
Setelah di beri bubur Asin Alina bersiap siap untuk Kekampus, Setelah selesai Alina kembali ke meja makan dan sarapan bersama Mama Sabri, Tristan.
''Pagi Mah.. Pagi Dewa keributan" Sapa Alina kepada Mama dan kakaknya itu.
''Pagi sayang, Kamu bilang tadi kuliah kamu Siang kenapa kamu sudah siap?" Tanya Mama Sabri karena seingatnya semalam Alina bilang dia akan ke kampus agak siangan.
''Al ke bangun Mah karena Dewa keributan mengganggu Tidur ku'' Jawab Alina melihat sinis ke arah Tristan.
'' Ia deh kakak salah, Mau di beliin apa hari ini?" Tanya Tristan kepada Alina yang lagi asik Makan Nasi Goreng
''Ini pakai uang siapa?? Nanti aku minta yang mahal kakak malah minta uangnya ke aku..
Aku kan belum kerja" Protes Alina ke Tristan karena mengingat kejadian beberapa Minggu yang lalu
''Yah pakai uang kamu lah, Kan kamu yang minat" Jawab Tristan tenang
''Gak usaha repot repot, Al bisa beli sendiri kalau pakai uang Al sendiri" Jawab Al semakin kesal dengan tingkah Tristan.
''Ia deh.. Nanti kakak antar ke kampus dan kakak jemput pulang, habis itu kita beli Es krim" Goda Tristan karena dia tau kalau adiknya tidak suka dengan Es krim.
''Al bukan anak kecil yang mau di sogok dengan Es krim.." Kesal Alina..
"Yah udah kemarin ada yang minat di beliin Tablet iPhone.. Masih mau gak'' goda Tristan
''Mau lah.. Kali ini kakak yang beli pakai uang kakak kan?" Tanya Alina Curiga.
"Ia Al.. tenang aja, Cepat habiskan sarapan mu biar kakak antar, Tadi kakak lihat di garasi Mobil kamu Kempes bannya, Tadi udah kakak suruh Orang bengkel datang tapi Nanti jam 11 baru bisa'' Perintah Tristan..
"Siap dewa keributan" Jawab Alina dan meletakkan tangannya di kening tanda hormat.
...10 Menit kemudian mereka selesai sarapan, sekalian berbincang bincang....
''Mah.. Aku pergi dulu mama jangan kangen'' Ucapan Alina sekaligus mencium tangan Mama Sabri..
''PD banget lu Al, lagian mama kangen sama orang tertentu aja'' Ledek Tristan
''Udah - udah jangan ribut terus, Nanti kalian gak berangkat-berangkat lagi'' lerai mama Sabri.
Mereka pun pergi menggunakan mobil Tristan yang berwarna putih.
Sesampainya di kampus mobil Tristan jadi bahan sorotan semua mahasiswa karena mobil Tristan mobil keluaran terbaru.
Dengan sigap Tristan membukakan pintu untuk Aliran.
__ADS_1
"Silahkan Nona Alina, Hambamu sudah mengantarkan Nona sampai di depan kampus" Ucapan Tristan seolah-olah dia sedang menyambut seorang ratu kerajaan.
''Terima kasih budak, Hari ini tugas mu sangat bagus'' Alina keluar dengan anggun layaknya seorang Ratu.
''Gak ada akhlak ini adek bilang kakaknya sediri budak, panggil pangeran kek atau paling rendah panglima kek" keluh Tristan
''Pangeran, Panglima.. Hahahaha gak.. gak cocok sama muka kamu kak, Muka kamu itu cocok nya di bilang fucek boy, Hahahaha" Tawa ledek Alina terdengar sangat keras.
''Udah sana masuk, belajar yang bagus Carikan kakak adik ipar yang baik" Ledek Tristan.
''Ia ia nanti aku Carikan.. Aku masuk dulu ya kakak" Alina melengos pergi
''kamu gak mau salam dulu" Teriak Tristan
''Gak ah aku gak mau jadi bahan perhatian orang" Jawab Alina
Tristan yang mendengar jawaban Alina melihat ke sekeliling, ternyata benar saat itu mereka sudah menjadi bahan perhatian orang orang, Tristan pun pergi.
''Al...'' Trial Aditya
''Kenapa dit..'' Tanya Alina
''Bukannya Kuliah Lo hari ini cuma satu dan nanti siang kan??'' Tanya Aditya memastikan
''Lo kan selalu kasih jadwal lo ke gue dan gue juga kasih jadwal gue ke lo'' Jawab santai Aditya.
''Gue gak nyangka Lo bakal hafal jadwal gue, Ia sih sebenarnya hari ini aku datang terlalu cepat soalnya tadi ada dewa keributan mengganggu aku tidur'' jawab Alina dengan senyum manisnya.
''Kantin aja yuk, temani gue sarapan gue belum makan'' Ajak Aditya
''Bukannya hari ini Lo ada kelas?'' Tanya Alina curiga
''Ia sih, Tapi tadi ada pengumuman kalau dosennya gak masuk" Jawab Aditya sembari menarik lengan Alina
......KANTIN......
''Lo mau apa??'' Tanya Aditya
''Tadi sih gue udah makan, lemon tea aja deh tapi dingin" Jawab Alina dan menyodorkan uangnya
''Gue yang bawa Lo ke sini jadi gue yang bayar" Setelah mengatakan itu Aditya langsung pergi meninggalkan Alina.
Setelah pergi beberapa saat ada segerombolan Cewek mendekati Alina.
__ADS_1
''Berdiri Lo..'' teriak Cewek 1
Namun Alina tidak menggubris sama sekali.
''Woy.. Lo budeg.. Berdiri lo'' Teriak Cewek 2
''kakak ngomong sama aku'' Tanya Alina rama
''Ya siapa lagi kalau bukan lo'' Teriak Cewek 4
''kan masih banyak tempat lain kak, kenapa harus di sini'' Jawab Alina dengan santainya
''Lo gak tau kita siapa'' Teriakan Cewek 3
''Gak peduli dan gak mau tau'' Jawab Alina karena sudah terpancang emosi
''Gue anak dekan Lo bisa di keluarkan dari kampus ini'' Teriak Cewek 1
''Yah jadi karena Lo anak dekan Lo bisa berkuasa di kampus ini, enggak yang kerja Bokap Lo bukan Lo jadi Lo gak perlu di hargai, di sini kita sama sama menurut ilmu, tidak membanggakan pekerjaan orang tua. Satu lagi tadi gue gak nanya Bokap Lo siapa, Mau bokap Lo presiden sekalipun Lo gak bisa apa apa okey" Alina teriak karena sudah terpancang emosi.
''berani Lo ya'' Teriak Cewek 1 dan ingin menampar pipi Alina.
''AWW...." Teriak Alina karena pipinya sudah terkena 1 tamparan yang cukup keras.
''Makanya jangan macam macam sama gu AWWW.....'' Teriak Cewek 1 karena ada yang menarik rambutnya dengan kuat.
''BERANI SEKALI KAU MELUKAI ADIK KU..
SIAPA KAU??" Tanya Tristan marah karena melihat adiknya kesakitan
''Lepaskan aku... kau tidak tahu aku siap. Aku anak dekan kampus ini'' Teriak Cewek 1
''Kau telah menyakiti sumber kebahagiaan ku. kau dan ke 3 teman mu akan merasakan akibatnya bahkan keluarga mu akan kena akibatnya. PERGI KALIAN DARI HADAPAN KU'' Teriakan Tristan berhasil membuat mereka kabur.
___________________________________________
Hai Gays sebenarnya ini novel ke 2 ku..
Tapi Novel pertama ku itu seperti chat..
Kalian bisa baca juga kok..
j
__ADS_1