Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
68. End


__ADS_3

Seminggu kemudian,


SAAH...


Ucap para saksi sekalian yang menandakan Aisha dan Rizky telah sah menjadi suami istri. Semua pihak keluarga panti asuhan tampak bahagia. Begitu pun Athar sebagai pendiri panti itu.


Aisha tampak memeluk mina yang ia anggap sebagai keluarga. Memang jika dilihat dari usia Mina mungkin terlalu muda untuk di panggil umi atau ibu, namun kasih sayang yang mina tunjukkan bagai seorang ibu bagi Aisha.


"Selamat ya Aisha, semoga kamu bisa menjadi istri yang baik, dan semoga keluarga kalian kelak menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," tutur Mina di pelukan Aisha.


"Makasih umi, makasih sudah menjadi sandaran ternyaman bagi Aisha selama ini,"


"Iya.. sama-sama..sekarang kamu sudah menjadi istri Rizky, jangan berhantam lagi kayak dulu ya.." ucap Mina sambil bercanda.


Aisha pun tersenyum, ternyata Mina masih ingat bagaimana masa lalu Aisha dengan Rizky.


...*...


Satu hari kemudian,


Pagi itu seorang laki-laki berjaket hitam meletakkan bunga mawar di depan pagar rumah Mina. Athar melihat itu dari kaca jendela. Ia tak banyak bicara langsung saja athar keluar dan mengejar laki-laki berjaket itu.


"Mau kemana mas.." panggil Mina yang mengikuti Athar dari belakang. Ia kaget melihat Athar tiba-tiba mengejar seseorang.


Laki-laki berjaket hitam itu pun lari sekuatnya namun ia memang tidak ahli untuk jadi copet. Athar dengan mudah menangkapnya. Sedangkan Mina sudah ngos-ngosan mengejar suaminya itu.


"Udah lari larinya..aku capek mas," keluh Mina saat ia sudah sampai di dekat Athar.


Sementara itu Athar mulai membuka penutup kepala laki-laki itu. Terlihatlah wajah Bambang, teman lama Mina yang dulu pernah Mina tolak cintanya.


"Bambang.. astaghfirullah...jadi kamu si pengagum rahasia yang meneror aku," gerutu Mina sembari memukul mukul badan Bambang dengan sapu yang tadi tak sengaja ia bawa saat berlari dengan spontan.


"Aduh..aduh..iya..maaf Mina, aku cuma main main aja," ucap Bambang memberi alasan.


"Main main anda itu tidak lucu!" tegas Athar.


"Maaf mas athar, jangan laporkan saya ke polisi ya," ucap Bambang bersungguh sungguh.


"Enak aja..kamu tuh ya.." gerutu Mina, ia tak tau lagi kata kata apa yang tepat untuk mengomeli Bambang.


"Baik..saya akan lepasin kamu, tapi kalau sampai sekali lagi kamu mengganggu Mina, saya akan laporin kamu ke polisi," tegas athar.

__ADS_1


"Iya ...iya mas..makasih ya.. saya pamit dek Mina, see you, assalamualaikum," Bambang pun lari terbirit-birit karena takut dengan ancaman Athar.


Saat ini Mina dan Athar berjalan pulang, namun tiba-tiba kepala Mina pusing seperti sempoyongan.


"Aduh aku tiba-tiba pusing mas..." keluh Mina sambil memegang kepalanya. Ada rasa lelah luar biasa yang ia rasakan hingga sapu di tangannya jatuh.


Mina lalu jatuh pingsan di jalan itu. Athar panik hingga ia buru-buru menggendong istrinya ke rumah. Ia tak tau bagaimana menangani Mina, jadi ia buru-buru membawa mina ke rumah sakit terdekat.


Di rumah sakit...


Athar sangat khawatir dengan keadaan istrinya, ia tak henti berdzikir sembari menunggu dokter keluar memberi kabar.


Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang periksa.


"Bagaimana keadaan istri saya dok? dia nggak mengidap penyakit apa apa kan dok? apa saya sudah boleh masuk?" tanya athar beruntun. Ia sudah tak sabar untuk melihat kondisi istrinya.


"Tenang dulu pak athar," ucap dokter menenangkan Athar.


"Tenang..tenang gimana pak..itu istri saya gimana kondisi nya?" gerutu dengan khawatir.


"Selamat pak..istri bapak mengandung! tapi perlu saya ingatkan, jangan biarkan istrinya kelelahan seperti tadi, mungkin kalau istri bapak masih beraktivitas seperti tadi, bisa saja kandungannya akan gugur," jelas dokter sejelas-jelasnya.


"Serius dok? istri saya mengandung?"


"Iya pak.."


"Alhamdulillah...permisi pak saya mau lihat kondisi istri saya," ucap Athar dan buru-buru masuk menemui mina. Ia sudah tak sabar melihat sang istri yang ternyata mengandung.


Athar tak henti senyum menatap istrinya. Begitu pun Mina yang sedari tadi senyum. "Kamu gila ya mas, kok senyum senyum aja sih,"


"Kamu juga senyum dari tadi,"


"Kamu udah tau kan.."


"Iya... Alhamdulillaah.." ucap Athar saat ia menggenggam tangan Mina. Keduanya tak bisa berkata banyak lagi. Mereka hanya saling tersenyum menatap satu sama lain.


"Makasih ya mas, kamu udah mengajarkan aku untuk banyak bersabar dan banyak berdoa pada Allah," ucap Mina sembari menatap Athar.


"Aku yang berterimakasih, kamu sudah bertahan dengan ini semua," Athar mengelus kepala Mina sembari tersenyum manis.


...*...

__ADS_1


Satu tahun kemudian,


Mina tampak menggendong bayinya yang berusia 3 bulan itu. Sedang Athar menggandeng tangan Mina saat mereka berjalan di sepanjang taman panti asuhan.


Nama anak pertama Athar itu adalah Medina. Bayi perempuan yang tampak cantik dan manis.


"Medina mirip kamu ya mas, dari hidungnya..matanya..pokoknya mirip bangat deh," tutur Mina menatap anak dan suaminya.


"Mirip kamu juga," kata Athar sembari menggendong putrinya.


Keluarga panti asuhan beramai ramai menyambut kedatangan bayi Medina yang tampak cantik. Anak anak beramai ramai menyambut Mina dan athar. Semua orang ikut senang dengan kelahiran putri pertama dari pendiri panti asuhan itu.


"Selamat ya Mina, selamat ya ustad.." ucap Liana yang juga ikut senang dengan kelahiran bayi itu. Meskipun dulu Liana sangat mengagumi dan mencintai Athar namun kini semua telah berbeda seiring berjalannya waktu.


Tiba-tiba dua wanita tua datang menemui Mina dan Athar di panti. Yang satu memakai tongkat dan yang satu masih sangat kuat untuk berdiri bahkan masih sempat memukul Athar. Mereka adalah Tante Nurul dan Tante Maya.


"Cucuku..cantiknya.." ucap Nurul sembari menggendong Medina. Mina sangat senang dengan kedatangan kedua tantenya yang tiba-tiba.


"Makasih ya Tan.. akhirnya Tante bisa datang juga," ucap Mina memeluk kedua Tantenya.


"Sudah jelas aku datang, ini kan cucuku," ucap Nurul yang masih bermain main dengan Medina.


Namun Tante Maya malah memukul Athar dengan tangannya sendiri.


"Astaghfirullah..kenapa Tan..saya salah apa?" tanya Athar yang merasa kesakitan.


"Kok ponakan ku jadi makin kurus, kamu nggak ngasih dia makan ya?" gerutu Maya sembari melototi Athar.


"Ih Tante apaan sih..aku nggak kurusan kok, malah berat badan aku nambah," tutur Mina menyanggah perkataan tantenya.


"Iya Tante ..Mina nggak kurusan kok," kata Athar meyakinkan Tante Maya.


"Ah beneran.." Tante Maya masih ragu, lalu ia memasang kacamata miliknya untuk melihat lebih jelas.


"Oh iya..ya..maaf maaf.." ucap Tante Maya setelah menyadari yang sebenarnya. Mina pun ikut tertawa melihat tingkah tantenya yang lucu.


...----------------...


...----------------...


Tamat 😁

__ADS_1


__ADS_2