Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
Keluarga


__ADS_3

Assalamu'alaikum...


Selamat pagi bestie bestie aku..


Selamat berpuasa bagi yang menjalankan ya..


Tidak terasa puasa sudah mau packing..


he he he


Walaupun di penghujung bulan Ramadhan Othor akan tetap Up buat teman santai nunggu adzan maghrib,.. hi hi hi


Ya walaupun tidak double up tapi Othor berusaha Up di novel novel Othor..


Oya bagi yang sudah kasih like, komen dan favorit novel Othor, Othor ucapkan banyak banyak terima kasih.


Bagi yang belum Like, komen, vote, rating bintang 5 dan favorit novel novel Othor, Othor mohon bantuan nya ya agar Othor semangat Up buat kalian..


S E L A M A T M E M B A C A


"Iya dokter, silahkan dan sekali lagi terima kasih banyak ya dokter" kali ini mas Hasan yang menjawab


Kemudian dr. Fryst pun keluar dari kamar rawat ku dengan di temani seorang suster, memang setiap dr. Fryst kunjungan pasien beliau selalu membawa asisten.


Tak selang berapa lama pintu kamar ku ada yang mengetuk.


Tok Tok


Ceklek..


"Assalamu'alaikum.." ucap nya


Deg!


"Kemudian aku melihat siapa yang datang, dan ternyata..."


"Wa'alaikumussalam.." jawab ku dan mas Hasan barengan dengan raut muka Liza berubah sendu.


Spontan Hasan langsung menggenggam erat tangan Liza bertanda "kamu tenang saja, ada aku yang selalu ada untuk kamu"


Ya yang datang adalah wanita paruh baya dan laki laki paruh baya yang tak lain tak bukan adalah ayah dan ibu Hasan.


Walaupun begitu, Liza tetap hormat pada ayah dan ibu mertua nya, Liza menci**um punggung tangan ayah dan ibu Hasan bergantian dengan senyum dan sopan.

__ADS_1


"Maaf ayah baru sampai jadi baru bisa jenguk kamu dan cucu ayah nak" ucap ayah Hasan dengan tulus


Liza pun tersenyum dan menjawab "tidak apa apa ayah, yang penting sekarang Liza dan anak Liza sehat, ayah dan ibu juga sehat dan sekarang sudah bisa jenguk Liza serta cucu ayah"


"Iya nak.. kamu benar.. terima kasih ya, oya ayah dan ibu kamu sudah kesini?" tanya sang ayah mertua kepada ku saat beliau mengedarkan pandangan tapi tidak menemukan kedua orang tua ku


"Sudah ayah, kemarin ayah dan ibu kemari, sekarang beliau lagi ambil baju ganti Liza kerumah Liza" jawab ku


Sedangkan ibu mertua ku masih diam tanpa kata sambil mengendong baby Syauqi


"Semoga ibu berubah menjadi lebih baik, dengan hadirnya Syauqi dan bisa menerima Syauqi dengan baik sebagai cucunya, meskipun dengan ku beliau dingin." Doa ku dalam hati saat melihat ibu mengendong Syauqi


"Siapa nama nya cucu nenek ini, hmm?" tanya ibu tapi pandangan nya masih menatap Syauqi seolah dia mengajak bicara cucu nya


Aku hanya melihat mas Hasan, menunggu mas Hasan menjawab, dan mas Hasan pun melihat ke arah ku dan akupun mengangguk


"Namanya Muhammad Syauqi, dipanggil Syauqi" jawab mas Hasan


"Hau, Syauqi... cucu nenek" ucap ibu mertua ku,


Dan aku yang mendengar rasanya hati ku menghangat tak terasa air mata ku menetes, buru buru aku usap air mataku agar mas Hasan dan ayah mertua ku tidak melihatnya tapi aku telat mereka berdua sudah melihatnya.


Mas Hasan memberikan ku kekuatan dengan menggenggam tangan ku dan ayah pun mengangguk seolah berkata "kamu tenang saja, semua akan baik baik saja"


"Hmm.." jawab nya singkat


Tak lama ibu dan ayah ku datang, beliau tidak hanya membawa baju ganti untuk ku tapi juga untuk mas Hasan serta beberapa bungkus makanan untuk kami semua.


"Assalamu'alaikum..." ucap ayah dan ibu ki barengan


"Wa'alaikumussalam.." jawab ku dan yang lain nya juga serempak


"Waaa ada besan bu, sudah lama mbak, mas?" tanya ayah ku


"Baru kok mas." jawab ayah mertua


"Sudah sarapan belum nih? ayo sarapan dulu saya kebetulan bawa sarapan tadi." ajak ibu pada kami semua


"Kebetulan belum mbak.. karena ayah Hasan baru sampai dan langsung ngajak kemari" kali ini ibu mas Hasan, ibu mertua ku yang menjawab


"Kalau begitu kebetulan sekali, ayo mari.." ucap ayah sambil menata makanan di meja dekat sofa kamar rawat ku.


Jangan tanya kok enak ya ada meja nya juga?

__ADS_1


jawabannya, iyalah si Hasan memberi Liza sang istri kamar VVIP agar nyaman dan luas untuk berjaga jaga kalau keluarga kumpul kayak gini.


Seperti apapun sikap ibu mertua kepada ku, tapi kita adalah keluarga.


Saat menikah, Mertua adalah orang tua yang patut dihormati dan diperlakukan layaknya orang tua kita sendiri. Hubungan dengan mertua yang baik akan membawa banyak kebaikan dalam keharmonisan kehidupan keluarga kelak.


Seringkali dikatakan bahwa memiliki mertua yang baik adalah anugerah yang patut disyukuri, karena tak semua Pasangan bisa mendapatkannya.


"Keluarga, seperti sebuah cabang di pohon, kita semua tumbuh ke arah yang berbeda, namun akar kita tetap satu. Tidak ada keluarga yang sempurna. Terkadang kami berdebat, berkelahi, bahkan satu waktu berhenti berbicara satu sama lain. Namun pada akhirnya, keluarga tetaplah keluarga, di mana cinta akan selalu ada." kata ku dalam hati


"Aku suapin ya sayang.." ucap mas Hasan.


"Ah nanti saja mas, mas Hasan makan dulu saja, aku mau menyu** sui Syauqi dulu." jawab ku


"Tidak apa apa, ini mas juga makan, kamu makan Syauqi juga makan" ujar nya dengan tersenyum


"Ya sudah deh kalau begitu, makasih ya mas.. kamu suami yang perhatian, baik dan siaga" ucap ku apa adanya


"Wa mas sudah kayak hansip donk he he he" goda mas Hasan


"Ck, Sudah jangan ngobrol mulu mas nanti tersedak" ucap ku mengingatkan


"Iya iya bunda Syauqi" jawab mas Hasan


"Sayang..Kalau kamu jadi mertua kelak, jadilah temannya, bukan ibunya. Pahamilah kenyataan bahwa dialah istri anak laki-laki mu dan perlakukan lah dia sebagaimana kamu menginginkannya memperlakukanmu." ucap mas Hasan kepada ku tapi hanya obrolan kami berdua saja.


"Iya mas.. karena tinggal bersama mertua itu bukan hal mudah. Harus selalu menjaga perilaku, tutur kata, dan rajin membersihkan rumah. Namun, tinggal di rumah sendiri juga bukan berarti kamu bisa seenaknya melupakan mertua atau orang tua."


"Mas bangga sama kamu sayang, kamu selalu sabar menghadapi ibu mas yang selalu bersikap dingin kepada mu" ucap mas Hasan sendu


"Mas.. mereka adalah orang tuamu. Mereka ditakdirkan untuk mencintaimu."


"Tak selamanya ibu mertua itu kejam. Ia juga bisa menjadi sosok yang penyayang.. Semoga dengan hadirnya Syauqi ibu perlahan bisa menerima ku." jawab ku lagi dengan tulus dan mengusap wajah mas Hasan dengan sayang.


Yang punya mertua baik hati dan penyayang selamat ya, dan kalau ada yang punya ibu mertua galak mohon bersabar itu ujian.. he he he


Canda Othor jangan di ambil hati bestie.


next bab ya...


Jangan lupa kasih like, komen, vote, rating bintang lima dan favorit novel Othor ya..


Terima kasih..😉

__ADS_1


...🌞Happy Reading🌞...


__ADS_2