
Assalamu'alaikum..
Hai readers, pembaca novel Aku Bukan Bidadari Surgamu bagaimana kabar nya nih??
Semoga selalu diberikan kesehatan ya, Rizki yang banyak, kebahagiaan, dan di lancarkan semua urusan nya.. Aamiin..🤲🏻
Bisa nggak ya Othor hari ini double up, othor usahain ya..
Bismillahirrahmanirrahim....
Jangan lupa kasih Like, Vote, Rating bintang 4, Komen dan favorit ya buat novel novel Author.
S E L A M A T M E M B A C A
Sedangkan Aku, ibu dan ayah yang mendengarnya hanya menatap bangga pada sosok mas Hasan yang sangat pandai dalam memilih nama yang mana arti nama keseluruhannya laki laki yang baik, terpuji dan selalu merindukan Tuhan
"Masya Allah mas.. bagus sekali" ucap ku
"Terima kasih sayang" jawab mas Hasan
"Syauqi, apa boleh kami memanggilnya Syauqi nak?" tanya ibu yang pandangan nya tidak lepas dari anak ku.
"Nggak apa apa bu, memang itu nama panggilan nya bu" jawab mas Hasan sambil tersenyum.
"Hai Syauqi, ini kakek nanti kalau sudah besar main ya sama kakek" ucap Ayah kepada cucunya..
"he he he" semua yang mendengar hanya tertawa karena merasa lucu
***
Hari pertama jadi ayah, dan lebih tepatnya sekarang adalah malam pertama Hasan menjadi seorang Ayah, Hasan tampak biasa saja karena Syauqi sekarang sedang tidur dengan pulas nya, maklum lah dia habis nen jadi kenyang tuh.. he he he
Kalau untuk bapaknya puasa dulu, he he he
Saat ini Liza pun sudah tertidur karena memang harus banyak istirahat dan mungkin juga Liza merasa lelah karena ini adalah pertama kali nya dia menyandang status ibu.
Hasan pun mulai merebahkan tubuh nya di sofa kamar rawat Liza, baru juga mata mulai terpejam ternyata Hasan mendengar suara bayi menangis.
Oek.. Oek.. Oek..
__ADS_1
Hasan bergegas bangun dan menuju box Syauqi, ternyata benar Syauqi telah bangun dan menangis dengan kencang nya tapi aneh nya sang Liza tidak terganggu mungkin saking capek nya jadi tertidur dengan pulas nya.
Cup.. cup.. cup..
"sayang kenapa bangun hemm?" tanya Hasan kepada Syauqi tapi sang bayi tetap saja menangis.
"Apa Diapers kamu penuh hmm? atau kamu haus?" tanya Hasan lagi
Hasan mengecek diapers Syauqi ternyata benar penuh jadi Hasan langsung mengganti nya dengan yang baru.
"Sini bentar ya Syauqi sayang, Ayah ambilkan diapers yang baru nanti ayah ganti" ucap Hasan pada Syauqi padahal anak
Dengan cekatan Hasan mengganti diapers Syauqi yang telah penuh dengan yang baru tapi tangis Syauqi tak juga berhenti.
"Apa dia haus ya?" gumamnya seorang diri
Kemudian Hasan berlalu mengambil ASI yang sudah di simpan di kulkas kemudian di hangatkan, sembari menunggu ASI dihangatkan, Hasan mengayun ayunkan anak nya di gendongan nya..
"Untung saja tadi Bunda kamu sempat pumping nak, kalau tidak kan kasihan kalau di bangunin malam malam" ucap Hasan kepada anak nya.
Saat ASI sudah hangat dan siap di minum tak menunggu lama Hasan memberikan nya kepada anak nya.
"Nah, ASI nya sudah hangat sayang, yuk minum kemudian bobok lagi" ucap Hasan yang seolah Syauqi bisa mengerti.
"kok kamu nggak ngantuk nak, mata kamu bening banget malahan, mau main sama ayah iya, hmm?" tanya Hasan lagi sambil mengajak main Syauqi
Tepat pukul Tiga lebih tiga puluh menit Syauqi terlelap kemudian Hasan memindahkan nya ke box bayi, dan Hasan pun merebahkan tubuh nya kembali di sofa dan tertidur
Readers : Kenapa nggak di bangunin saja Thor, kan nggak apa apa ngasih nen trus main nya sama si ayah.
Othor : ya karena Hasan kan pengertian sama istri readers, karena menyu**sui juga butuh peran ayah atau support dari sang ayah
Readers : Ooo begitu ya thor... Next saja kalau gitu Thor
Othor : Asssiiaaappp
Pagi pun datang, dan seperti biasa nya setiap pagi dokter spesialis anak beserta perawatnya berkunjung ke pasien pasien untuk memeriksa dan memberikan edukasi tentang cara menyu**sui, penting nya ASI, faktor pendukung agar ASI tetap lancar, seperti saat ini yang di lakukan oleh dr.Fryst, Sp.A
Tok.. tok..
__ADS_1
"Selamat pagi bunda.." sapa dr.Fryst kepada ku dengan ramah dan senyum yang tulus saat pintu kamar rawat ku di buka.
"Pagi juga dokter" jawab ku dengan senyum tulus juga
"Gimana keadaan bunda pagi ini?" tanya dokter.
"Alhamdulillah sudah lebih baik dokter" jawab ku
"ASI nya lancar ya bu? nggak ada masalah?" tanya dokter lagi.
"Iya dokter ASI saya lancar, Alhamdulillah tidak ada masalah, kemarin saya coba pumping saya simpan di frezeer itu dok" jawab ku sambil menunjuk lemari es yang ada di kamar rawat ku
"Bagus itu bunda" jawab dokter Fryst.
"Waa baby boy nya anteng banget ya.. rewel nggak bu semalam baby nya?" tanya sang dokter lagi kepada ku
"Sepertinya semalam habis bergadang sama ayah nya dok, soalnya ada botol bekas susu yang telah dihangatkan" jawab ku apa adanya.
"waaa ayah yang hebat ya.. membantu menjaga si baby, itu namanya ayah nya nggak mau ganggu bunda yang lagi istirahat." ucap sang dokter.
"He he he.. iya dokter benar, tapi saya jadi kasihan sama suami saya" ucap ku sendu karena merasa bersalah
"Nggak apa apa bunda, justru bunda harus bersyukur, itu namanya Ayah ASI bunda." ujar sang dokter dengan tersenyum
"Ayah ASI? gimana ya dokter maksud nya?" tanya ku bingung
"Iya bunda, Ayah ASI.."kata dokter Fryst.
"Karena menyu**sui juga butuh support dari orang terdekat bund terutama sang suami.." ucap dr. fryst lagi
"Karena memberikan Asi Eksklusif pada buah hati bukan hanya tanggung jawab Bunda. Namun, Ayah juga harus ikut membantu Bunda untuk bisa mewujudkannya. Artinya, seorang ayah harus bisa menjadi Ayah ASI atau ayah yang mendukung Bunda agar lancar menyu**sui."
"Keberhasilan seorang ibu memberikan ASI eksklusif untuk sang bayi memang sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan orang sekitar, termasuk para suami. Untuk itu, peran Ayah sangatlah Bunda butuhkan selama menyu**sui, agar bisa memberikan ASI eksklusif tanpa hambatan." jelas dr.Fryst panjang lebar.
"Ooo begitu dokter.. saya harus banyak belajar lagi dan lagi nih dok" ucap ku dengan semangat.
Sudah tahu kah bunda bunda semua bahwa lancar menyu**sui juga butuh dukungan dari para ayah ya...
Yuk para ayah panda kasih semangat buat pada istri istri ya...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, rating bintang 5, dan favorit ya..
...☺️Happy Reading☺️ ...