
Selamat pagi..
Selamat hari minggusemua readers sayang...
Semoga di pagi ini, di hari minggu ini kita semua senantiasa selalu di berikan kesehatan, kebahagiaan, kemurahan rizki.. aamiin.. aamiin.. aamiin..
Yang lagi kerja selamat bekerja.. biasanya para tenaga kesehatan ya yang tak kenal hari minggu dan hari besar selalu bekerja.
Yang lagi masak jangan lupa Author di kasih icip icip ya readers..
And than yang lagi mager cus buka Novel Toon buka karya author terus baca baca lanjutan episode nya ya...
Yang lagi kurang sehat semoga segera diberikan kesehatan oleh Allah SWT,.
Yang lagi ada masalah semoga Allah segera memberikan petunjuk untuk jalan penyelesaiannya.. aamiin..🤲🏻
Hari ini full doa yang baik baik ya.. selalu positif thinking sama Allah SWT, mohon maaf untuk yang non Muslim semoga Tuhan kalian juga memberikan yang baik pula.. doa baik ini tentunya untuk semua para readers agar doa baiknya nular ke yang mendoakan dan yang membaca juga..
Skuy next Episode
🥳S E L A M A T M E M B A C A🥳
Pernah waktu pagi, pas hari libur.. aku masih di kamar karena Syauqi nen jadi aku terpaksa dong nggak keluar kamar, eh tiba tiba itu radio di stel sangat kencang maka terjadilah Syauqi yang tadi terlelap tiba tiba nangis kejer dan rewel lagi karena berisiknya suara radio ibu mertua.
__ADS_1
Disaat seperti itulah aku kurang nyaman karena sudah mengusik Syauqi.
Sampai aku menangis tidak tega melihat anak ku yang waktu tidurnya terganggu, karena namanya anak kecil kalau malam kadang rewel nggak mau tidur.
Jadi pagi barulah dia memejamkan mata tapi karena suara radio ibu mertua yang sangat keras itu Syauqi malah rewel.
"Pagi pagi sudah nangis saja sih Syauqi, mangkanya pagi itu bangun jangan kok yo di kamar saja.." cercah ibu mertua ku ibu dari mas Hasan.
"Astaghfirullah, ya Allah apa lagi ini ya Allah.. tidak tahu kah ibu mertua ku ini yang semalaman Syauqi tidak tidur dan baru juga memejamkan mata tapi kenapa radio nya begitu keras sehingga membuat Syauqi nangis kayak gini dan malah nyalahin aku" lirihku dan di barengi dengan setetes air mata yang lolos begitu saja dari kedua mata ku ini.
Bagaimana aku bisa kuat kalau yang terusik adalah ketenangan anak ku, bahkan hari libur pun aku tidak bisa barang santai sejenak dengan anak ku.
Kalau ada yang tanya bapak nya Syauqi dimana?
ini lagi tidur di sebelah Syauqi tapi mas Hasan walau di rumah tidur tidak tahu menahu kalau ibu nya tiap pagi apa lagi hari minggu nyalain radio sangat keras karena tidak terdengar katanya..
Karena tangisan Syauqi yang tak kunjung mereda, akhirnya mas Hasan pun terusik dan menggerjap kan mata nya dan akhirnya mas Hasan tahu kalau anak nya rewel.
"Kenapa dek dengan Syauqi kok nangis kayak giti?" tanya nya dengan nyawa setengah sadar.
Kenapa aku bilang setengah sadar karena mas Hasan belum menyadari betapa kerasnya suara radio milik ibu nya
"Kamu nggak dengar suara apa ini mas?" tanya ku sedikit emosi tapi masih ku tahan agar mas Hasan tidak ikutan emosi.
"Paling tetangga ya sayang, kok keras banget nyalain radio nya.. menganggu sekali" ucap nya ketika sudah bangun sempurna
__ADS_1
"Ini bukan tetangga mas, tapi ibu kamu.. mana Syauqi semalam nggak bisa tidur, eh giliran baru merem ada aja nih gangguan, terus yang aku bingung tujuan ibu nyalain radio sekeras ini pagi pagi itu apa? sudah tahu di rumah ada anak kecil kok malah kayak gini" keluar sudah unek unek yang ku pendam
"Sabar dek, mau bagaimana lagi, toh itu orang tua ku dan orang tua kamu juga.. orang tua memang gitu ada aja tingkah nya" ucap nya enteng tanpa beban sama sekali.
"Mas, bukan aku tak sabar, tapi hampir tiap pagi kayak gini terus tau nggak sih kamu , makanya bangun shubuh shubuh biar kamu tahu.. iya kalau ibu kamu hanya nyalain radio keras, lha ini sudah gara gara dia Syauqi jadi nangis kejer kayak gini malah nyalain aku pula, aku harus sabar terus giti sementara ketenangan dan tidur anak aku terusik setiap hari, sedangkan tidak ada yang ingin membantu ku untuk mendiamkan tangis Syauqi yang ada malah ngomel nggak jelas." kata ku sambil mengendong dan menimang Syauqi agar berhenti menangis dan tidur lagi
"Terus aku kamu suruh apa dek? nggak mungkin aku ke ibu terus bilang ke ibu juga yang ada malah ibu marah marah.. dan nggak mungkin juga aku tiba tiba matiin itu radio" jawab nya selalu tidak bisa mengambil keputusan
"Astaghfirullah.. nggak tahu deh aku harus bagaimana lagi, sudah malas aku dengan mas Hasan ayah Syauqi yang lembek" batin ku
"Sudah di jelaskan panjang lebar pun rasanya percuma tidak ada gunanya sama sekali, yang ada aku disuruh mengalah dan sabar, ya memang tidak ada salah nya tapi ibu mana yang tega melihat anak nya terganggu seperti ini.. bahkan dirumah berasa di tempat orkes yang rame nya masya Allah.." ucap ku lagi dalam hati.
"Cup.. cup.. sudah ya Syauqi sayang, bubuk yuk sayang.. Syauqi kan anak pinter ya sayang" ucap ku sambil mengendong Syauqi dan berusaha mengajak nya berbicara
"Berisik banget sih... Dari tadi nangis nggak diem diem, sudah mandiin kek biar seger terus diem.. ini malah di kamar mulu, keluar kek biar anak juga nggak sumpek" cetus ibu mertua ku, Ibu mas Hasan yang tiba tiba ke kamar ku
"Allahu Akbar ya Allah... bagaimana aku bisa masak air buat mandi nya Syauqi sedangkan tidak ada yang mengendong dan menenangkan Syauqi, Sebab Syauqi sendiri tidak mau lepas dari aku dan berpindah ke ayah nya" lirih ku dalam hati, ya dengan omongan ibu mertua aku hanya diam dan meneteskan air mata saja.
Mas Hasan yang tadinya terpejam lagi mata nya kini langsung membuka matanya lagi, mungkin dia kaget dengan kedatangan ibu nya yang tiba tiba dan ngomong se enak udel nya itu.
Ku gosok gosok punggung Syauqi agar tenang dan nyaman, yah aku berusaha memberikan dan menyalurkan rasa nyaman kepada Syauqi dan berusaha aku tidak menghiraukan sekitar karena fokusku hanya pada Syauqi
"Ya Allah.." ucap mas Hasan tiba tiba.
------------------------------------------------------------------------
__ADS_1
Sudah dulu ya.. Author mau masak nanti insya Allah lanjut lagi.. he he he
😘H a p p y R e a d i n g😘