Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
Tetap Bersabar


__ADS_3

Hai Hai...


Author datang lagi nih..


Masih setia kan sama Aku Bukan Biddari Surgamu, hmmm?


Ayolah beri dukungan Author biar nggak kendor untuk Up..


Jangan lupa kasih Like, komen, rating bintang 5, kasih hadiah, vote dan favorit ya...


****


S E L A M A T M E M B A C A


"Bu, cukup ya.. jangan sampai Hasan meninggikan suara Hasan bahkan jangan sampai Hasan marah sama ibu, karena ibu selalu mengatai Liza.. aku dan Liza selama ini diam saja karena tidak ingin menjadi anak dan menantu durhaka tapi ibu yang selalu mancing dan menabuh genderang perang kan." kata Hasan tegas


Ibu Hasan kaget, kok Hasan bisa sebegitu nya marah sama dia yang notaben nya adalah ibu nya.. padahal selama ini Hasan selalu sopan dan patuh padanya.


"Ck, kali ini sandiwara ku gagal" batin ibu Hasan


"Aku harap ibu bisa mengerti akan Liza, bahwa dia adalah istriku bu, ibu nya Syauqi." ucap mas Hasan


"Iya ibu tahu itu, nggak pakai di ingatkan dan kasih tau juga ibu sudah tahu kalee" jawab ibu se enak nya tanpa rasa bersalah.


Hasan pun berlalu begitu saja ke dapur sesuai tujuan nya yaitu mengambil minum untuk nya karena haus dan tanpa menghiraukan ocean dari sang ibu nya.


"Hasan, sekarang kamu nyalahin dan berani ya sama ibu cuma gara gara wanita itu, huh?" tanya ibu yang masih tidak terima di salahkan oleh Hasan


Setelah selesai mengambil minum Hasan pun masuk lagi ke kamar nya untuk melihat anak dan istri nya.


Ceklek..


Pemandangan pertama yang di lihat Hasan adalah saat ini Liza sang istri telah tidur sangat lelap sambil menyu*sui baby Syauqi.


Baby Syauqi yang tidur tapi masih menyu*su dengan wajah mengemaskan, sedangkan Liza wajah nya terlihat damai walau tetap ada guratan lelah di sana.


Hasan pun mendekat dan mencium anak dan istri nya sembari berkata "maafkan aku sayang yang sudah salah dalam menilai kamu"


Author : Nah kan ya nyesel kan bentak bentak istri, dasar suami tidak punya pendirian

__ADS_1


Readers : Iya bener Thor, tapi semua itu kan tergantung elo Thor


Author : Apa! mau nyalahin Othor juga gitu kalian, HAH!


Readers : Eh kenapa situ jadi ngegas maaakk, tuh salahin nenek sihir saja tuh


Author : Siapa nenek sihir!


Readers : Astaghfirullah sabar Thor.. yang nenek sihir ya si Markonah emak nya Hasan itu maaakk


Hasan : Sudah jangan BERISIK kalian! istri dan anak aku lagi tidur, apa nggak kasihan huh kalian sama anak istri ku


Author : Jangan marah marah di sini kamu San, urusi saja emak kamu tuh yang mulut nya kayak bos cabe level tak terhingga


Readers : betul tuh


Hasan : Maaf kan aku readers dan author


Readers dan Author : Hmmmm


Maaf ya maaakk ada yang mau ghibah jadi nulis nya ke pending itu tadi.. he he he


"Alhamdulillah sudah turun demam nya" gumam ku


Setelah nya Liza pun beranjak kemudian berlalu ke kamar mandi untuk mandi sebelum Syauqi bangun dan mencari sumber makanan nya.


Kalau ada yang tanya Hasan di mana saat Liza bangun?


Ya, jawabannya adalah Hasan ikutan terlelap di sebelah baby Syauqi, mungkin sama sama lelah dari pulang kerja kali ya jadi tak perlu menunggu lama untuk terlelap.


Sedangkan si nenek sihir juga sudah pulang karena merasa misi nya kali ini gagal dan malah kena teguran dari putra nya sendiri jadi buat apa pikir nya kalau dia di rumah itu.


#Flashback on


"Hasan, sekarang kamu nyalahin dan berani ya sama ibu cuma gara gara wanita itu, huh?" tanya ibu yang masih tidak terima di salahkan oleh Hasan


"Awas saja ya kamu Liza, jangan merasa menang dulu kamu ya..Sekarang kamu mendapatkan pembelaan dari Hasan suami kamu tapi nanti Hasan akan menyalahkan mu.." gumam ibu Hasan sambil tersenyum sinis


"Ck, Kok bosan juga ya di rumah ini, mau ke kamar bosan, apalagi tidur kan tadi sudah. Apa aku sebaiknya pulang saja ya.. atau ke salon..hmmm good ide"

__ADS_1


"Oke, aku balik saja, disini bikin sesak nafas, cari yang adem adem, seger seger saja lah.. yuhuuu"


Sedangkan Asisten rumah tangga Liza yang mendengar pun hanya geleng geleng kepala dan mengelus dada saja melihat kelakuan ibu mertua sang majikan,


"Gitu kok minta di hormati dan di sopani, orang dia nya saja tidak mau menghormati dan berlaku sopan pada orang lain, kasihan bu Liza" gerutu Asisten rumah tangga Liza dan Hasan


#Flashback off


Setelah mandi Liza keluar kamar menuju dapur untuk memasak, tapi saat di dapur mbak ART sudah memasak.


"Waaa harum nya, mbak masak apa nih?" tanyaku saay susah sampai dapur


"Oh ini cuma tumis kangkung sama gurami bakar saja bund" jawab sang ART


"Seperti sangat lezat mbak.. jadi tidak sabar memakan nya" puji ku


"Oh iya mbak ibu mana? apa mbak melihatnya?" tanya ku karena aku tak melihat beliau


"Ibu pak Hasan sudah pulang kayak nya bund, tadi keluar soalnya.. maaf sebelum nya kalau saya lancang bund, Bunda yang sabar bund dengan sikap ibu pak Hasan" ucap mbak ART


Liza hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian berkata "Terima kasih mbak sudah mengingatkan Liza ya"


Menurut Dr Lathifah Binti Abdullah al-Jal'ud dalam bukunya yang berjudulal-Mar'atu wa 'Alaqatuha bi Umm Zaujiha wa Akhawatihi fi Dhilli Ahadits Shillat ar-Rahm, harmonisasi antara istri dan keluarga suami memang bukan perkara mudah. 


Maka, Lathifah pun berbagi nasihat dan tips sederhana, tetapi cukup mengena sasaran agar dalam hidup berumah tangga tercipta harmoni antara elemen yang satu dan lainnya. Entah istri dengan keluarga suami ataupun suami dengan keluarga sang istri.


Saling ber kasih sayang dan menebar kebaikan. Ingatlah, rahmat Allah SWT bersama orang-orang yang berbuat baik. “Sesungguhnya, rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS al-A'raf [7]: 56). Jika ingin rahmat Allah menghampiri, hendaknya kedua belah pihak saling berbagi kebaikan dan kasih sayang.


Bentuk berbagi kebaikan itu bermacam macam. Dari segi suami, berusahalah mengunjungi kedua orang tua.


Sedangkan, bagi istri, bersikap dan berinteraksilah kepada kedua orang tua suami Anda, seperti orang tua sendiri. Bersegeralah membantu mereka bila diperlukan. Tetap menjaga etika dan lemah lembut.


Sementara, bagi ibu atau bapak mertua, bersikap dewasa penuh pengayoman. Bila muncul keburukan dari menantu, bukan dibalas dengan kejelekan serupa atau lebih besar. Tetapi, hadapilah dengan hikmah dan kebijaksanaan. Bersikap alami dan sewajarnya, tidak perlu formalitas yang mengesankan kaku. Biarlah komunikasi dan interaksi itu mengalir. Dan, bagi mertua berlakulah adil. Jangan membedakan antara menantu satu dan lainnya. 


Semoga ada manfaat dan hikmah nya maaakk..


Salam Aida Agustin Lamongan


...💓Happy Reading💓...

__ADS_1


__ADS_2