Aku Bisa Tanpamu

Aku Bisa Tanpamu
42. Kenyataan Menyakitkan


__ADS_3

Siang ini Awan sudah sampai di depan kantor perusahaan SR Group. Awan sengaja meminjam sepeda motor ninja milik Adit agar dia bisa lebih cepat dalam menjemput Shofi.


Tidak lama kemudian, nampak Shofi yang keluar dari perusahaan dan langsung menghampiri Awan yang sedang menunggu di dekat pos satpam seperti biasanya.


"Assalamu'alaikum, Mas," sapa Shofi yang kemudian salim dan mencium punggung tangan kanan Awan.


"Wa'alaikumsalam, sayang," balas Awan dengan tersenyum lembut.


"Sebenarnya ada apa sih, Mas? Kenapa tiba-tiba Mas Awan nyuruh aku untuk ijin pulang? Bahkan Om Azril juga langsung ngijinin. Ada masalah apa sih, Mas?" tanya Shofi bingung karena tiba-tiba saja Awan memintanya untuk ijin pulang lebih awal karena ada sesuatu yang sangat penting, begitu kata Awan tadi.


"Sayang, Bayu datang bersama dengan istrinya," jawab Awan seraya menggenggam lembut kedua tangan Shofi.


Shofi membulatkan kedua matanya karena terkejut.


"Mereka berdua ada di kafe Mas saat ini," lanjut Awan.


"Keinan?" tanya Shofi.


"Keinan juga ada di kafe. Tadi Mas titipin ke Mbak Maya dan yang lainnya."


"Mbak Maya udah masuk kerja lagi, Mas?"


"Udah. Baru hari ini tadi."


"Mau apa mereka tiba-tiba datang, Mas?"


Awan menarik nafas dalam, mengumpulkan kekuatan untuk menyampaikan niat Bayu dan Alya tadi kepada Shofi terlebih dahulu.


"Sayang, mereka bilang kalau mereka ingin mengambil alih hak asuh atas Keinan," jawab Awan sehati-hati mungkin.


Tapi tetap saja, Awan dapat melihat tubuh Shofi yang langsung tersentak dan menegang.


"A-apa-apaan ini, Mas? Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Mas?" tanya Shofi dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.


Awan mengeratkan genggaman tangannya pada kedua tangan Shofi. Awan kemudian menceritakan semua yang sudah terjadi kepada Shofi.


Air mata Shofi seketika langsung tumpah begitu mendengar semua perkataan dari suaminya itu. Awan segera menarik Shofi ke dalam pelukannya. Diusapnya lembut kepala dan punggung istrinya itu. Mencoba untuk menenangkan hati wanita yang sekarang sangat dia cintai itu.


"Kenapa tiba-tiba jadi seperti ini, Mas? Aku nggak akan ngasih hak asuh Keinan ke mereka, Mas. Aku nggak mau," ucap Shofi di sela-sela isak tangisnya.

__ADS_1


"Iya, sayang, iya. Mas juga nggak akan pernah membiarkan mereka membawa Keinan pergi."


"Kenapa mereka begitu tega, Mas? Seenaknya saja mereka tiba-tiba datang dan mau ngambil Keinan dari aku. Aku nggak terima, Mas."


"Sssttt, iya, sayang. Mas sangat paham bagaimana perasaan kamu sekarang."


Awan kemudian melepaskan pelukannya pada Shofi. Diusapnya buliran air mata yang membasahi wajah cantik istrinya itu.


"Udah ya. Sekarang kita langsung ke kafe dulu. Kasihan Keinan nungguin kita berdua. Pokoknya, apapun yang terjadi Mas akan selalu ada di sisi kamu. Dan Mas juga nggak akan biarin mereka berdua mengambil Keinan dari kita. Mas minta sama kamu, kontrol emosi kamu, ingat Keinan. Dan jangan pernah merasa takut, Mas selalu ada bersama kamu. Ya, sayang, ya," pesan Awan panjang lebar.


"Iya, Mas," jawab Shofi lirih.


Awan kemudian membonceng Shofi dan membawanya untuk menuju ke kafe miliknya.


☘️☘️☘️


Sesampainya di kafe, Awan dan Shofi langsung masuk ke dalam kafe.


"Assalamu'alaikum," sapa Awan dan Shofi bersamaan.


"Wa'alaikumsalam," jawab Keinan, Maya, dan yang lainnya.


"Bunda, Papa," teriak Keinan yang langsung berlari menghampiri Awan dan Shofi.


Awan dan Shofi lalu mengajak Keinan untuk menghampiri Bayu dan Alya.


"Alya?" kaget Shofi begitu melihat Alya duduk di sebelah Bayu.


Alya adalah teman kuliah Shofi dulu. Meski mereka berdua tidak terlalu dekat, tetapi dengan status Alya sebagai 'bunga kampus' pada saat itu, tentu saja Shofi juga mengenal Alya. Dan memang Shofi juga belum mengetahui kalau sekarang Alya adalah istri dari Bayu. Shofi sengaja tidak ingin mencari tahu tentang masalah Bayu lagi semenjak perceraian mereka dulu.


"Hai, Shofi. Kirain udah nggak kenal aku lagi," kata Alya setengah mencibir.


"Jadi kamu ---" Shofi tidak mampu melanjutkan pertanyaannya.


"Iya. Aku istri Bayu sekarang," kata Alya yang paham dengan apa yang akan ditanyakan oleh Shofi tadi.


Awan bisa merasakan suasana yang mulai tidak kondusif.


"Mbak Maya," panggil Awan.

__ADS_1


"Iya, Bos," balas Maya yang kemudian bergegas menghampiri Awan dan yang lainnya.


Awan berjongkok di hadapan Keinan.


"Keinan sayang ikut sama budhe Maya dulu, ya. Tunggu Papa sama Bunda di dalam ruangan Papa. Oke, sayang?" kata Awan seraya mengusap kepala Keinan.


"Iya, Papa," jawab Keinan patuh.


Awan kembali berdiri dan menghadap ke arah Maya.


"Mbak, tolong ajak Keinan ke ruangan saya dulu, ya. Sama yang lain juga. Kalian tunggu di dalam dulu," kata Awan.


"Oke, Bos," balas Maya. "Yuk, Keinan sayang. Ikut sama budhe Maya dulu, ya," ucap Maya kepada Keinan.


Keinan menganggukkan kepalanya. Maya kemudian menggandeng tangan Keinan. Maya mengajak Keinan untuk masuk ke dalam ruangan Awan, diikuti oleh Adit, Danu, Dedi, dan chef Yudha di belakangnya.


Awan sengaja menyuruh Maya dan yang lainnya membawa Keinan masuk ke dalam, karena menurut Awan apa yang akan mereka bicarakan bersama Bayu dan Alya tidak selayaknya untuk didengar oleh Keinan.


"Ayo duduk dulu, sayang," ajak Awan kepada Shofi setelah Maya, Keinan, dan yang lainnya masuk ke dalam ruangan Awan.


Awan dan Shofi kemudian mendudukkan diri mereka di depan Bayu dan Alya.


"Jadi kamu adalah istrinya Mas Bayu sekarang?" tanya Shofi yang sudah mulai bisa menguasai dirinya.


"Iya. Dari dulu, akulah satu-satunya wanita yang dicintai oleh Bayu. Sementara kamu, seperti yang kamu tau, dari awal sebenarnya kamu memang hanyalah seorang pengganti."


Shofi memejamkan kedua matanya. Rasa sesak itu tiba-tiba datang tanpa bisa dicegah. Genggaman lembut Awan pada tangannya kembali menyadarkan Shofi. Shofi menoleh ke arah Awan. Dilihatnya suaminya itu tersenyum lembut kepada dirinya.


Dan jujur saja perasaan Shofi menjadi lebih baik setelah itu. Senyuman Awan memberikan rasa tenang dan nyaman yang mampu menguatkan hati Shofi.


"Dan asal kamu tau, Shofi, dari awal aku sendirilah yang menyuruh Bayu untuk mendekati kamu. Setelah aku tau bahwa kamu satu kantor dengan Bayu, aku lalu menyuruh Bayu untuk mendekati kamu dan menjadikan kamu pengganti sementara selama aku fokus mengejar impianku untuk menjadi model di London. Agar Bayu juga tidak merasa kesepian selama menunggu aku. Tapi ternyata, diluar dugaan, Bayu juga sempat terlena karena pesona kamu. Sampai akhirnya kalian menikah dan memiliki Keinan. Tapi tetap saja, hanya akulah satu-satunya wanita yang dicintai oleh Bayu. Itu kenapa dia tetap kembali kepadaku," jawab Alya panjang lebar.


Kali ini giliran Awan yang merasa geram dan marah.


"BRENGSEK!!!" umpat keras Awan seraya berdiri dan menggebrak meja. "Kalian benar-benar keterlaluan. Seenaknya saja kalian mempermainkan perasaan seseorang seperti itu," geram Awan dengan nafas yang memburu.


Shofi ikut berdiri kemudian memegang lengan suaminya itu.


"Istighfar, Mas. Jangan emosi," kata Shofi seraya mengusap lengan Awan, mencoba meredakan emosi suaminya itu.

__ADS_1


Meski hati Shofi juga sangat sakit setelah mengetahui semua kenyataan menyakitkan ini, tetapi sebisa mungkin Shofi berusaha untuk menguasai dirinya sendiri. Dan melihat Awan yang begitu marah setelah mendengar perkataan dari Alya, ada rasa hangat yang Shofi rasakan.


Shofi tau Awan marah karena tidak terima dirinya diperlakukan seperti itu oleh Bayu dan Alya. Awan sangat menyayangi dirinya, itu kenapa Awan marah sekarang. Dan semua perhatian serta kasih sayang dari Awan itu lumayan bisa mengobati sakit hati Shofi saat ini.


__ADS_2