Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
60. Cemburu padanya yang lebih sempurna


__ADS_3

"Iya tuan.. sebenarnya tadi...si Julia datang ke sini, dia ceritain semuanya sama nyonya Mina, dia ceritain kalau tuan pernah di jodohkan dengan Safiyah, makanya nyonya Mina cemburu kalau tuan mengantar Safiyah pulang," jelas Bi Siti pada Athar.


Athar yang menyimak itu pun mulai mengerti mengapa sikap mina cukup aneh hari ini. "Dia pasti salah faham bi, makasih ya bi, lain kali kalau ada apa apa bibi nggak pa pa langsung ceritain aja," tutur Athar menatap bi Siti.


"Iya siap tuan!" jawab bi Siti sembari menundukkan kepalanya.


Sementara itu Mina menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, ia meneteskan air mata di balik selimut itu. Meski ia terlihat baik baik saja, namun sebenarnya ia sangat sakit hati karena Athar bertamu ke rumah gadis seperti Safiyah yang di dambakan setiap laki-laki.


"Setelah ku pikir pikir, aku memang tak pantas menjadi istri mu mas, di bandingkan dengan Safiyah, aku nggak ada apa apanya, dia tinggi, cantik, lulusan luar negeri pula, sedangkan aku..aku hanyalah gadis yang kau nikahi karena rasa bersalah mu," batin Mina sedang air matanya menetes.


Mina mendengar suara pintu terbuka. Mina pun pura-pura tidur karena tak ingin berbicara pada Athar.


Athar yang baru datang melihat Mina yang sudah tidur di balut selimut. Ia tak tega membangunkan Mina untuk menceritakan yang sebenarnya.


"Kamu udah tidur sayang," tanya Athar sembari melihat wajah Mina di balik selimut. Dan benar saja, ia melihat Mina yang sudah tertidur. Padahal Mina hanya memejamkan mata saja.


Meski demikian Athar masih berbicara di hadapan Mina yang sudah terlihat tidur.


"Sayang..maaf aku nggak ngabarin kamu kalau aku mampir ke rumah Safiyah, tapi itu karena hp aku baterai nya habis sayang. Dan kamu harus tau, kalau aku tidak da perasaan apa pun pada Safiyah. Ya memang kami pernah di jodohkan, tapi aku tidak pernah menginginkan dia menjadi istri ku, jika aku menginginkan dia, aku pasti sudah lama menerima perjodohan itu. Kamu harus tau sayang, kalau aku dulu tidak memberi hatiku kesempatan untuk mencintai wanita lain selain kamu, aku bahkan tidak pernah mau jika ayah dan bunda hendak mengenalkan ku pada wanita, itu semua karena aku cuma mau menjadikan kamu bidadari surgaku, yang akan bergandengan bersama ku hingga ke jannah nya Allah,"


Panjang lebar Athar berbicara di hadapan Mina yang tidur. Namun sebenarnya Mina menyimak semua perkataan Athar itu.


Athar menatap istrinya yang sudah tidur. Ia tak banyak bicara lagi karena takut mengganggu tidur Mina.


...**...


Keesokan harinya,


Saat berjalan berdua menuju ke mesjid, Mina tak banyak bicara. Ia hanya diam dan berjalan saja.

__ADS_1


"Maafin aku kalau aku menyakiti perasaan kamu sayang, demi Allah aku tidak menaruh rasa apa pun pada perempuan lain," ucap Athar yang berjalan di samping Mina.


Namun kali ini keduanya tampak ada jarak saat berjalan. "Nggak ada yang perlu di maafkan mas, kamu nggak salah," ucap Mina singkat.


Sampailah di depan mesjid. Mina pun pergi ke tempat wudhu wanita. Namun sebelum ia jauh, ia menoleh kembali ke belakang. Menatap Athar yang juga berjalan ke arah pintu mesjid khusus laki-laki.


Tepat saat itu Safiyah menemui Athar saat Athar masih di depan mesjid. "Mas Athar..makasih ya semalam udah nolongin saya sama ibu," ucap Safiyah sembari menundukkan pandangannya.


"Iya sama-sama, ya sudah aku ke dalam dulu ya, Assalamualaikum," ucap Athar dan kemudian masuk ke dalam mesjid.


Mina melihat itu, dan lagi-lagi ia harus meyakinkan hatinya untuk tetap percaya bahwa Athar tidak menaruh rasa apa pun pada Safiyah.


Mina masuk ke dalam mesjid. Saat ia sedang mencoba melupakan semua perasaan negatif semalam, tiba-tiba ia mendengar suara Safiyah dari belakang.


"Imam di sini masih pak Slamet ya Bu?" tanya Safiyah pada ibunya yang juga ada di sana.


"Nggak..imamnya sekarang Athar, dia itu merdu bacaannya, kamu dengar aja nanti,"


Mendengar itu membuat Mina sedikit tidak nyaman. Tentu ia akan merasa cemburu mendengar Safiyah memuji suaminya.


Suara azan berkumandang, semua jemaah pun senyap menyimak suara azan itu.


Usai sholat subuh berjamaah,


Athar keluar mesjid mencari istrinya, namun ia tak menemukan Mina dimana mana. Seorang ibu ibu menemui Athar di depan gerbang mesjid.


"Ustad athar nyariin mba Mina ya? tadi saya lihat dia udah pulang duluan ustad," jelas si ibu tersebut.


"Oh gitu ya, makasih ya Bu," balas Athar dan kemudian buru-buru pulang menyusul sang istri.

__ADS_1


Sementara itu Mina yang baru sampai di rumah merasa bising dengan suara ayam di kandang ayam swety. Mina membuka pintu kandang Swety itu agar ayam tersebut tidak berisik lagi.


"Jangan berisik lagi ya..awas kamu kalau masih berisik, suasana hati aku lagi nggak baik, jadi jangan coba coba kamu pancing keributan lagi," tegas Mina pada ayam di hadapannya.


Ayam itu pun bisa berjalan jalan bebas meski hanya seputaran halaman rumah. Mina mengambil makanan ayam dan memberikannya pada Swety. Tampaknya ia sudah berdamai dengan ayam rese itu.


"Dengar ya ayam..kamu nanti jangan mau di selingkuhi sama ayam jantan, kamu dengar nggak sih.." gerutu Mina yang melampiaskan kekesalannya pada Swety


Kwok..Kwok...Kwok..apalah daya ayam yang tidak bisa bahasa manusia. Ayam itu hanya bisa mengeluarkan suara khas ayam.


Di saat Mina sedang memberi makan ayam, ia melihat Athar yang baru sampai dan sedang berjalan ke arahnya.


"Assalamualaikum.." ucap Athar sembari menemui Mina.


"Waalaikumussalam," jawab Mina singkat sedang matanya masih tertuju pada ayam.


"Kok kamu tumben pulang duluan sih sayang, kenapa nggak tungguin aku dulu?" tanya Athar menatap sang istri.


"Aku..aku tadi lapar makanya buru-buru pulang," jawab Mina asal asalan.


"Ah masa sih, bukannya karena kamu merajuk ya.."


"Nggak.."


"Terus kenapa dari semalam kamu beda banget, kayak ada sesuatu yang buat kamu tersinggung?"


"Nggak ..aku nggak kenapa-napa mas, ya udah deh aku ke belakang dulu," Mina pun melangkah meninggalkan Athar.


Namun Athar dengan cepat menahan tangan Mina hingga langkah Mina terhenti dan kini ia menatap suaminya itu.

__ADS_1


"Apa sih mas?"


"Aku nggak marah kalau kamu cemburu karena itu tandanya cinta, tapi kali ini kamu salah faham sayang, aku tidak menaruh perasaan apa pun pada wanita lain termasuk Safiyah," tutur Athar menatap Mina dengan tatapan serius.


__ADS_2