
Sampailah di panti asuhan.
Rizky membantu mengangkat belanjaan itu hingga ke dapur panti.
"Makasih.." ucap Aisha sebelum Rizky pergi.
"Iya... sama-sama," jawab Rizky. Kini Rizky malah berdiri di dapur panti sembari memandangi Aisha. Seperti ada sesuatu yang ingin ia katakan namun ia tak berani mengatakannya.
"Mau ngapain lagi ky? mau ikut masak?" tanya Aisha melototi Rizky.
"Ada yang mau aku bicarain Sha.."
"Kalau mau bicara mah bicara aja Rizky," tegas Aisha sambil mengeluarkan belanjaan dari keranjang.
"Aku mau melamar kamu!" kalimat singkat Rizky mengejutkan Aisha.
"Apa..apa? kamu ngomong apa tadi?"
"Aku mau melamar kamu Aisha.." tegas Rizky mengeraskan suaranya.
"Apaan sih ky, jangan bercanda deh," cetus Aisha yang tidak memasukkan ke hati perkataan Rizky itu.
"Aku serius Aisha, dari pada kamu tidak jelas mau kemana seperti ini, lebih baik kamu sama aku, Aisha..kita sudah kenal sejak lama, aku merasa kamu orang yang tepat untuk aku jadikan istri. Aku sudah menceritakan ini pada orang tua angkat ku," lanjut Rizky.
Aisha pun terdiam. Sepertinya Rizky serius dengan kata-katanya. Belum lagi Aisha harus memikirkan permintaan mina. Dan sebenarnya Aisha pun menyukai Rizky sejak lama namun ia menutupinya.
"Percuma ky, aku harus menikah dengan orang lain," jawab Aisha yang tampak pura-pura santai.
"Siapa?"
"Kalau aku bilang pasti kamu akan kaget,"
"Maksudnya siapa Sha .." tanya Rizky yang semakin penasaran.
"Abi Athar," jawab Aisha singkat yang mengagetkan Rizky.
"Kamu bercanda kan..mana mungkin kamu menikah dengan abi kita sendiri,"
__ADS_1
"Aku juga nggak mau KY, tapi umi Mina kemarin membujuk aku, aku nggak tau apa yang ada di pikiran umi hingga membuat keputusan seperti itu, aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku merasa berhutang Budi sama mereka," tutur Mina mencurahkan isi pikirannya pada Rizky.
"Aku tau ini berat buat kamu, Aisha..kamu tenang aja ya, aku akan membantu kamu mengatasi ini,"
"Gimana caranya coba..ini permintaan umi, bagaimana aku bisa menolak,"
"Bisa Aisha! aku yang akan bicara sama mereka," tegas Rizky sebelum ia bergegas pergi.
...*****...
Siang itu Mina sedang sholat Dzuhur. Tiba-tiba terdengar suara lemparan batu ke pintu depan. Bi Siti yang mendengar itu buru-buru mengecek keadaan di luar.
Namun tidak ada siapa-siapa. Bi Siti lalu melihat sebuah gulungan kertas di lantai. Ia mengambil itu dan membaca tulisan yang ada di kertas tersebut.
"Hai Mina cantik..maaf aku belum berani bertemu kamu!" itulah bacaan yang membuat Bi Siti Shock. Ia buru-buru membawa kertas itu untuk ditunjukkan pada Mina.
Saat ini Mina baru saja selesai sholat dan tiba-tiba Bi Siti datang dengan wajah panik.
"Ada apa Bi.." tanya Mina dengan heran menatap bi Siti.
"Ini ada yang lempar surat ke pintu," jawab bi Siti pelan.
"Saya juga nggak tau Bu, cuma ada batu kecil yang di lempar ke pintu sama surat ini, orangnya sudah tidak ada," tutur Bi Siti.
...**...
Di sisi lain Athar sedang istirahat di kantor setelah ia bekerja sedari pagi. Ia tampak minum kopi di ruangannya setelah ia tadi sholat. Tiba-tiba ada suara ketukan pintu.
"Assalamualaikum.."
"Waalaikumussalam..Masuk!" Athar bersuara.
Seorang laki-laki pun masuk, yang ternyata laki-laki itu adalah Rizky. Ia berjalan masuk dan duduk di hadapan Athar.
"Eh kamu Rizky..ada apa? tumben kamu mau nemuin Abi, biasanya kan kamu sekarang suka sibuk," sapa athar seraya mempersilahkan Rizky duduk.
"Ada yang mau saya bicarakan Abi, ini masalah serius," tutur Rizky.
__ADS_1
"Silahkan ceritakan, mumpung Abi masih ada waktu istirahat," kata Athar yang sudah bersedia mendengarkan cerita Rizky.
"Begini Bi, saya ingin melamar Perempuan, bagaimana pun juga kan Abi ini sudah saya anggap orang tua saya," tutur Rizky.
"Bagus kalau begitu, iya..iya..Abi faham, jadi keluarga mana yang harus kita datangi dan kapan waktu yang kamu mau," tanya Athar, ia semakin tertarik dengan topik Rizky kali ini.
"Masalahnya perempuan yang ingin saya lamar adalah perempuan yang ingin Abi nikahi,"
"Maksud kamu apa? Abi nikah? apa sih maksudnya?" Athar pun kaget dan tidak paham dengan perkataan Rizky.
"Iya..Abi mau nikahin Aisha kan..Aisha adalah perempuan yang akan ku lamar bi," jelas Rizky.
"Astaghfirullah..kamu tau dari mana Rizky, Abi tidak ada niatan mau menikahi Aisha, kalian sudah sama sama ku anggap keluarga sendiri," ujar Athar mengklarifikasi.
"Dari Aisha bi, katanya.. umi Mina memintanya untuk menjadi istri kedua Abi, makanya saya langsung temuin Abi seperti ini untuk mengetahui lebih jelasnya,"
"Iya memang mina akhir akhir ini memintaku untuk menikah lagi, tapi abi sebenarnya menolak itu Ky, kamu tenang saja ya, Abi tidak akan menikah dengan Aisha, umi mu itu hanya lelah saja, makanya dia jadi membuat ide aneh seperti itu,"
Rizky pun lega mendengar penjelasan dari Athar, akhirnya ia bisa melamar Aisha secara terang-terangan.
...***...
Sepulang bekerja, Mina menyambut kepulangan Athar, ia mencium tangan suaminya dan menjinjing tasnya.
"Kamu mau di buatin teh mas?" tanya Mina sembari mempersilahkan Athar duduk dulu untuk beristirahat.
"Aku mau bicara!" ucap Athar sembari duduk di sofa. Mina pun ikut duduk untuk mendengarkan suaminya berbicara.
"Apa benar kamu sudah menyampaikan niatmu pada Aisha?"
"Iya mas..kan kamu udah setuju mas,"
"Sayang..aku nggak pernah setuju, sejak kapan aku bilang setuju sama kamu, tolong pikirkan lagi,"
"Ini demi kebaikan kita mas,"
"Apa kesabaranmu hanya setipis itu,apa kamu tidak pernah mendengar cerita nabi Zakaria yang puluhan tahun menantikan keturunan hingga usianya tua dan istrinya di vonis menopause tapi dia tidak lelah untuk berdoa, dan Allah pun mengabulkan doanya, istrinya mengandung meskipun orang orang berkata tidak mungkin dengan usia istrinya yang sudah tua, sementara kamu..kamu masih muda sayang, belum sampai di usia tua seperti istri nabi zakaria, dia itu nabi, dekat dengan Allah namun dia tidak menuntut pada Allah, sedangkan kita? kita hanya manusia biasa, lantas kenapa kamu bersikap seperti ini,"
__ADS_1
Mina pun terdiam dengan ucapan Athar yang membuat hatinya bergetar. Memang rasanya kurang ajar jika menuntut terlalu banyak kepada Allah padahal kita bukanlah siapa-siapa. Apalagi bertindak gegabah saat doa belum dikabulkan.