Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
Promo judul baru


__ADS_3

Ku kejar cinta Adam part 1


"Sang Adam telah membuatku merasakan sejuta rasa tentang cinta. Kadang sakit, kadang ku bahagia, dan kadang pula aku putus asa. Namun segala yang terjadi tak pernah menghapus rasa cinta ku padanya. Adam..apakah kelebihan mu hingga mampu membuat gadis biasa seperti ku tak bisa mengalihkan hatiku dari mu" (Hana Safiyah)


Happy reading


🍂Ku Kejar Cinta Adam🍂


"Cicak..cicak di dinding..diam diam merayap..datang seekor kadal..hap ..hap..lalu di tangkap.."


Nyanyian seorang gadis bernama Hana yang sedang menggendong ponakannya sudah terdengar di pagi hari. Ia tengah menjaga anak dari Abang kandungnya bernama Utsman.


Kakak ipar Hana yaitu Sulistiawaty masih tidur meski jam sudah menunjukkan pukul 07.00. pagi.


Keseharian Hana memang seperti ini apabila telah memasuki masa libur sekolah. SMA tempat Hana sekolah di liburkan selama Seminggu di awal bulan ramadhan.


"Kak Sulis bangun..ini Zakia kayaknya lapar deh, kamu susui dulu kak..lagian aku mau masak bentar," panggil Hana pada istri Abang kandungnya itu.


Saat ini Abang Hana (Utsman) sedang ada tugas di kota. Hingga Sulis berbuat sesuka hatinya karena sang suami tak ada di rumah.


"Aku capek Han..semalam zakia begadang, jadi aku kurang tidur, kamu aja yang jagain dia, nggak usah masak! nanti beli sarapan aja pas kang bubur lewat," jawab Sulis tanpa membuka matanya. Ia masih sangat kantuk hingga tak memperdulikan anaknya yang sudah lapar.


Hana menghela nafas, ia tak bisa berkata banyak lagi. Langsung saja ia membawa Zakia bayi berusia tujuh bulan yang ia gendong.


"Sabar ya sayang..ibu mu lagi ngantuk," ucap Hana sembari menepuk-nepuk pelan bayi dalam gendongannya.


Hana bergerak ke dapur untuk mengambil air minum. Dengan terpaksa Zakia hanya meminum air putih karena stok makanan bayi sedang habis.


Besok sudah memasuki hari pertama puasa ramadhan. Hana sebenarnya ingin mempersiapkan yang di perlukan saat bulan suci ramadhan namun ia tak bisa karena sedang mengasuh ponakannya.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara motor Utsman yang sudah tiba di depan rumah. Sulis yang mendengar itu buru-buru bangun dari tidurnya. Ia berlari tergesa-gesa menemui Hana yang sedang menggendong Zakia.


"Sana sana..biar aku yang gendong Zakia," ucap Sulis saat ia merebut Zakia dari tangan Hana.


Hana hanya ternganga melihat kakak iparnya yang amat bermuka dua. "Tadi aja nggak mau..pas bang Utsman udah datang baru kakak jadi perduli sama Zakia," gerutu Hana yang komplain.


"Hush..diam..kamu akan ngerti kalau nanti kamu menjadi seorang ibu, capeknya luar biasa," tegur Sulis hingga Hana hanya terdiam. Ia mencoba memaklumi kakak iparnya itu.


"Assalamualaikum.." ucap Utsman sembari memasuki rumah dengan wajah girang karena bertemu kembali dengan keluarganya.


"Waalaikumussalam..eh udah datang bang..ih aku kangen bangat sama Abang, Abang udah makan.." sapa Sulis dengan lembut dan manisnya.


"Iya sayang..Abang juga kangen, apalagi sama putri kecil ayah ini.." Utsman pun menggendong putrinya yang ada di pangkuan Sulis.


Hana hanya membisu melihat pemandangan di hadapannya. Sangat menyebalkan ketika Sulis amat baik namun hanya di hadapan suaminya. Namun Hana tak ingin mengadukan apa pun karena ia tak ingin melihat Abang dan kakak ipar nya ribut.


Sore itu Hana tampak memasak masakan spesial untuk sahur pertama nanti. Ia amat bersemangat mengingat dulu sang almarhumah ibunya selalu melakukan hal yang sama. Yaitu memasak masakan kesukaannya untuk sahur pertama.


*


20 Menit lagi azan isya akan berkumandang. Hana buru-buru bersiap siap untuk ke mesjid. Seperti biasa di bulan ramadhan pasti ia akan bersemangat untuk sholat tarawih di mesjid. Terlebih malam ini adalah tarawih pertama.


"Kak..aku mau sholat tarawih, kakak kan nggak solat, Kakak gendong Zakia dulu ya.." Hana memberikan Zakia pada ibunya.


"Kamu nanti kan bisa sholat di rumah aja, aku lagi Mager tau, tadi capek habis scroll tiktok,"


"Kak..kalau kakak mau tarawih nggak pa pa biar aku yang jaga Zakia, tapi kakak kan nggak tarawih, apa salahnya kalau kakak dulu yang jaga Zakia, aku sholat dulu sebentar,"


"Sholat tarawih itu lama Hana.." balas Sulis yang masih menatap hp nya.

__ADS_1


"Kok belum berangkat Hana.." sapa Utsman yang tiba-tiba muncul.


Sulis pun kaget, ia buru-buru merebut Zakia dari gendongan Hana. "Iya Hana..ini udah mau azan loh..sana buruan..nanti telat dek.." tutur Sulis dengan lembut. Seketika nada bicaranya berubah drastis.


Hana sampai menggigit giginya sendiri karena geram dengan tingkah Kakak iparnya. Namun ia harus sabar karena ini sudah memasuki bulan Ramadhan.


"Abang berangkat duluan ya .. assalamualaikum.." ucap Utsman sembari melangkah pergi menuju mesjid.


"Waalaikumussalam.. " ucap Hana pelan. Hana lalu buru-buru berwudhu dan memasang mukenanya.


Saat Hana baru keluar dari rumah, ternyata sudah ada teman dekatnya yang menunggunya untuk tarawih bersama ke mesjid. Dia adalah Anya teman dekat Hana di kampung ini.


"Ayok buruan han..aku udah semangat banget nih, aku mau foto-foto di mesjid," ucap Anya yang sedang memegang hp nya.


"Astaghfirullah Anya..luruskan dulu niatnya, kita mau sholat, kalau sholatnya Riya..nanti pahalanya bisa terkikis dosa Riya tau.." tegur Hana seraya menasehati temannya itu.


"Iya..iya..Bu ustadzah..kamu tuh paling pintar kalau masalah beginian, padahal kan kamu bukan dari pesantren dan nggak pernah mondok kan,"


"Aku nggak pintar kok, tapi aku cuma banyak belajar dari hp, karena sebenarnya di zaman ini sangat mudah untuk mendapat ilmu dari perkembangan zaman, kita bisa ikut kajian.. membaca referensi bahkan menonton ulama berceramah hanya dari hp, makanya kamu kalau punya hp jangan cuma buat sosmed sama foto Mulu, ada banyak hal bermanfaat yang bisa kita gunakan dari hp,"


"Iya..iya..aku nggak bisa bantah kalau dengar kamu bicara," balas Anya yang tak bisa membantah perkataan Hana.


Di tengah perjalanan yang hampir sampai ke mesjid, tiba-tiba seorang laki-laki berpeci hitam dan sarung ijo tampak berjalan cepat menuju mesjid.


Laki-laki itu tampaknya seusia dengan Hana, wajahnya tampan. Dan ia tampak menundukkan pandangannya.


Sampailah di depan mesjid.


Anak anak nakal menendang sendal jemaah yang berbaris rapih. Hingga sendal itu berantakan.

__ADS_1


Laki-laki yang tadi Hana lihat malah muncul dan merapikan kembali sendal itu.


__ADS_2