
Hai hai.. Othor usahain Up lagi hari ini ya readers jadi double up dan sukur sukur bisa langsung hari ini.. bismillah ya..he he he
Tadi nya author tidak up tapi mumpung ada inspirasi nih readers jadi author usahain up.
Tak terasa ya bestie lebaran sudah dekat.. dan Ramadhan sudah mau usai saja.
Jangan lupa sebelum membaca kasih Like, komen, vote, rating bintang 5 dan favorit ya readers.
Semoga suka dengan cerita author ya bestie jangan bosan bosan..
S E L A M A T M E M B A C A
"Tidak apa apa mas.. Liza ngerti kok" jawab Liza lirih tapi masih di dengar oleh Hasan.
"Maafin mas ya" kata Hasan dengan tulus dan di angguki Liza
"Iya mas.., mas sudah Liza laper" ucap Liza dengan manjanya
"Astaghfirullah iya sayang maafkan mas ya.. hampir saja lupa" ucap Hasan dengan tepuk jidatnya he he he
Tok.. tok..
"Ceklek..!"
Liza dan Hasan saling pandang siapa ya yang datang.
"Assalamu'alaikum..." ucap wanita paruh baya dari luar hendak masuk ruang rawat Liza.
"Wa'alaikum salam bu" jawab Liza dengan senyum yang mengembang di wajah nya.
"Ibu datang sama ayah?" tanya Hasan sembari menyalami ibu Liza dan Liza pun melakukan hal yang sama.
"Iya ibu datang sama ayah kamu Liz" jawab ibu mendekat dan mengelus lembut rambut Liza
"Sekarang ayah dimana?" tanya Liza lagi.
"Ayah mampir di seberang jalan mau membeli bubur ayam" ucap sang ibu dan itu membuat Liza sangat bahagia.
"Waaa bisa kebetulan gitu ya bu.." kata Hasan
"Kebetulan gimana nak?" tanya ibu Liza bingung
"Ini tadi Hasan mau beli bubur ayam soalnya Liza meminta makan bubur ayam" jawab Hasan menjelaskan kepada ibu mertua nya
__ADS_1
"He he he.. emang Liza kalau kurang fit suka makan bubur ayam nak, maka dari itulah ayah membelikan nya" ucap ibu Liza sambil melihat anak nya.
"Oh iya bu.. terima kasih ya jadi merepotkan ibu sama ayah deh Hasan" ucap mas Hasan merasa tidak enak
"Dimana putra kalian nak?" tanya ibu Liza saat belum melihat cucu nya
"Masih di ruang bayi bu.. mungkin nanti sore atau besok pagi baru di bawa kemari" ucap mas Hasan memberi penjelasan kepada ibu.
"Ooo begitu ya sudah nak, ini ibu bawa telur ayam kampung dan snack lain nya biar buat cemilan di sini." ucap ibu
"Adu ibu kok jadi repot repot sih bu.. kan ibu dan ayah cukup datang ke sini saja Liza sudah merasa sangat bahagia" ucap ku dengan haru, karena ibu dan ayah ku selalu mengingat dan mengutamakan aku.
"Tidak apa apa.. ini ada buah, apa kamu mau ibu kupasin?" tawar ibu kepada ku
Kalau aku menolak kasihan ibu pasti sedih jadi aku mengiyakan saja agar beliau senang.. "iya bu Liza mau buah apel saja ya"
Dan benar kan dugaan ku beliau sangat senang dan bahagia di saat aku mengiyakan nya. Begitulah orang tua menunjukkan kasih sayang nya kepada anak anak mereka.
"Bu, sudah bu Liza sudah kenyang" ucap ku kepada ibu agar berhenti menyuapiku
"Dikit lagi nak, masak cuma dikit banget makan buah nya" kata ibu ku
"Liza kenyang bu, apa lagi nanti ayah datang bawa bubur ayam, terus sayang kan kalau tidak di makan" ucap ku lagi mengingatkan ibu
Sedangkan mas Hasan hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat ibu yang langsung menyalahkan ayah, he he he
Kemudian mas Hasan pun berkata
"Mungkin lagi rame bu jadi ayah antri nya panjang, maklum lah kan bubur di seberang terkenal enak bu.."sahut mas Hasan
"Nah benar itu kata mas Hasan mungkin saja yang beli banyak jadi antri lama." tambah ku lagi
Sedangkan ibu hanya mencebikkan bibir saja karena memang apa yang dikatakan mas Hasan ada bener nya tapi namanya juga ibu sudah terlanjur malu jadi begitulah..he he he
"Ck, ya ya ibu ngaku salah deh...tapi masak iya sebegitu antri nya sampai ayah kamu tak kunjung datang" ujar ibu yang merasa heran karena ayah sangat lama.
"mungkin sebentar lagi bu, lagian kamar Liza kan berada di Lt. 2 jadi jalan nya tidak kayak Lt. 1" ucap mas Hasan lagi
Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu dari luar dan ketika pintu terbuka ternyata ayah yang datang dengan membawa kantung kresek yang berisikan bubur ayam
Ceklekk..
"Assalamu'alaikum semua..." ucap ayah letika susah masuk ke kamar rawat Liza
__ADS_1
"Waalaikumussalam...Nah tuh ayah datang" jawab Liza
"iya maaf lama antri nya panjang banget, ayah saja sampai kaget dan heran kok bisa seramai itu" ucap ayah menjelaskan
"iya sampe yang nunggu kelaparan ya.." sahut ibu sebal..
"Ha ha ha.. ibu sudah kangen ayah tuh" goda ku sambil melirik ibu yang malu malu
"Ck, siapa juga yang kangen" decak ibu
Mas Hasan hanya geleng geleng kepala saja melihat perdebatan antara ayah ibu dan anak tersebut.
"Oy mana cucu jagoan ayah nih?" tanya ayah
"Oh si baby boy masih di ruang bayi yah..nanti kalau sudah waktunya pasti akan di bawa kemari" ucap ku
"Ayah sudah tidak sabar nih, he he he" sahut ayah sambil tertawa bahagia
Tak lama setelah obrolan keluarga Liza dan Liza pintu kamar rawat Liza di ketuk dari luar.
Tok.. Tok.. Tok..
Ceklek...
Seorang suster mendorong box bayi masuk ke ruangan Liza dan kehasiran baby noy tersebut mencuri perhatian orang orang yang ada di kamar tersebut.
"Waaaa itu baby boy nya datang..." seru ibu dan ayah bahagia.
"Permisi, saya mau mengantar baby boy untuk menyu**su ke ibu nya" ucap sang suster saat membawa masuk baby boy.
"Oh iy sus, tlong bw sini ya sus.." ucap ku
Dan suster itupun menyerahkan si baby boy ke Liza dan mengajari Liza bagaimana cara menyu**sui, karena masih pertama jadi Liza merasa kesusahan dan nyeri di bagian put**ing nya.
Beda ya bestie kalau sama bapak nya yang ada malah ke enakan.. he he he
sorry sorry skip guys..
ya sudah ya bestie sudah dulu, othor up di bab selanjutnya ya..
mohon maaf lama tidak up soalnya othor lagi riweh..he he he menjelang lebaran
jangan lupa bantu like, vote, rating bintang 5, komen dan favorit ya..
__ADS_1
...🌞Happy Reading🌞...