
Selamat pagi semua..
Selamat menjakan ibadah puasa Ramadhan bagi yang menjalankan ya..
Semoga sehat selalu ya.
Sebelum membaca budayakan memberi Vote, Like, Tip, Rating bintang 5 dan favorit ya buat karya Author.
Mampir juga di novel author yang berjudul I Love You Nurse ya kaka readers dan kaka Author semua
S E L A M A T M E M B A C A
"Dan aku yakin Liza pura pura santai dan baik baik saja padahal sebenarnya dia tidak baik baik saja." ucap Dara kembali
"Kamu bener Ra, tapi kita bisa apa Ra? aku takut nanti dikira terlalu ikut campur urusan rumah tangga Liza dan Hasan" Lirih Angga dengan sendu karena merasa tidak bisa melakukan apa pun.
" Nah itu masalah nya kamu tau.." sahut Dara karena memang Meraka tidak mempunyai hak wewenang ikut campur
"Semoga kelak aku tidak memiliki mertua seperti itu," pungkas Dara spontan
"Emang kamu sudah punya pacar?" Tanya Angga penuh selidik kepada Dara.
"Eemmm... " Dara nampak kaget dengan pertanyaan yang di berikan oleh Angga.
"Emang kenapa?" tanya Dara dengan sorot mata tajam
"Sudah galak, crewet.. eemm apalagi ya🤔" ujar Angga santai, padahal wajah Dara sudah memerah menahan amarah.
"Angga..!!" bentak Dara dengan wajah merah dan tangan terkepal.
"He he he cuma bercanda Ra.." ujar nya
" Tau akh tidak lucu..kenapa sih kamu itu nyebelin Nga? gak bisa gitu ya tidak mancing emosi aku?" ucap ku karena sudah benar benar kesal sama Angga
"Aku suka lihat kamu marah Ra, gemesin" kata Angga sambil tersenyum tulus
Blush..
Seketika wajah merah karena marah kini berubah menjadi merona karena tersipu malu.
"iihh baru saja di bilang gemesin sudah baper kami Ra.. memalukan sekali." batin Dara berbicara
***
Ditempat lain seorang wanita hamil masih setia menunggu suami tercinta nya pulang kerja, ya dia adalah Liza yang sedari tadi menunggu Hasan sang suami pulang kerja tapi tak kunjung datang.
"Mas Hasan tumben ya kok belum pulang, padahal sudah jam 5 sore juga.." gumam ku sembari mondar mandir di dalam kamar
Sebaiknya aku telfon saja daripada aku tidak tenang, ku ambil Hand Phone ku lalu ku telfon mas Hasan.
Tuutt..
Tuutt..
__ADS_1
Tuutt..
Astaghfirullah kemana kamu mas, kenapa telfon ku tidak kamu angkat.. gumam ku semakin cemas dan gelisah sembari mondar mandir
Akhirnya Liza menyerah.. dia memilih keluar kamar menuju ruang tamu sembari menunggu sang suami di sana..
Kini Liza sudah berada di ruang tamu duduk seorang diri di temani segelas susu ibu hamil..
Tak selang beberapa lama suara bel rumah pun berbunyi dan Liza segera bangkit dari duduk kemudian membuka pintu.
Ting.. Tung..
Ting.. Tung..
Ceklek..
"Mas..." Sapa ku seraya kemudian aku ambil tangan kanan mas Hasan lalu ku c i u m dengan ta'zim..
Alhamdulillah akhirnya kamu sampai rumah mas.. aku sedari tadi menghawatirkan mu karena tidak biasanya jam segini baru pulang..
"iya.. maaf kan mas ya sayang tadi ada tambahan kerjaan dan Hand Phone mas silet di saku jadi mas tidak tahu kalau kamu menghubungi mas tadi." ucap nya penuh penyesalan karena sudah membuat aku hawatir.
"Tidak apa apa mas.. yang penting sekarang mas Hasan sudah sampai dirumah dengan selamat itupun sudah membuat Liza lega mas.." jawab ku dengan tulus dan senyuman
"Sudah yuk masuk mas.. mandi dulu aku siapin air hangat nya habis itu makan ya mas. pasti tadi mas belum sempat makan kan?" ajak ku kepada mas Hasan
"iya sayang yuk.." ucap nya kemudian berlalu ke kamar sambil merangkul Liza sang istri tercintanya
"Mas mandi dulu gih air nya sudah siap" ujar ku
"iya terima kasih ya sayang." jawab nya lagi
Saat mas Hasan mandi aku pun menyiapkan baju ganti untuknya kemudian aku taruh di atas tempat tidur, setelahnya aku keluar kamar menuju dapur untuk menghangatkan makanan yang telah aku masak tadi.
Tidak butuh waktu lama untuk ku memanasi makanan tersebut, sekarang tinggal menata di piring kembali kemudian di taruh di meja makan.. saat aku menata makanan diatas meja ku dengar ada langkah kaki menuju meja makan ternyata itu mas Hasan suami ku.
"ibu mana sayang?" tanya nya kepadaku
"Di kamar kayaknya mas, tadi sih bilang di kamar, bentar ya mas aku panggil ibu dulu" ucap ku sembari akan melangkah ke kamr ibu
tapi tidak jadi karena dilarang mas Hasan
"Jangan sayang, kasihan kamu capek sudah kerja masak, layani mas, padahal perut kamu sudah gede gitu, biar mas saja yang panggil ibu ya.." ucap nya penuh perhatian
Mas Hasan pun menuju kamar ibu dan memanggil ibu di kamarnya..
Tok..
Tok..
Tok..
"Ibu yuk kita makan bu" teriak nya halus dari depan pintu kamar
__ADS_1
"Iya nak, ini ibu mau kesana yuk" ajaknya
Di meja makan ibu Hasan bertanya "Kok kamu nak yang panggil ibu tumben?"
"Iya kasihan Liza buk perutnya sudah besar aku tidak tega, pagi dia kerja sampe siang, sampe rumah masak dan masih layani Hasan." jawab mas Hasan
"Kapan perkiraan lahir istri kamu nak?" Tanya ibu lagi kepada mas Hasan.
"Kata dokter lebih kurang sekitar 2 mingguan buk, mohon doa nya ya bu semoga diberi kelancaran dan keselamatan istri dan anak Hasan nanti..Aamiin" ujar mas Hasan
"Aamiin.. semoga yang terbaik ya.." jawab ibu
Kini Liza mengambilkan makan suaminya dan kemudian ibu mertua nya setelah itu untuk dirinya sendiri.
Mereka makan dengan tenang tidak ada yang bicara hanya dentingan sendok garpu yang bertabrakan diatas piring.
Selama kehamilannya Liza tidak pernah rewel atau ngidam yang aneh aneh hanya saja saat trimester pertama dia selalu morning sicknes.
Satu minggu kemudian, kini Liza kadang merasakan perut nya mules tapi kadang diabaikan ole Liza karena dia ingat pesan dokter kalau mules nya kadang kadang bisa jadi itu kontraksi palsu, tapi kalau sering dan jaraknya dekat maka itu tanda akan melahirkan.
Seperti saat ini Liza merasakan kembali perutnya mules..
"Uuft perut ku mules lagi" ucap nya sambil mengelus elus perut buncitnya dan sejurus itu mules nya hilang lagi, sejak tadi menjelang pagi perutnya mules mules terus.
Liza sudah berada di kantor dan bertemu dengan Dara dan juga Angga..
"Hai Ra.. Hai Nga.. tumben ya kita bisa barengan gini sampainya." sapa Liza kepada Angga dan Dara.
"Hai Liz.." jawab mereka serempak dan itu membuat Liza tersenyum
Mereka berjalan beriringan eits hanya Liza dan Dara ya yang beriringan sedangkan Angga seperti bodyguardnya.. hehe
"Ssstt.. huft huft huft.." desis Liza kemudian ambil nafas sembari mengelus perutnya dan itu semua tak luput dari mata Dara.
Seketika Dara panik saat melihat kearah Liza ternyata Liza sudah pucat dan Dara pun menghentikan langkah kakinya
"Liz.. kamu gak apa apa? kamu sakit? atau apa yang sakit Liz?" tanya Dara panik sembari merangkul Liza.
Angga yang ada di belakangnya pun melihat itu reflek berlari menghampiri Liza dan Dara dan ikut memegangi Liza dari belakang.
"Liza kamu kenapa? kenapa dia Ra?" tanya Angga ikut panik tapi berusaha mengontrol agar Dara tidak tambah panik.
"Ssstt.. pe-rut a-ku saa-sakit Ra.." jawab Liza terbata karena menahan sakit.
"Ha😲?"
Adu kasihan Liza kok pas di kantor ya..
yuk Tinggalkan jejak ya readers bantu kasih vote, rating bintang 5, Tip, like dan favorit ya..
Next episode ya..
...🌞Happy Reading🌞...
__ADS_1