Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
59. Kecewa


__ADS_3

Sementara malam itu Mina sudah berdiri di teras rumah menunggu sang suami pulang bekerja. Tak biasanya athar lembur hingga selarut ini. Bahkan biasanya Athar tak pernah lembur.


Saat ia tengah menunggu, yang menyapanya malah Julia, yang merupakan tetangga mina. "Mba Mina..sini.." panggil Julia, ia berdiri di depan pagar rumah Mina yang terkunci. Mina pun membuka pagar itu karena mengira ada sesuatu yang penting.


"Ada apa mba Julia?" tanya Mina menatap Julia.


"Saya lihat mobil ustad Athar tadi berhenti di depan rumah ustadzah Safiyah, saya sih bukannya mau mengompori ya mba, cuma pas saya perhatikan lagi, ustadzah Safiyah dan ibunya itu turun dari mobilnya ustad Athar, kan aneh mba, saya juga bingung, kok bisa ya..ustadzah Safiyah sama ibunya kok turun dari mobil suami mba," jelas Julia hingga tak sadar bibirnya monyong monyong saat ia menjelaskannya.


"Ah masa sih mba, mungkin mba Julia salah lihat kali.." ujar Mina yang tidak langsung percaya dengan ucapan Julia.


"Saya berani sumpah mba, nggak bohong, tadi saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, emangnya mba nggak tau? kalau ustad Athar dulu pernah di jodohkan sama Ustadzah Safiyah,"


"Hah di jodohkan?" Mina terkejut dengan perkataan Julia kali ini.


"Iya mba..kan orang tuanya ustad Athar sama orang tuanya Julia kelihatan akrab dulunya, makanya mereka mau menjodohkan anak anaknya, tapi yang saya dengar dengar nih ya, ustad Athar itu menolak, saya kurang tau alasannya sih, tapi sekarang pasti ustad Athar itu menyesal menolak lamaran ustadzah Safiyah karena sekarang ustadzah Safiyah itu kembali dengan kondisi yang makin cantik dan putih, dan ilmu agamanya juga tinggi," jelas Julia panjang lebar.


Mina pun mulai percaya karena ucapan Julia tampaknya masuk akal.


"Hus..kamu apa apaan sih Julia..cantik cantik kok suka fitnah, sana sana..mending kamu pulang ini udah malam loh," gerutu bi Siti yang tiba-tiba muncul mengusir Julia dengan berita buruk yang ia ceritakan.


"Ih apaan sih Bu Siti, saya kan berkata jujur," gerutu Julia dan kemudian berjalan pulang dengan wajah kesal melihat bi Siti.


"Udah nyonya, perkataan si Julia tadi nggak usah dimasukkan ke hati, dia itu cuma ngarang aja, saya yakin tuan Athar nggak seperti itu," tutur Bu Siti menenangkan hati Mina.

__ADS_1


Mina sedikit tersenyum seolah ia baik baik saja. "Iya bibi tenang aja, aku masih lebih percaya sama mas Athar kok," ucap Mina seraya membela suaminya.


Mina masih menunggu kepulangan Athar, sementara itu bi Siti kembali masuk ke dalam rumah.


Tak lama kemudian mobil athar pun muncul, Mina lega akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga. Ia segera membuka pagar rumah agar mobil Athar bisa segera masuk.


Mina menyambut Athar yang baru turun dari mobil. Ia mencium tangan suaminya sambil menjinjing tas Athar.


"Kok kamu pulang selarut ini mas, ini udah jam 10 malam loh," tanya Mina sembari berjalan beriringan dengan Athar ke dalam rumah.


"Tadi kebetulan aku ketemu Safiyah sama ibunya di depan apotik sayang, kasihan mereka nggak ada kendaraan untuk pulang, makanya aku antar meteka pulang dulu, dan tadi ibunya Safiyah menyuruh aku singgah sebentar, aku udah nolak tapi karena ibunya maksa, aku jadi singgah sebentar, nggak lama kok, aku cuma di seduhkan teh aja sama ngobrol sebentar dengan ayah dan ibu safiyah," jelas Athar.


Mina pun mulai teringat dengan ucapan Julia tadi. Ternyata benar bahwa suaminya bertamu ke rumah anak gadis yang dulu pernah di jodohkan dengan Athar. Tak bisa di pungkiri pasti ada rasa cemburu di hati Mina, terlebih karena wanita itu sangat unggul dari segala hal.


Kini Athar baru saja selesai mandi. Mina yang sedang membaca buku di kamar hanya terlihat cuek pada suaminya.


"Aku udah siapkan makan malam, kalau kamu mau makan, makan aja mas," ucap Mina tanpa menatap wajah Athar yang sedang mengelap rambutnya dengan handuk.


"Kita makan bareng yuk sayang,"


"Aku udah kenyang!" jawab Mina singkat. Tak biasanya ia seperti ini. Biasanya Mina akan menemani Athar makan meski ia tak ikut makan.


"Kalau gitu aku juga udah kenyang kok, nggak kadi deh sayang, makanannya besok masih bisa di panasin lagi kan," tutur Athar, ia memutuskan untuk tidak makan karena Mina tak ingin ikut makan, terlebih karena memang ia sudah kenyang.

__ADS_1


Mendengar itu Mina seketika diam seribu bahasa. Pasti mas Athar kenyang karena sudah makan di rumah Safiyah. Itulah yang terpikir di benak Mina.


"Ya udah, kamu udah kenyang, biar aku yang makan makanan buatan ku sendiri! dari pada harus mubazir!" tegas Mina dan pergi ke dapur tanpa menatap Athar.


Tentu Athar merasa sikap Mina aneh sedari tadi. Ia pun buru-buru mengikuti Mina ke ruang makan.


"Kayaknya aku juga lapar deh, kita makan Sam sama ya sayang," Athar lalu duduk di hadapan Mina dan mulai menatap hidangan yang tampaknya sangat enak.


"Ini kan masakan kamu sayang, pasti enak nih," lanjut Athar sembari menyendok makanan ke mulutnya.


"Nggak..nggak usah di paksain buat makan masakan aku yang nggak seberapa ini mas, mending kamu tidur aja sana, kamu udah kenyang kan? ngapain masih sok Sokan mau makan lagi?"


"Kamu kenapa sih sayang? kok aku perhatiin dari tadi kayaknya ada yang salah deh, aku ada salah ya sama kamu, atau aku ada salah salah bicara, apa Swety tadi berulah lagi?" tanya Athar yang menebak nebak alasan perlakuan dingin Mina.


"Kalau kamu emang lapar, habisin aja semuanya mas!" cetus Mina dan langsung meninggalkan Athar untuk makan sendirian.


Athar masih bingung dengan sikap dingin Mina. Sementara itu bi Siti yang sedang mencuci piring ikut simpatik melihat Athar yang makan tanpa di temani istri.


Athar menoleh ke arah bi Siti yang yang sedang mencuci piring. "Bi..Mina kenapa ya, apa tadi ada sesuatu yang terjadi di rumah ini, apa Mina bete karena kehadiran Swety?" tanya Athar pada bi Siti.


Bi Siti tampak ragu ragu untuk menceritakan yang sebenarnya. Namun demi kebaikan rumah tangga Athar ia terpaksa mengatakan yang ia ketahui tentang Mina.


"Yang saya tau sih, nyonya Mina mungkin cemburu tuan.."

__ADS_1


"Hah? cemburu? cemburu kenapa?" Athar masih tak mengerti dengan jawaban bi Siti.


__ADS_2