Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
65. Misteri pengagum rahasia


__ADS_3

Keesokan harinya,,


Pagi itu Mina mengantar Athar sampai depan rumah untuk berangkat bekerja. Ia mencium tangan suaminya itu seperti biasanya. Keduanya tampak baik baik saja setelah perdebatan semalam, seolah Athar telah melupakannya.


"Aku berangkat ya sayang," ucap Athar saat Mina mencium tangannya.


"Iya, hati hati di jalan mas," Kata Mina sembari menatap suaminya yang kini telah naik ke mobil. Ia melambaikan tangan pada Athar di mobil yang mulai berjalan itu.


Tak lama setelah itu, saat Mina masih berdiri di depan pagar rumah, tiba-tiba kang kurir berkacamata hitam berhenti di sana.


"Ngapain nih orang, perasaan aku nggak pesan apa apa deh," batin Mina yang masih heran dengan kedatangan kurir itu.


Kang kurir turun dari motornya, ia lalu membuka kacamatanya dengan sok keren bak drama Korea. Ia pun menemui Mina yang berdiri di sana.


"Dengan saudari Mina?"


"I-iya .. saya Mina,"


"Ada kiriman Mba, silahkan di terima," lanjut kang kurir.


"Hah? dari siapa?" tanya Mina, ia tak mau menerima paket yang tidak jelas itu.


"Disini namanya tertulis..Pengagum rahasia,"


"Pengagum rahasia? nggak jelas bangat sih bang, saya nggak mau terima, nanti tiba-tiba isinya bom lagi,"


"Astaghfirullah mba..kalo ini bom, harusnya saya dari tadi udah mati, makanya ini terima dulu, saya cuma menjalankan tugas mba..saya juga lagi nyari nafkah keluarga, tolong jangan persulit saya dong mba.."


Mina pun tak tega menolak paket itu. Namun ia mengecek terlebih dahulu sebelum paket di serah-terimakan.


"Ya udah deh, saya ambil paketnya, makasih ya bang,"


Ternyata mobil Athar belum pergi, Athar menghentikan mobilnya karena merasa tidak beres saat ia menatap Mina dari spion. Ia merasa janggal dengan kedatangan kang kurir. Athar pun memundurkan mobilnya. Lalu ia buru-buru turun menemui Mina dan kang kurir yang masih bicara.

__ADS_1


"Ada apa nih sayang?" sapa Athar pada Mina, sesekali ia menatap tajam kang kurir.


"Kalau gitu saya pulang mba..see you.." ucap Kang kurir dan buru-buru pergi setelah melihat Mina dengan suaminya.


"Aku juga nggak tau mas, ini paket apaan sih," mina tampak bingung memperhatikan paket itu.


"Sini biar aku cek," Athar merebut paket itu dari tangan Mina. Ia dengan gegabah membuka paket yang cukup besar. Namun sebelum itu Athar membaca merek paket. "Dari pengagum rahasia? siapa sih nih," gerutu Athar yang mulai kesal. Hingga ia membuka paket dengan kasar.


Setelah di buka ternyata isinya adalah Bantal kecil berbentuk love lengkap dengan mawar merah. Athar menatap Mina dengan serius. "Sayang..ini dari siapa? kamu punya teman laki-laki?" tanya Athar melototi Mina.


"Aku nggak tau mas, teman laki-laki aku kan cuma Bagas, itupun udah nikah, siapa lagi coba, setiap hari aku di rumah terus, mana mungkin aku punya teman laki-laki," jelas Mina mengklarifikasi.


"Terus ini siapa dong?"


"Aku nggak tau lah, kamu nggak percaya sama aku mas?"


"Aku percaya, tapi ...ah sudahlah, aku berangkat kerja aja deh, pokoknya kamu masuk ke dalam rumah, kunci pintu rapat rapat,"


"Iya iya.."


"Ya udah aku masuk ya mas, assalamualaikum," ucap Mina sembari mencium tangan Athar. Ia pun bergegas masuk ke dalam rumah. Sedangkan athar masih memantau istrinya itu hingga sampai di dalam rumah dan mengunci pintu dengan baik. Setelah itu barulah Athar berangkat bekerja.


Mina masih menatap isi paket itu. Ia penasaran siapa yang tiba-tiba memberinya paket seperti ini. Padahal ia tidak pernah berkontak dengan laki-laki mana pun.


...***...


Aisha kini sedang berbelanja ke pasar untuk kebutuhan panti. Namun kali ini ia tak di temani siapa siapa. Ia sendiri karena para pengurus panti lainnya sedang sibuk mengurus anak anak yang akan sekolah.


Namun dalam perjalanannya, ia tiba-tiba di ganggu oleh dua orang laki-laki yang tidak ia kenali.


"Cantik ..dari mana mau ke mana dek.." sapa dua laki-laki itu dengan tatapan yang menggelikan..


Aisha tak merespon dan langsung saja ia berjalan lebih cepat. Namun kedua laki-laki itu tetap mengikuti Aisha. Untungnya ada mobil hitam berhenti di depan. Seorang laki-laki turun dari mobil itu. Setelah Aisha memperhatikan wajahnya ternyata laki-laki itu adalah Rizky. Rizky berjalan ke arah Aisha. Ia lalu menghadap ke arah dua laki-laki itu. Ia hanya menatap tajam namun kedua laki-laki itu telah lari karena takut.

__ADS_1


Aisha lega akhirnya laki-laki yang mengganggunya pergi juga. "Aisha..kok kamu jalan sendiri, kenapa nggak di temani pengurus panti lain," sapa Rizky yang berdiri di hadapan Aisha.


"Yang lain masih pada sibuk Ky, nggak pa pa kok, aku nggak keberatan belanja sendiri,"


"Tapi kan kamu lihat sendiri bagaimana bahayanya seorang gadis seperti kamu berjalan sendiri,"


"Aku nggak pa pa kok Rizky,"


"Nggak pa pa gimana..tadi kalau aku nggak datang pasti laki-laki itu bakalan ganggu kamu," tegas Rizky yang amat khawatir dengan Aisha.


"Apaan sih Rizky, aku kan udah bilang kalau aku baik baik aja! kok kamu yang heboh sih,"


"Kok kamu gitu sih..aku kan cuma.."


"Halah ...udah deh Rizky, aku baik baik aja," ucap Aisha dengan tegas. Kebiasaan dulu yang suka berhantam memang belum sepenuhnya sembuh. Kini kebiasaan itu masih muncul sesekali.


"Udah deh mendingan sekarang kamu aku antar ke panti, sini belanjaannya," kata Rizky sembari mengangkat belanjaan Aisha.


"Nggak usah ky, ini udah dekat kok, aku bisa pulang sendiri,"


"Udah jangan banyak komentar, ayo buruan, kamu udah kayak sama siapa aja, aku tuh orang yang paling tau tentang kamu," tegas Rizky dan membawa keranjang itu ke dalam mobil.


"Ih apaan sih Rizky, sok kenal bangat,"


"Jangan banyak bicara! ayo masuk!" suruh Rizky dengan paksa.


Aisha pun terpaksa masuk ke dalam mobil. Namun ia duduk di bangku belakang seolah sedang naik taksi.


"Kamu pikir aku supir? duduk di depan Aisha.." tegur Rizky menoleh ke arah Aisha di belakang.


"Udah jalan aja buruan..kamu ikhlas nggak sih," cetus Aisha yang tampak tak perduli dengan ucapan Rizky.


Rizky hanya menghela nafas dalam melihat tingkah Aisha yang mengingatkannya pada Aisha yang dulu sering berhantam dengannya.

__ADS_1


"Oke..terserah kamu aja deh.." ucap Rizky dengan pasrah.


__ADS_2