
Hari Minggu ini Awan kembali mengajak Shofi dan Keinan untuk datang ke rumahnya. Surya meminta untuk semua keluarganya agar bisa berkumpul kembali seperti hari Minggu kemarin. Tentu saja hal ini juga dimaksudkan untuk lebih mendekatkan Shofi dan Keinan dengan keluarga Awan juga, terutama Wulan tentu saja.
"Assalamu'alaikum," salam Awan, Shofi, dan Keinan begitu melewati pintu dan masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam," jawab Surya dan Wulan.
"Akhirnya cucu sayangnya Opa datang juga sama bundanya. Opa sama Oma udah nungguin dari tadi loh," kata Surya seraya bangun dari duduknya, diikuti oleh Wulan, istrinya, yang juga ikut bangkit berdiri.
Shofi dan Keinan kemudian menyapa Surya dan Wulan. Menyalami dan mencium punggung tangan kanan mereka berdua secara bergantian.
"Ayo kita ke dapur. Kamu bantu Tante masak," kata Wulan kepada Shofi, masih dengan sikap dinginnya.
"Iya, Tante," balas Shofi sopan.
"Oma sama Bunda mau masak apa?" tanya Keinan tiba-tiba.
"Memangnya Keinan mau dimasakin apa? Coba bilang sama Oma," tanya Wulan lembut, lagi-lagi sangat berbanding terbalik dengan sikapnya kepada Shofi tadi.
"Keinan mau dimasakin sup makaroni sama Bunda. Boleh kan, Oma?" tanya Keinan polos.
"Boleh dong, sayang," jawab Wulan dengan tersenyum lembut seraya mengusap kepala Keinan penuh sayang.
"Yeay, asyik. Makasih, Oma," girang Keinan. "Sup makaroni buatan Bunda enak banget loh Oma. Oma harus cobain. Keinan jamin Oma pasti suka."
"Iya, sayang. Nanti Oma cobain, ya."
Shofi tersenyum kecil. Tidak masalah kalau untuk sementara ini Wulan masih bersikap dingin terhadap dirinya. Tetapi Shofi sangat bersyukur karena Wulan begitu menyayangi Keinan dengan tulus.
"Ya udah. Yuk, Keinan main sama Opa sama Om Ganteng dulu. Bunda biar bantuin Oma masak untuk kita semua. Oke?" kata Surya kepada Keinan.
"Oke, Opa," balas Keinan tersenyum senang.
Surya kemudian mengajak Keinan untuk bermain di halaman samping. Awan mengikuti keduanya dari belakang. Sementara itu Shofi dan Wulan pun juga beranjak menuju ke dapur.
Shofi membantu Wulan untuk memasak menu makan siang mereka hari ini. Dan setelah semuanya selesai, mereka pun kemudian menata semua masakan mereka di atas meja makan.
Setelah Langit, Anjani, Bintang, dan Inara datang, mereka semua pun kemudian memulai acara makan siang bersama mereka. Suasana hangat dan ramai kembali menghiasi acara makan siang bersama tersebut.
Surya melihat ke arah Wulan yang sedang tersenyum lembut melihat kehangatan dan kebersamaan semua anak cucunya. Senyum Surya pun ikut mengembang. Bersyukur karena semuanya berjalan sesuai dengan rencana dan harapan Surya.
☘️☘️☘️
__ADS_1
Beberapa hari kemudian.
✉️: Assalamu'alaikum, Mas. Sore nanti Mas Awan ada waktu luang enggak? Kakek dan neneknya Keinan mau datang berkunjung. Shofi bermaksud untuk sekalian ingin memperkenalkan Mas Awan sama mereka dan memberitahukan tentang rencana pernikahan kita. Gimana menurut Mas Awan?
Awan sedikit terkejut membaca chat wa yang dikirimkan oleh Shofi tersebut. Awan merasa kalau dirinya harus berbicara secara langsung dengan Shofi. Awan pun kemudian mengirimkan pesan balasannya kepada Shofi.
✉️: Wa'alaikumsalam, Shofi. Kamu lagi sibuk nggak? Boleh Mas telepon?
Sedikit agak lama. Tetapi akhirnya Awan pun mendapatkan pesan balasan dari Shofi.
✉️: Boleh, Mas.
Awan tersenyum. Dirinya kemudian langsung mendial nomor telepon Shofi.
📞: Assalamu'alaikum, Mas.
📞: Wa'alaikumsalam, Shofi. Maaf nih, Mas mau tanya. Yang kamu maksud dengan kakek dan nenek Keinan itu apakah kedua orang tua mantan suami kamu?
📞: I-iya, Mas. Mereka orang tuanya Mas Bayu.
📞: Ooohhh. Oke deh kalau gitu. Kamu tenang aja, Mas ada waktu luang kok. Nanti sore Mas pasti datang. Mmm, apa sekalian aja Mas jemput kamu dulu ke kantor? Biar kita bisa barengan datangnya.
📞: Eh, eng-enggak usah, Mas. Biar Shofi pulang sendiri aja. Nanti Mas Awan langsung datang ke rumah aja, ya.
📞: Iya, Mas. Ya udah kalau gitu, aku tutup dulu ya, Mas. Udah mau masuk kerja lagi soalnya.
📞: Iya. Semangat ya kerjanya. Assalamu'alaikum, Shofi.
📞: Iya, Mas. Wa'alaikumsalam.
Tut.
Sambungan telepon pun terputus. Awan tersenyum miring. Mendengar dari nada bicara Shofi yang sedikit gugup tadi, Awan bisa menebak kalau sepertinya masalah kakek dan nenek Keinan ini nanti pasti tidak akan berjalan dengan mudah.
Tetapi bukan Awan namanya kalau tidak bisa mempersiapkan diri dengan baik. Putra Papa Surya tentu saja mewarisi kehebatan sang papa dalam mengatur strategi dan juga rencana untuk menghadapi setiap halangan dan rintangan yang ada.
☘️☘️☘️
Sore harinya.
Awan datang sedikit terlambat. Dia sengaja pulang terlebih dahulu dan mengambil mobilnya dulu tadi. Setelah itu Awan juga mampir ke supermarket dulu untuk sekedar membeli buah tangan untuk keluarga Shofi.
__ADS_1
Awan sengaja ingin menciptakan kesan yang baik di hadapan kakek dan nenek Keinan. Di samping itu Awan juga ingin menunjukkan kepada mereka berdua bahwa dirinya pantas untuk Shofi.
"Assalamu'alaikum," salam Awan begitu menaiki teras rumah Shofi.
"Wa'alaikumsalam," jawab semuanya dari dalam rumah.
"Yeay, Om Ganteng," teriak Keinan girang.
Keinan segera berlari dan menghambur memeluk Awan yang juga sudah berjongkok menyambut kedatangan Keinan. Shofi, Aminah, Hamzah, dan juga kedua orang tua Bayu pun juga langsung berdiri.
Nampak keterkejutan di wajah Arya dan Winna, kedua orang tua Bayu, sekaligus kakek dan nenek Keinan. Mereka berdua heran melihat reaksi Keinan yang begitu senang dalam menyambut laki-laki yang baru saja datang itu.
Awan menggendong Keinan kemudian berjalan memasuki rumah dan menghampiri semuanya. Awan pun lalu menghampiri Aminah dan mencium punggung tangan kanannya.
"Assalamu'alaikum, ibu," salam Awan.
"Wa'alaikumsalam, nak Awan," jawab Aminah.
"Ini, Bu. Ada sedikit kue dan buah untuk ibu," kata Awan seraya mengangsurkan sebuah kantong plastik besar kepada Aminah.
"Kenapa harus repot-repot gini sih, nak?" tanya Aminah merasa tidak enak hati.
"Nggak repot sama sekali kok, Bu."
"Ya udah kalau gitu. Terima kasih ya, nak Awan," kata Aminah seraya menerima kantong plastik dari Awan.
"Sama-sama, Bu," balas Awan seraya tersenyum.
Awan kemudian beralih kepada Shofi dan yang lainnya.
"Selamat sore Om, Tante," sapa Awan kepada Arya dan Winna.
"Selamat sore," balas Arya dan Winna bersamaan.
"Mmm, laki-laki ini siapa, Shofi?" tanya Winna akhirnya, menyuarakan rasa penasarannya sejak tadi.
"Mmmhhh, ini Mas Awan, Pak, Bu," jawab Shofi sedikit canggung.
"Awan?" tanya Winna lirih.
"Perkenalkan Om, Tante, nama saya Awan. Dan saya adalah calon suami Shofi," kata Awan memperkenalkan dirinya dengan mantap.
__ADS_1
Dan Arya serta Winna seketika langsung membulatkan kedua mata mereka karena terkejut mendengar pernyataan dari Awan tersebut.