Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
Ketakutan ku


__ADS_3

aku melihat suamiku seperti ini rasanya sangat senang, ya walaupun dibalik semua itu aku sedikit banyak masih menyimpan ketakutan, ketakutan yang selalu membuat ku ingin menyerah dimana ketika aku sangat menjaga harga diri suamiku dari cemoohan orang atau pun keluarga, dimana aku selalu berusaha membela suamiku tapi pada kenyataannya aku yang slalu di salahkan olehnya dan lebih memilih keluarga nya, tapi aku yakin Allah tidak tidur, Allah slalu bersama ku jadi aku pasrahkan kepada Allah tentang baik buruknya nanti untuk kedepannya.


kadang aku berfikir apa salahku sehingga aku merasa seperti tidak dihargai dan dianggap oleh keluarganya??


tapi berulang kali aku menepis pikiran itu, aku berusaha berfikir positif dan apa yang melintas dipikiran ku itu hanya perasaan ku saja, yaaa mungkin aku yang terlalu berlebihan atau kurang dewasa.


Astaghfirullah...


maafkan hamba MU ini ya Allah, karena hanya Engkau lah yang Maha Membolak Balikan hati manusia dan maafkan hamba yang seolah melupakan Kuasa MU Ya Allah....


Sayang...


"Dek, ehm.. kamu lagi mikirin apa?"


saking asik dan larut nya aku dalam pemikiran dan lamunan ku, aku sampai tidak mendengar mas Hasan yang telah berulang kali memanggil manggil aku..


"Ah i-iya mas.. maaf mas ada apa mas??"


"ehm.. mas sudah selesai mandi nya yuk sekarang kita makan dulu biar mas ada tenaga hehehe"


"dek, jawab pertanyaan mas dulu ada apa? kamu lagi mikirin apa sampai mas panggil berulang kali kamu tidak mendengar?"


"ah i-itu ya.. tidakk apa apa mas.. beneran tidak apa apa,"


"jangan bohong dek?"


selidiknya penuh curiga..


"eh iya mas aku tidak apa apa kali.."


"serius? kamu tidak lagi bohong?" tanya nya untuk kesekian kali nya dengan memicingkan mata.


"aku cuma kepikiran apa aku sudah isi ya mas? soalnya aku merasa aneh kadang pusing tiba tiba hilang.." ucapku bohong


"nanti kita cek ke dokter saja dek...


sabar ya smoga kita segera diberi kepercayaan oleh Allah.."


Aamiin...


***


selama perjalanan ke rumah sakit aku berdoa dalam hati semoga feeling ku benar bahwa aku lagi hamil dan semoga dengan aku hamil suamiku bisa lebih perhatian ke aku dan keluarganya bisa lebih menganggap ku ada.. Aamiin..


Dek, kamu akhir akhir ini mas perhatikan sering sekali melamun, ada apa sebenarnya?


kamu kalau ada masalah jangan simpan sendiri ya.. ada aku dek suami kamu yang selalu ada buat kamu.

__ADS_1


aku diam tak menjawab bahkan aku pun tidak menatapnya.


iya mas.. semoga saja kamu selalu ada untuk ku, dan sayang nya aku nggak bisa cerita ke kamu tentang ada apa dengan aku.. aku takut kamu menyalahkan aku lagi seperti yang lalu lalu, bukan aku tidak percaya tapi aku lebih menjaga dan aku simpan sendiri saja.. karena aku masih punya Allah..


"Dek.." panggilnya sembari mengambil tangan kanan ku.


aku pun menoleh dan merespon dengan senyuman.. "sebagai jawaban kalau aku baik baik saja."


Setalah sampai di rumah sakit X, aku dan mas Hasan menuju pendaftaran dan setelahnya aku berjalan menuju ruangan dokter kandungan dan aku beserta mas Hasan mencari tempat duduk untuk menunggu giliran dipanggil.


lima belas menit berlalu dan sekarang giliran ku masuk ruangan dokter kandungan tersebut.


"ibu Liza.."


"iya sus,."


silahkan masuk bu giliran anda diperiksa


aku melangkah masuk bersama mas Hasan, dan aku disuruh berbaring di atas tempat tidur, dibukanya baju bagian atas dan perutku di beri gel untuk mempermudah dilakukannya USG.


beberapa detik kemudian dokter berkata sembari tersenyum melihat ke arah monitor.


"nah tuh pak buk.. alhamdulillah ya.. sudah ada kantung kecil sebiji kacang polong yang artinya ibu Liza hamil.. selamat ya pak buk kalian akan menjadi orang tua."


"Alhamdulillah.." jawab ku dan mas Hasan serempak saking bahagianya.


"berapa usianya dok?" tanya mas Hasan kepada dokter Ratna selaku dokter kandungan.


"iya dokter trimakasih ya dok.."


ini saya hanya memberi resep vitamin saja ya pak..agar baby tetap sehat ya walaupun si baby memang sehat tapi nggak apa apa biar tambah sehat.


"aamiin.. trimksh dokter," jawabku


"kalau begitu kami permisi ya dokter.. sekali lagi terimakasih.." pamit mas Hasan kepada dokter Ratna dokter kandungan ku


aku dan mas Hasan pun berjalan keluar dan menuju apotik untuk menebus resep dari dokter Ratna,


"Dek kamu duduk aja ya disini, biar mas yang antri untuk ambil vitamin nya."


"iya mas.. makasih ya.."


mas Hasan menjawab dengan senyuman


sepuluh menit berlalu..


"yuk dek kita pulang udah selesai nih.." ucapnya dengan menunjukkan vitamin untuk ku

__ADS_1


"ayo mas.." ku jawab dengan anggukan dan senyuman


diperjalanan pulang ku lihat mas Hasan begitu senang terlihat dari tadi dia tersenyum bahagia.. tapi aku hanya tersenyum sekilas karena tidak aku pungkiri dari lubuk hati ku yang terdalam aku juga sangat bahagia.


sesampainya dirumah aku langsung masuk kamar dan bersih bersih kemudian aku merebahkan tubuh ku karena terasa sangat lelah.


"capek ya dek? kalau capek langsung istirahat aja ya dek.."


"hmm.. iya mas.. trimakasih mas.."


***


Tak terasa hari berganti gelap dan aku baru menyadari kalau aku tertidur terlalu lama..


"Astaghfirullah.. kenapa sudah gelap? dan ini kenapa aku jadi kayak orang sakit padahal aku hanya hamil bukan sakit."


aku bangun dan melangkah ke kamar mandi kemudian aku menuju dapur karena aku sudah merasa lapar..


ketika di dapur aku bingung mau makan apa? sedangkan kalau masak aku lagi malas karena hanya aku sendiri dirumah, ya mas Hasan setelah pulang dari rumah sakit tadi langsung kerja karena memang hanya ijin untuk sebentar.


AHA.. makan mi instan kuah sama telur enak kayaknya.. aduuhh baru ngebayangin aja sudah ngeces aku.. hehehe


ku ambil mi instan dan telur berserta beberapa cabe kemudian aku memasak air untuk merebus mi tersebut.


lima menit kemudian mi instan kuah dengan telur sudah siap.. dan eemm rasanya tidak ada tanding hehe


setelah makan dan perut terasa kenyang aku kembali ke kamar dan tidur, sebelum tidur aku menghubungi mas Hasan, apa masih lama pulang kerjanya?


katanya sudah di jalan pulang,


jadi aku urungkan niat ku untuk tidur.. aku langsung menunggu mas Hasan di sofa depan TV dan tidak lama mas Hasan pun sudah tiba dirumah,


ku buka pintu dan aku sambut mas Hasan dengan senyuman..


sepertinya mas Hasan sangat lelah,..


"mas aku siapin air hangat buat mandi ya.." setelahnya mau aku buatin teh jahe hangat nggak mas biar capek nya hilang??


"hemm.. iya nggak apa apa makasih ya dek.."


"iya mas..." jawab ku dengan tersenyum


emm.. mas nanti aku ada yang mau di bahas sama mas kalau mas tidak capek..


mas Hasan menautkan alisnya karena heran,..


ada apa? apa yang mau Liza bahan?

__ADS_1


selamat tahun baru 2022 ya kakak semua semoga di tahun ini semua diberikan kesehatan, keselamatan dan rizki yang banyak.. aamiin


yuukkk tinggalkan jejak yuk buat author..😊


__ADS_2