Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
57. Gadis berjilbab panjang


__ADS_3

Assalamualaikum warahmatullah..


Assalamualaikum warahmatullah...


Usai sudah sholat subuh berjamaah yang di laksanakan di mesjid Ar Rayhan.


Para jamaah tampak khusyuk berdzikir setelah sholat subuh berjamaah.


Lain hal nya dengan jamaah wanita di belakang. Di saf wanita paling belakang ada beberapa ibu ibu maupun janda yang sempat berbisik bisik.


"Tau nggak sih, ustadzah Safiyah itu baru pulang dari luar negeri, cantik bangat, kalian udah pada lihat belum.."


"Ah beneran?"


"Iya..tadi aku lihat dia wudhu sama ibunya di tempat wudhu wanita,"


"Kalau ustad Athar lihat Ustadzah Safiyah..pasti dia akan menyesal menikahi istrinya yang sekarang, Secara... ustadzah Safiyah itu jauh jauh...lebih baik dari pada Bu Mina,"


"Jangan keras keras..itu Mina nya ada di depan,"


"Iya..iya..ini udah paling pelan,"


"Btw dulu ustadz Athar pernah di jodoh jodohin sama ustadzah Safiyah, tapi ustadz Athar nggak mau, dia lebih milih untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri,"


"Ih pasti bakal menyesal itu ustadz Athar,"


"Heran ya..kok ustad mau banget nikah sama Mina, kelihatannya dia itu biasa biasa aja, nggak ada spesialnya,"


...**...


Athar keluar dari mesjid ketika sudah selesai berdoa. Ia akan menunggu Mina di depan gerbang mesjid.


Seorang gadis berjilbab panjang sedang berjalan terlalu buru-buru hingga ia tak sengaja menyenggol Athar.

__ADS_1


"Maaf pak..maaf.." ucap gadis itu. Namun saat ia mengangkat kepalanya ia terkejut melihat laki-laki yang ia tabrak ternyata orang yang ia kenal.


"Safiyah.. Maasyaa Allah, akhirnya kamu kembali juga ke kampung kelahiran mu," sapa Athar ketika menyadari bahwa gadis di depannya adalah Safiyah.


"Iya mas, saya baru sampai semalam, karena pendidikan saya sudah selesai, jadi saya ingin menetap di sini dulu untuk sementara waktu," ucap Safiyah yang tampak menundukkan kepalanya.


"Aku setuju sama kamu Safiyah, memang ada saatnya kita melepas rindu di tempat kelahiran kita, sembari beristirahat setelah sekian lama menuntut ilmu," ujar Athar yang terlihat ramah.


Mina sudah berdiri di depan mesjid. Ia melihat Athar yang sedang mengobrol dengan muslimah berjilbab panjang itu. Mina memperhatikan wanita itu, tampaknya dia cantik putih dan tinggi. Tentu Mina sedikit minder bila berhadapan dengan wanita seperti Safiyah.


Mina hanya berdiri memperhatikan, ia menunggu hingga Athar dan Safiyah selesai berbicara.


Tak lama kemudian Athar pun menoleh ke samping dan melihat Mina yang sudah berdiri di sana. Mina hanya menunjukkan senyumnya ketika Athar menatapnya. Mina seakan mengisyaratkan bahwa ia tidak berburuk sangka sama sekali dengan pemandangan di depan Mina itu.


"Safiyah..aku duluan ya, istriku sudah datang," ucap Athar pada Safiyah yang masih berdiri di sana.


"Jadi benar kalau dia sudah menikah," batin Safiyah sembari melihat Mina yang sedang menatap mereka.


"Iya mas, saya juga akan pergi, assalamualaikum," ucap Safiyah dan kemudian melangkah pergi.


"Kamu nggak cemburu kan?" tanya Athar yang sudah berjalan beriringan bersama Mina.


"Nggak lah..tapi yang tadi itu siapa mas?" tanya Mina


"Itu Safiyah, dulu kami pernah magang di pesantren yang sama, ayah dan bunda juga kenal dekat dengan orang tua Safiyah," jelas Athar sejelas-jelasnya.


"HM..tapi dia cantik bangat ya mas, tinggi, putih lagi ..kenapa kamu dulu nggak melamar dia aja, kan orang tua kalian udah sama sama menjalin hubungan baik," lanjut Mina yang tampaknya mulai tampak kecemburuannya.


"Kalau mencari yang cantik itu banyak di luar sana sayang, bahkan saat ini kita tidak perlu susah susah mencari yang cantik, karena sudah banyak wanita cantik di dunia ini,"


"Tapi kan dia Solehah, bukan cuma cantik doang, akhlaknya kayaknya juga bagus, aku dengar cerita ibu ibu kalau dia itu dia panggil ustadzah di sini, karena dia dulu sering mengisi kajian ibu ibu pengajian,"


"Yang Solehah juga banyak Kok sayang, santriwati di pesantren aku dulu jauh lebih banyak dari pada santri putra, dan mereka tentunya Solehah semua, tapi apa boleh buat, aku sudah jatuh cinta sama kamu jauh sebelum aku bertemu dengan wanita-wanita baik lainnya,"

__ADS_1


"Kenapa gitu?"


"Asal kamu tau ya, dulu saat aku tau kalau kamu pindah sekolah dan pergi jauh, aku seperti putus asa karena belum sempat meminta maaf, belum lagi perasaan yang aku pendam semakin menjadi jadi. Rasa cinta semakin tumbuh dan mengalahkan egoku, itulah yang membuat aku termotivasi untuk memantapkan ilmu agama ku, agar aku bisa melamar mu di masa depan, jadi aku tidak akan mau menikah dengan wanita lain, hanya kamu yang aku tunggu selama bertahun-tahun,"


Penjelasan Athar seolah meyakinkan Mina bahwa athar tidak akan melirik wanita manapun. Karena suaminya itu adalah laki-laki paling baik yang ia kenal.


Akhirnya sampailah di rumah setelah panjang lebar Mina dan Athar mengobrol di sepanjang jalan menuju rumahnya.


"Aku siapkan sarapan dulu ya mas," ucap Mina sembari memasuki rumah. Sedang athar tak ikut masuk karena ia akan mengecek kondisi Swety si ayam betina.


"Pagi Swety.. assalamualaikum..kamu pasti lapar kan," Athar memberi makan Swety karena sedari tadi ayam itu sudah berkokok sejak subuh tadi.


Usai ayam itu makan, athar memandikannya dengan selang air yang biasa di gunakan untuk menyiram bunga.


"Mandi dulu ya Swety, biar kamu merasa lebih segar," Athar berbicara pada ayam seolah ia mengerti dengan suara ayam tersebut.


"Sarapannya udah siap mas, ayo kita sarapan," panggil Mina dari dapur. Namun tak ada jawaban sama sekali. Hingga Mina harus menemui athar langsung.


Mina keluar dan melihat Athar yang asyik memandikan ayam. "Mas..ayo sarapan, kamu perhatian bangat sih sama ayam itu, sampai sampai kamu nggak dengar pas aku panggil,"


"Kamu manggil aku sayang? iya bentar ya, aku sisir dulu bulu ayamnya,"


Mina menggigit giginya karena geram melihat perhatian Athar yang sangat berlebihan pada seekor ayam.


"Kayaknya kamu lebih perhatian sama Ayam itu dari pada sama aku mas, rambut aku aja nggak kamu sisirin, masa kamu udah menyisir bulu ayam,"


"Sayang..kan ayam ini nggak bisa sisir bulu sendiri," lanjut Athar


"Ya emang mas, kan dia nggak perlu di sisir,"


"Jangan gitu dong sayang, masa kamu mau marah sama ayam yang tidak berdosa ini,"


"Mas..kok aku lebih cemburu ngelihat kamu perhatian sama ayam ini ketimbang ngeliat kamu ngobrol sama perempuan cantik tadi," ucap Mina dengan keras.

__ADS_1


Athar yang mendengar itu seketika terdiam dan meletakkan sisir di tangannya. Ia pun membiarkan ayam tersebut berjalan jalan bebas.


__ADS_2