
Hai semua nya jumpa lagi ya kita.. he he he
Selamat malam..
Ini gimana ya.. mau up tapi kok kendor gini karena belum ada yang ngasih Othor 🌹☕
Sebelum membaca bantu kasih 🌹☕, like, komen, Rating bintang 5, vote dan favorit ya.. agar Othor semangat dan rajin Up dan segera masuk novel yang direkomendasikan.
Viewer nya masih dikit banget😭😭 sedih aku tuh..
***
S E L A M A T M E M B A C A
"Iya iya sahabat ku yang baik dan yang ku sayang" jawab ku terkekeh sambil terus berjalan menuju ruang kerja kami.
Liza dan Dara bekerja sangat fokus dan sungguh sungguh agar pekerjaan mereka cepat selesai, karena setiap hari mereka selalu mendapatkan tugas tugas baru dari atasan nya.
Ya begitulah, nasib karyawan harus patuh dengan sang atasan tapi menjadi seorang atasan pun tidak semudah yang orang bayangkan bahkan membalik telapak tangan.
Sebagai seorang atasan atau bisa di sebut CEO tugas nya lebih berat, karena dia memikul beban ribuan karyawan di pundak nya, bagaimana tidak karena nasib para karyawan tersebut bergantung pada nya, jadi seorang atasan atau CEO bukan hanya melulu santai santai dan se enak nya saja.
Bukan hanya tinggal menyuruh nyuruh, asal tunjuk dan duduk manis di kursi empuk nya saja.
"Alhamdulillah selesai juga pekerjaan ku" gumam ku
Kemudian aku melihat jam ternyata sebentar lagi sudah waktunya masuk jam makan siang
Akhirnya jam makan siang pun tiba, aku segera makan dan setelahnya aku menyempatkan untuk pumping.
"Ra.. makan sianh yuukk laper nih" ajak ku
"Iya, aku beresin dulu ya ini" jawab Dara
"ok" jawab ku singkat
Aku dan Dara pun berlalu menuju kantin kantor untuk makan siang, sesampai nya di kantin Liza dan Dara mencari meja kosong, maklum lah kalau sudah waktunya jam makan siang kantor pasti meja kantin full.
Dan akhirnya Dara dan Liza menemukan meja kosong, tak menunggu lama sebelum di dahului orang maka Liza dan Dara segera menuju meja tersebut.
"Permisi, boleh kami bergabung duduk di sini?" ucap Dara
"Oh, silahkan kebetulan kami juga sudah mau selesai kok" jawab karyawan tersebut
__ADS_1
"Iya, Terima kasih ya..." kini aku yang mengucapkan terima kasih.
Tak lama setelah Dara dan Liza duduk, seorang pelayan kantin datang menghampiri kami.
"Ra, kamu mau pesen apa?" tanya ku pada Dara
"Aku spaghetti bolognese, minum nya es jeruk saja Liz.."
"Oke, kalau aku mau bakso + lontong saja yang pedes ya mbak, sama minum nya es teh manis"
Pelayan pun mencatat pesanan kami dan tak lupa kami pun mengucapkan terima kasih.
Setelah menyebutkan pesanan ku dan Dara kami pun mengobrol sembari menunggu pesanan kami datang.
"Ra, Angga mana ya kok nggak kelihatan?" tanya ku pada Dara
" Nggak tau Liz, emang aku emak nya." jawab Dara
"Enggak gitu maksudnya, kali aja dia tadi menghubungi kamu gitu, mau makan sama si bos di luar apa gimana kan kasihan kalau nggak ke isi itu perut nya" ucap ku
"Hhhhh.. kali aja makan di luar Liz sama bos" jawab Dara
"Eh kamu jadi gimana sih, sudah resmi jadian belum sama Angga?" tanya ku mulai kepo
"Aku masih bingung Liz" jawab Dara sendu
"Ya takut kayak dulu lagi" ucap Dara
"Kamu sadar nggak sih kalau Angga itu sungguh sungguh, nanti kalau sudah di embat orang nangis nangis kamu, nyesel nyesel deh" ucap ku menakut nakuti Dara
Pesanan kami pun tiba dan segera kami menikmati nya.
Setelah selesai makan aku bergegas kembali ke ruangan untuk pumping, karena sudah dari tadi pa**dara ku terasa kencang minta di pumping.
"Ra, balik yuk.. aku mau bawain oleh oleh buat Syauqi nih.." ucap ku
"Hah? oleh oleh apa Liz? mainan?" tanya Dara bingung
"Ck, mainan mulu yang ada di otak kamu ini.. nih lihat gunung semeru ku mau meletus rasanya, lahar nya keluar terus" ucap ku sambil mata ku melirik pa**dara ku
"Owalaa bilang dong, ya sudah ayuk" Dara langsung berdiri dan mengandeng Liza
"Apa Syauqi nggak mau di silang sama su*su formula Liz?" tanya Dara
__ADS_1
Lisa mengerutkan kening nya bingung dengan pertanyaan yang Dara berikan kepada nya
"Maksud kamu?" tanya ku bingung
"Maksud aku, di saat kamu kerja kenapa ponakan tampan aku itu apa tidak mau minum su*su formula?" jawab dan tanya Dara
"Ck, kamu ini aneh aneh saja, buat apa juga coba Syauqi make su*su formula kalau ASI ku saja melimpah" jawab ku
"Ya maksud aku itu kalau kamu dirumah saja ASI, kalau kerja su*su formula, biar kamu nggak pake pumping gitu" tambah Dara
"Dengerin ya Aunty Dara yang cantik dan baik hati, kalau ASI itu lebih bagus daripada su*su formula dan pumping juga banyak manfaat nya selain bisa menjadikan sumber makanan Syauqi makin melimpah juga banyak lagi manfaat nya" jawab ku
"Emang iya? apa manfaat nya?" tanya Dara lagi
"Manfaat nya adalah emak nya lebih hemat nggak beli su*su kemasan" canda ku
"Lizzaaa... serius deh ah canda mulu sih" sebel Dara.
"Ha ha ha ha ha" aku tergelak
***
Singkat cerita ya..
Beberapa tahun kemudian..
Usia Syauqi sudah masuk 2 tahun, dan selama itu pun yang mengasuh Syauqi sudah berganti ganti, bukan karena Syauqi nakal atau apa tapi gara gara mulut ibu Hasan yang kadang sukur ngomong saja tanpa ada yang di saring sama sekali.
Hari itu Hasan pulang kerja sedikit lesu dan mood nya sangat jelek.
Sedangkan Liza masih berusaha mengerti keadaan sang suami walaupun dia sendiri banyak pikiran.
Selain gatal dengan omongan mertua nya dia juga pusing karena kebutuhan semakin banyak.
Kalau ada yang bertanya kan dua dua nya bekerja?
Ya, memang Liza dan Hasan bekerja tapi disini semakin besar Syauqi maka semakin dia tidak mau di tinggal Liza untuk bekerja jadi setiap kali Liza mau berangkat pasti ada saja drama nya, asli nya Liza juga tidak tega dengan anak nya yang selalu meronta dan nangis kalau di tinggal kerja tapi mau bagaimana lagi kan Liza harus bekerja membantu suami karena keadaan seseorang ke depan nya tidak ada yang tahu.
Tiba tiba karena Hasan pun tidak tega melihat sang anak setiap hari menangis seperti itu jadi Hasan pun langsung menyuruh Liza untuk resign saja tapi Liza masih belum bisa memberi jawaban nya.
"Bunda, apa tega setiap hari melihat Syauqi nangis seperti itu" ucap mas Hasan
"Tapi mas_"
__ADS_1
Ayo ayo mulai konflik lagi nih..
...❤️Happy Reading❤️...