Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
64. Kabar mengejutkan


__ADS_3

Malam itu, Aisha pun kepikiran dengan permintaan Mina. Ia tidak tau harus menjawab apa dengan permintaan Mina yang sudah ia anggap sebagai umi sendiri.


"Ya Allah.. bagaimana ini..aku sudah banyak berhutang pada mereka, aku tidak enak untuk menolak, lagi pula ustad Athar adalah laki-laki yang baik, tapi aku telah memanggilnya Abi sejak dulu, bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang sudah ku anggap keluarga," batin Aisha yang sangat terbebani dengan permintaan Mina ini.


Saat Aisha tengah sibuk memikirkan permintaan Mina itu, tiba-tiba seorang ibu pengurus panti memanggil Aisha ke kamar.


"Nak..ayo keluar dulu, ada tamu yang ingin berjumpa dengan mu," panggil ibu panti itu.


"Iya..sebentar ya Bu," jawab Aisha dan kemudian buru-buru keluar menemui tamu itu.


Aisha berjalan cepat ke sebuah ruang tamu di panti asuhan itu. Begitu ia sampai di sana, ia melihat Liana pengasuh di panti atau yang kerap di panggil bunda Liana sedang mengobrol dengan seorang laki-laki.


"Assalamualaikum.." ucap Aisha saat ia memasuki ruangan itu.


"Waalaikumussalam.." jawab Liana dan laki laki itu serentak.


"Eh Aisha.. akhirnya kamu datang juga, ini ada tamu mau ketemu kamu," ucap liana seraya mempersilahkan Aisha duduk.


"Siapa bunda.." tanya Aisha sembari memperhatikan laki-laki itu.


"Masa kamu nggak kenal, ini Rizky teman kamu dulu Aisha, dulu kan kalian sering berhantam di sini, tapi ujung ujungnya baikan juga kan," jelas bunda Liana Sambil tersenyum.


Aisha terkejut mendengar itu, ia menatap laki-laki di hadapannya yang tampak tampan dan memang wajahnya sangat familiar. Rizky yang dulu masih bertubuh pendek kini telah tinggi dan gagah.


"Rizky.." ucap Aisha yang masih tak percaya.


"Iya Aisha..kenapa? kamu nggak kenal sama aku? dulu kita yang sering main bareng, aku begitu kesepian sejak kamu pergi ke pesantren delapan tahun lalu," tutur Rizky menatap Aisha.

__ADS_1


"Terus..kenapa kamu tiba-tiba ada di sini?" tanya Aisha.


"Dulu setelah kamu pergi, aku diadopsi oleh orangtuaku yang sekarang, mereka sangat baik dan keluarga yang Soleh, aku di perlakukan dengan baik hingga sekarang aku sudah lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan," jelas Rizky menceritakan kisahnya secara singkat.


"Alhamdulillah ya kamu akhirnya memiliki kehidupan yang lebih baik," tutur Aisha sembari tersenyum.


"Lalu..kamu gimana sha, bagaimana kabar kamu setelah 8 tahun kita tidak ketemu?" tanya Rizky


"Oh ..aku baik Ky, aku di perlakukan dengan baik oleh umi Mina dan Abi Athar, aku di sekolahkan hingga lulus pesantren, dan setelah lulus, aku di berikan Rezeki oleh Allah untuk kuliah beasiswa di sebuah UIN, dan kemarin aku lulus makanya aku kembali ke sini," jelas Aisha panjang lebar.


"Alhamdulillah, aku senang mendengar kabar baik kamu, lalu apa rencana kamu selanjutnya?"


"Aku akan mengajar di sebuah Madrasah Aliyah sebelum aku menemukan pekerjaan yang cocok,"


"Benarkah? apa kamu tidak ada niat untuk menikah," ucap Rizky mengagetkan Aisha.


Aisha tak tau harus menjawab apa, pertanyaan itu terlalu bersifat Privasi baginya.


Mereka mengobrol di temani dengan bunda Liana. Ibaratnya ini adalah sebuah reuni bagi Aisha. Namun tentu keduanya telah berbeda dari 8 tahun lalu. Dulu keduanya hanya bertengkar jika bertemu, namun kini Aisha dan Rizky tampak kalem. Bahkan Aisha masih malu untuk menatap wajah Rizky.


...**...


Sementara itu, Mina menyambut Athar yang baru pulang dari mesjid. Ia langsung menyambut suaminya ke depan rumah.


"Udah pulang mas.." sapa Mina sembari tersenyum menatap Athar.


"Udahlah, seperti yang kamu lihat, kenapa nih, kok senyum senyum gitu, kamu udah nggak sakit lagi sayang, kepala kamu masih pusing nggak?" tanya Athar memperhatikan Mina.

__ADS_1


"Nggak, nggak sakit lagi, paling pusing dikit, aku udah baik baik aja kok mas, ayo aku temani kamu makan," ucap Mina sembari menarik tangan Athar ke ruang makan.


Athar pun tersenyum melihat sikap Mina yang tiba-tiba manis seperti ini. "Kamu kenapa sih sayang?" tanya Athar melihat Mina yang tampak senang.


"Mas..aku udah sampaikan pada calon istri kedua mu, tentang niat mu yang ingin menikahinya," ucap Mina membuat Athar terkejut hingga ia tersedak.


Athar begitu kaget dengan ucapan Mina itu. Ia bahkan belum mengetahui siapa calon istri yang Mina maksud. Dan memang sebenarnya Athar tidak ingin menikah lagi. Ia bukanlah tipe laki-laki yang gampang mencintai wanita.


"Maksud kamu siapa sayang, calon istri yang mana?"


"Aisha...dia adalah perempuan yang tepat mas," lanjut Mina


Dan lagi lagi Athar terkejut hingga sendok di tangannya jatuh. Ia benar-benar terkejut dengan itu. Namun Athar malah tertawa di hadapan Mina.


"Kenapa? kok kamu ketawa mas?" tanya Mina terheran melihat Athar.


"Sayang..kamu bercanda ya, aku telah lama bersama Aisha, dan aku sudah menganggap nya anak ku sendiri, apa kamu tidak lihat kalau dia selalu memanggilku Abi..Abi..itu karena dia telah menganggap ku ayahnya," jelas Athar sejelas-jelasnya.


"Tapi kan kalian tidak ada hubungan darah mas, nggak ada saalahnya kan, aku juga udah bilang sama Aisha, iya sih dia belum memberi jawaban, tapi katanya dia akan berpikir dulu," tutur Mina sembari tersenyum menatap Athar.


Athar tak habis pikir bagaimana terkejutnya wajah aisha mendengar ucapan Mina seperti ini. Seperti halnya ia juga kaget mendengar perkataan Mina.


"Sayang..apa yang kamu lakukan ini telah membuatku ragu apakah kamu masih mencintaiku, kenapa kamu selalu mendesak ku untuk menikah, aku sudah berkali kali bilang kalau aku tidak pernah menuntut kamu untuk segera mengandung, janin itu Allah yang ciptakan sayang, aku tidak pernah menyalahkan kamu atas itu, aku juga tidak pernah mengeluh sedikitpun, tapi kenapa kamu bersikap seperti ini hingga menyuruhku untuk menikahi perempuan yang sudah ku anggap putriku sendiri," tutur Athar yang mencoba bicara dengan lembut.


"Mas..kamu dengar dulu.."


"Udahlah..aku ke kamar dulu, lebih baik kamu juga istirahat biar kamu bisa berpikir jernih," ucap Athar memotong pembicaraan Mina. Athar pun pergi ke kamar karena sudah tak bisa mentoleransi ucapan Mina lagi.

__ADS_1


Sedangkan Mina yang duduk di sana seketika berubah ekspresi nya. Ia menangis setelah suaminya pergi. Dan sebenarnya senyumnya tadi hanyalah palsu. Ia berpura pura baik baik saja di hadapan Athar agar Athar mau menikah dengan Aisha.


"Ini demi kebaikan semuanya mas, aku tau kamu tidak pernah mengeluh, tapi ayah dan bunda sangat menginginkan cucu .." ucap Mina pelan sedang air matanya tak henti menetes.


__ADS_2