy Prancis Gue cuman nyapa mereka lumayan cewek cantik lewat di harus di sapa'' ucap Leo polos


''itu muka polos banget seperti gak ada dosanya''celetuk Alina


''ya biarin, gue tadi ke sini cuman beli kuas doang eh malah ketemu Alina, sekalian gua mau nanya mumpung ketemu nomor handphone Tristan masih yang sama kan?'' katanya Leo lagi


''masih yang sama kok Kak oh ya jangan lupa nanti malam mampir ke rumah aku sama mama masakin makanan yang istimewa untuk kakak'' ucap Alina menawarkan makan malam di rumahnya


''buat apa lagi kamu sama mama Al, Ya udah kakak janji nanti jam 7 aku datang ke rumah, Sekalian bawa oleh-oleh'' ucap Leo


''Ya udah gue pergi dulu ada hal yang harus diurus hati-hati kalian di sini'' ucap Leo melangkah pergi

__ADS_1


setelah Leo pergi Ziva langsung buka suara


''siapa tadi itu Al, gue nggak pernah nengok kalau dia pernah main ke rumah lo'' Tanya Ziva


''namanya Leo dulu aku pernah diselamati Kak Leo, kejadiannya sih di taman waktu itu Kak Leo lagi melukis, aku yang hampir di tabrak. Dengan sigap Kak Leon nyelamatin aku dan bawa aku pulang deh. sejak itu aku jadi dekat sama kak Leo, Aku suka melukis juga karena dia, dulu dia sering bawa aku ke danau, ke puncak, bahkan ke gedung kantor papanya cuman untuk melukis, aneh ya'' tanya Alina sembari senyum


''Kamu suka sama dia?'' banyak Arga penasaran


''suka?? gak tau dari dulu lu kalau aku aku lagi bareng kak Leo aku merasa aku aman aja, bisa dibilang Kak Leo superhero aku'' puji Alina


''kenapa diam aja dit??'' tanya Arga


''gak papa cuman menghayati cerita Alina aja'' jawab Aditya yang tak beraturan


''Ya udah yuk kita cari notebook Ziva dulu habis itu kita makan'' ajak Alina kepada tiga orang yang ada di depannya


setelah membayar semua alat lukis yang dibeli Alina mereka menuju toko buku untuk membeli notebook Ziva.


Setelah itu mereka menuju tempat makan yang terdekat yaitu ramen


''gue boleh tahu sifat Leo sebenarnya?'' tanya Aditya dengan wajah penasaran


''Kak Leo ya.. Kak Leo orangnya bisa dibilang baik karena dulu suka bantu aku ngerjain tugas kalau aku nggak ngerti walaupun kita seangkatan tapi Kak Leo lebih tua dari kita 1 tahun.. dia dulu terlambat masuk sekolah kata papanya kak Leo sih waktu umur Kak Leo sudah 7 tahun udah bantu perusahaan makanya Dia nunda sampai umur 8 tahun baru dia masuk sekolah.'' ucap Alina


''amazing umur 7 tahun udah bisa bantu perusahaan keren.. '' teriak Ziva


''gak itu aja kak Leo kalau ngelukis aura tampannya semakin kelihatan dan lukisan Kak Leo bagus banget'' Ucap Alina


Mendengar itu semua Aditya seketika berdiri


'' Gue pulang duluan ramen gue buat Arga aja'' ucap Adit yang langsung pergi


''Adit kenapa?'' tanya Alina


''Lo berdua sih bahas si Leo mulu'' ucap Arga


''tadikan Adit yang minta ngebahas kak Leo lagi'' jawab Alina


''Alina Lo gak sadar Adit cemburu?'' Tanya Arga


''Cemburu?'' tanya Alina balik


''dasar gak peka, Lo gak sadar selama ini dia suka sama Lo.. dia cemburu karena Lo muji si Leo'' ucap Arga


___________________________________________

__ADS_1


__ADS_2