Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
Kesedihan Liza


__ADS_3

Assalamu'alaikum...


Karena masih suasana Lebaran jadi sebelumnya Othor mau ngucapin Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin ya teman teman dan saudara saudara Novel Toon...


Maaf ya othor sudah lama tidak Up karena lagi kumpul kumpul keluarga jadi tidak fokus kalau mau Up, hi hi hi 😁🙏🏻


Sebelum membaca tolong bantu kasih Vote, like, komen, rating bintang 5 dan favorit di novel Othor ya..


S E L A M A T M E M B A C A


"Mas bangga sama kamu sayang, kamu selalu sabar menghadapi ibu mas yang selalu bersikap dingin kepada mu" ucap mas Hasan sendu


"Mas.. mereka adalah orang tuamu. Mereka ditakdirkan untuk mencintaimu."


"Tak selamanya ibu mertua itu kejam. Ia juga bisa menjadi sosok yang penyayang.. Semoga dengan hadirnya Syauqi ibu perlahan bisa menerima ku." jawab ku lagi dengan tulus dan mengusap wajah mas Hasan dengan kasih sayang.


Setelah makan dan mengobrol panjang lebar bersama kini ayah dan ibu Hasan ingin pamit undur diri karena hari sudah mulai petang dengan alasan sang ayah butuh istirahat karena baru sampai dari luar kota.


"Mbak, mas.. saya dan ayah Hasan mau pamit dulu ya, kasihan ayah Hasan baru tiba dari luar kota langsung ke rumah sakit ini tadi." pamit ibu Hasan kepada ayah dan ibu Liza.


"Kok buru buru mbak, kirain mau menginap..tapi tidak apa apa lagian insya Allah besok Liza dan Syauqi sudah boleh pulang kok." jawab ibu ku


"Iya besok Liza dan Syauqi sudah diperbolehkan pulang, Sekarang mbak dan mas pulang tidak apa apa kasihan ayah Hasan capek, besok pagi bisa kemari lagi." tambah ayah Liza dengan bijak.


"Alhamdulillah, maaf ya nak ayah tinggal balik pulang, besok ayah dan ibu usahakan akan kesini lagi." ucap ayah Hasan


"Tidak apa apa ayah, Liza sudah senang dan berterimakasih, ayah dan ibu sudah kemari melihat Liza dan Syauqi." ucap ku kepada ayah dan ibu mas Hasan


"iya nak..ayah juga terimakasih ya" sahut ayah Hasan


Aku pun hanya mengangguk dan tersenyum, kemudian aku menyalami dan menci*um tangan ibu dan ayah mas Hasan sebagai tanda bakti ku kepada beliau sebagai ayah dan ibu mertua.

__ADS_1


Setelah ayah dan ibu mas Hasan pulang, aku pun mulai memberi tahu ibu dan ayah ku kalau besok aku ingin pulang kerumah ayah dan ibu saja karena aku masih butuh belajar dalam mengurus baby dan ku rasa aku lebih nyaman dan tidak canggung kalau bersama ibu ku sendiri.


"Ayah, ibu.. Liza besok boleh nggak kalau pulang ke rumah ibu dan ayah untuk sementara?" ucap ku ragu ragu, bukan ragu ragu takut tidak dibolehkan, tapi aku ragu ragu karena merasa tidak enak masih merepotkan.


"Ibu malah senang nak, sangat senang malahan.. tapi bagaimana dengan suami kamu, ibu dan ayah mertua kamu? apa sudah kalian obrolin?" tanya ibu


"Saya yang menyarankan malahan buk, soalnya kasihan Liza kalau sendiri dirumah dan tidak mungkin juga kalau ibu yang mondar mandir kerumah kami dan rumah ibu, sedangkan kalau ibu saya, malah saya yang kurang yakin" ucap mas Hasan panjang lebar menjelaskan kepada ayah dan ibu


"Ya sudah kalau memang itu keputusan kalian, terutama kamu nak Hasan yang menyarankan kepada Liza jadi kami bisa tenang" ucap ibu ku kepada mas Hasan


"Iya bu, Hasan mohon maaf ya bu karena sudah dan masih merepotkan ayah dan ibu" ujar mas Hasan sendu


"Nak, jangan seperti itu.. kamu tidak usah merasa tidak enak sama kami, bagaimanapun kami juga orang tua kamu dan kamu juga anak kami.. kami sangat senang karena bisa membantu merawat Syauqi" sahut ibu dengan lembut tulus dan senyumnya yang selalu membuat siapa saja merasa teduh.


"iya bu, maafkan Hasan ya" ucap mas Hasan


***


"Bu, Hasan tinggal dulu ya ke bagian administrasi" pamit mas Hasan kepada ibu


"Iya nak, silahkan" jawab ibu ku


Sedangkan aku tidak diperbolehkan membantu berkemas, jadi aku menyu**sui Syauqi saja.


"Akhirnya selesai juga ya..tinggal menunggu ayah Syauqi saja, habis itu kita pulang ya sayang.. ke rumah nenek ya sayang" ucap ibu ku sambil mengendong Syauqi


Ibu dan ayah ku merasa sangat bahagia, aku dan Syauqi pulang kerumah mereka jadi aku pun ikut tambah bahagia


"Nak, apa ibu mertua kamu masih sama seperti dulu?" tanya ibu tiba tiba dan itu membuat aku kaget


"Ah.. apa buk?" tanya ku bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


Ya, karena aku tidak pernah cerita kepada siapapun tentang hubungan ku dengan ibu mertua ku bahkan bagaimana sikap beliau kepada ku, karena aku tidak ingin ibu dan ayah ku jadi kepikiran.


"Nak, jangan ada yang kamu tutupi lagi, cukup sudah hampir 1 tahun kamu memendam semuanya sendiri tanpa ada teman curhat, nanti kamu sendiri yang malah sakit nak" desak ibu ke


"Ibu mas Hasan baik kok sama Liza" ucap ku singkat karena takut malah semakin membuat ibu curiga kalau aku bicara banyak tentang kebohongan.


"Kamu tidak lagi bohong sama ibu kan nak?" tanya ibu penuh curiga


Tuh kan, ibu pasti tau kalau aku lagi berbohong kepadanya karena aku paling tidak bisa berbohong apalagi kepada ibu


"Maaf kan Liza bu.." ucap ku sambil menunduk karena aku tidak ingin ibu melihat kalau aku menangis


Sudah lama aku memendam kesedihan ku seorang diri, bahkan mas Hasan suami ku sendiri saja aku tidak pernah bercerita tentang kesedihan ku mengenai ibu nya, kecuali teman teman ku (sahabat ku) Dara dan Angga, bukan aku yang bercerita kepadanya tapi mereka sendiri yang tau, aku saja tidak tahu kok bisa Dara dan Angga tahu tentang hubungan ku dengan ibu mertua ku.


"Tidak usah meminta maaf nak, cerita saja..keluarkan semua kesedihan yang selama ini kamu pendam nak" ucap ibu sembari mengelus rambut ku


"Ibu yang meminta maaf karena tidak ada disaat kamu membutuhkan nak.. ibu kira kamu tidak ada masalah, ayo ceritakan saja nak.. ingat kamu tidak boleh setres karena kamu lagi menyusui loh sekarang" tambah ibu lagi


"ibu.. sebenarnya_"


Waduh.. sebenarnya kenapa ya bestie ku dengan Liza?


Bagaimana reaksi ibu dan ayah Liza ya kalau tahu apa yang di alami Liza selama ini??


Yuk kepoin di next episode ya bestie..☺️


Jangan lupa like, komen, vote, rating bintang 5, dan favorit ya..


Terima kasih 🙏🏻


...⭐Happy Reading⭐...

__ADS_1


__ADS_2