Aku Bisa Tanpamu

Aku Bisa Tanpamu
46. Permainan Pikiran


__ADS_3

Selama beberapa hari ini Bayu dan Alya terus menghubungi Awan dan Shofi, meminta untuk kembali bertemu dan membahas masalah Keinan lagi. Dan akhirnya, sore hari ini Awan dan Shofi pun menerima permintaan Bayu dan Alya tersebut untuk kembali bertemu.


Awan dan Shofi kemudian meminta kepada Bayu dan Alya untuk datang ke kafe milik Awan. Tetapi kali ini Awan tidak menutup kafe miliknya. Membiarkan pengunjung tetap datang, bersantai, dan menikmati hidangan pesanan mereka.


Awan, Shofi, dan Keinan menemui Bayu dan Alya di salah satu meja yang berada di dekat jendela kaca. Dan dapat Awan lihat, Alya yang tampak terlihat tidak nyaman. Awan diam-diam tersenyum kecil, semoga semuanya berjalan sesuai dengan prediksi dan rencana mereka kemarin ketika berada di rumah Langit.


"Kita mau bicara di depan banyak orang seperti ini?" tanya Alya.


"Memangnya kenapa? Ada masalah?" tanya balik Shofi.


"Ya nggak nyaman aja. Kita kan mau ngomongin masalah yang pribadi," jawab Alya.


"Menurut kami ini nggak masalah kok. Tapi ya, terserah kalian juga sih. Jadi mau bicara ya silahkan, enggak juga nggak masalah," kata Shofi dengan entengnya.


Alya terlihat membuang nafasnya kesal. Shofi dan Awan saling pandang kemudian diam-diam saling melempar senyum. Shofi dan Keinan sudah diberitahu lebih dulu mengenai rencana Anjani kemarin. Itu kenapa Shofi paham bahwa kali ini dia harus bisa berperan dengan sangat santai dan tenang.


"So, kalian berdua mau bicara masalah apa lagi sekarang?" tanya Shofi kemudian.


Lagi-lagi Alya membuang nafasnya kasar. Mau tidak mau dia harus berbicara dengan situasi dan kondisi seperti ini. Salah mereka juga yang tidak menentukan tempat pertemuan dengan lebih matang.


"Seperti yang kami bilang beberapa hari yang lalu, kami ingin mengambil alih hak asuh atas Keinan. Kami mau Keinan ikut tinggal bersama dengan kami. Kalau kalian masih belum mau menyetujui juga, terpaksa kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum," jawab Alya berusaha bersikap tenang.


"Keinan nggak mau," teriak Keinan seraya berdiri dari duduknya.


Awan dan Shofi mengulum senyum tipis. Sementara Bayu dan Alya nampak terkejut. Beberapa pengunjung di kafe Awan tersebut juga mulai melihat ke arah meja mereka berlima. Terkejut sekaligus penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Keinan nggak mau tinggal sama kalian. Keinan maunya tinggal sama Papa sama Bunda. Jangan pisahin Keinan sama orang tua Keinan," lanjut Keinan masih dengan suara yang meninggi.


Para pengunjung yang mendengar perkataan Keinan pun terlihat mulai berbisik-bisik satu sama lain. Dan Alya juga terlihat semakin salah tingkah.

__ADS_1


"Eh, bukannya itu anaknya pemilik kafe ini ya? Kok dia ngomong gitu? Dua orang itu siapa emangnya?" tanya pengunjung di sebelah kiri yang masih bisa didengar oleh Alya.


"Iya, anaknya pemilik kafe ini. Tapi kan cuma anak tiri juga. Itu mungkin ayah kandungnya dan dia mau ambil anak itu, gitu mungkin," balas pengunjung yang satu lagi.


"Tapi kayaknya anaknya nggak mau deh. Kasihan ya anak itu, jadi rebutan kayak gitu," bisik pengunjung yang pertama tadi.


Dan masih banyak bisik-bisik para pengunjung lain yang juga masih bisa didengar oleh Alya.


"Keinan, tenang dulu dong. Dengar dulu penjelasan kami," kata Alya yang mulai panik sendiri.


"Nggak mau. Pokoknya Kei maunya tinggal sama Papa sama Bunda aja," tegas Keinan lagi.


"Keinan sayang. Tenang dulu ya, nak," bujuk Shofi seraya mengusap-usap pundak Keinan, mencoba menenangkan putranya itu.


Tidak lama kemudian, ada dua orang ibu muda yang masuk ke dalam kafe Awan.


"Selamat datang di kafe Awan. Mari kak, silahkan masuk," sapa Adit seperti biasanya.


Adit hendak mengantarkan kedua pengunjungnya tersebut ke meja yang masih kosong. Tapi tiba-tiba saja, keduanya langsung berhenti begitu melewati meja Awan dan yang lainnya.


"Eh, ini Kak Alya kan? Yang model terkenal dari London itu? Yang kemarin ikut fashion show juga, iya bener kan?" tanya ibu muda pertama begitu antusiasnya.


"Ah, eh, iya, saya Alya," jawab Alya masih sedikit gelagapan.


"Wah, nggak nyangka banget aku bisa ketemu Kak Alya secara langsung. Aku ini fansnya Kak Alya loh," kata si ibu muda tersebut begitu bahagia.


"Eh, ini Alya model terkenal yang kamu ceritain kemarin itu, ya?" tanya ibu muda kedua.


"Iya. Gimana? Cantik kan? Udah gitu hebat dan profesional lagi," puji ibu muda pertama.

__ADS_1


"Wah, iya bener. Cantik khas orang Indonesia banget," puji ibu muda kedua juga.


"Terima kasih banyak atas pujiannya," ucap Alya merasa bangga.


"Kita boleh minta foto sama Kak Alya enggak?" tanya ibu muda pertama.


"Iya Kak, biar bisa kita jadiin kenangan. Boleh ya, Kak?" pinta ibu muda kedua.


"Boleh kok. Tentu saja boleh," balas Alya.


Mereka bertiga kemudian mengambil beberapa kali foto selfie. Bahkan mereka juga meminta tolong kepada Adit untuk memfotokan mereka bertiga.


Setelah berbincang-bincang sebentar, kedua ibu muda tersebut pun kemudian pamit dan kembali melanjutkan langkah mereka menuju ke meja yang sudah dipilihkan sebelumnya oleh Adit untuk mereka berdua.


Alya kembali mendudukkan dirinya di sebelah Bayu. Senyum merekah begitu nampak di wajah Alya. Dirinya tidak menyangka kalau akan bertemu dengan fansnya di kafe milik Awan ini. Rasa bangga dan puas terlihat dengan sangat jelas di wajah Alya tersebut.


"Jadi,,, masih yakin mau membawa masalah ini ke jalur hukum?" tanya Awan tiba-tiba.


Alya dan Bayu sontak mengalihkan perhatian mereka kepada Awan dengan raut wajah yang bertanya-tanya.


"Maksud kamu?" tanya Alya bingung.


"Dengan status kamu yang begitu terkenal sekarang ini sebagai seorang publik figur, satu kasus hukum saja pasti bisa langsung menjadi sebuah skandal bukan?" tanya Awan dengan tersenyum miring.


Alya langsung berjengit kaget. Tubuh Alya seketika langsung menegang mendengar perkataan Awan tersebut.


"Pemberitaan hangat seperti itu pasti akan menjadi buah bibir yang sangat dicari oleh pihak media. Dan seperti yang kamu tau sendiri, netizen +62 itu sangat hebat dan frontal dalam berkomentar. Kamu yakin akan siap untuk menghadapi segala resikonya?"


"Semua kisah masa lalu pasti akan dikuak secara rinci oleh media. Dan coba pikirkan, kira-kira pihak mana yang akan didukung oleh banyak orang setelah mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya? Bayu yang tiba-tiba meninggalkan istri dan anaknya demi bisa bersama dengan kamu. Empat tahun tanpa kabar dan tanpa pertanggungjawaban. Lalu sekarang tiba-tiba kalian datang untuk mengambil alih hak asuh anak tersebut. Atau Shofi, ibu yang selama empat tahun ini membesarkan putranya seorang diri, yang mau kalian rebut hak asuhnya? Mana yang akan lebih dibela oleh banyak orang?"

__ADS_1


"Kasus ini pasti bisa menjadi sebuah skandal yang sangat mungkin untuk bisa menghancurkan karir yang sudah kamu bangun dengan susah payah selama ini. Yakin kamu sudah siap untuk kehilangan karir cemerlang dan semua kebanggaan kamu dari para penggemarmu itu?" tanya Awan begitu menohok Alya.


__ADS_2