Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
58. Swety


__ADS_3

Athar malah tersenyum mendengar ucapan istrinya itu. Ia tak menyangka jika Mina bisa cemburu dengan seekor ayam.


"Hah? kamu cemburu sama ayam ini sayang?" tanya Athar yang masih tak percaya dengan ucapan Mina.


"Ya iyalah mas, kamu sampai nggak dengar pas aku panggil cuma karena kamu sibuk ngobrol sama ayam yang udah jelas jelas nggak ngerti bahasa kamu mas," gerutu Mina yang menatap ayam dengan kesal.


Kwok..Kwok..Kwok..ayam bersuara seolah meledek Mina.


"Aku potong juga ini ayam..kok ngeselin bangat sih," Mina tampak kesal melihat ayam yang bersuara seolah meledek Mina.


"Jangan gitu dong sayang, ya udah ayo kita sarapan, jangan cemburu sama ayam, kamu terlalu sempurna untuk dibandingkan dengan apa pun,ayo kita sarapan," ucap Athar sembari merangkul Mina dan berjalan ke ruang makan.


Keduanya pun sarapan bersama sebelum Athar berangkat ke kantor. Mina tampak menuangkan air minum ke gelas Athar.


"Mas..hari ini aku nggak ke panti dulu ya, kayaknya aku pengen sendiri dulu di rumah, rasanya aku malas mau keluar rumah," ucap Mina


"Iya nggak pa pa sayang, kamu nggak harus tiap hari ke sana kok, seorang istri memang lebih baik di rumah saja," tutur Athar sembari mengelus kepala Mina.


"Makasih mas,"


"Makasih buat.."


"Pokoknya makasih, aku cuma pengen berterima kasih aja,"


"Bisa gitu ya? ya udah deh sama-sama, meskipun aku nggak tau kamu berterima kasih untuk apa," jawab Athar yang tersenyum pada istrinya.


Usai sarapan, Athar bersiap siap untuk berangkat kerja. Ia tampak memakai pakaian rapih dengan dasi hitamnya.


Mina menyuruh suaminya duduk di bangku teras rumah. "Mas duduk aja!" suruh Mina padahal Athar harus segera pergi. Athar bingung dengan sikap Mina.


Ternyata Mina hanya ingin memasangkan sepatu Athar. Ia tampak memasang kaos kaki ke kaki Athar dan diikuti dengan sepatunya.


Athar pun tersenyum melihat perhatian dari sang istri. "Harusnya kamu nggak perlu segitunya sayang, aku kan bisa sendiri," ucap Athar yang tak kuasa menahan senyum pada Mina.


"Nggak pa pa mas, aku hanya ingin memperlakukan kamu dengan cara terbaik, oh ya, aku udah buatin kamu bekal spesial untuk makan siang mu nanti mas, di bawa ya!" ucap Mina sembari memberikan bekal yang sudah ia kemas dengan rapi.

__ADS_1


"Makasih ya sayang," kata Athar sembari mencium kening Mina.


Kwok..Kwok..Kwok..Suara ayam tiba-tiba bising membuat Mina menatap ayam dengan tajam.


"Eh Swety..kamu bisa diam nggak!" gerutu Mina pada ayam yang sedang mengais tanah di halaman rumah.


"Sayang..masa gitu aja kamu marah sama Swety," Athar tersenyum melihat tingkah lucu Mina.


"Abisnya dia ngeselin sih mas," cetus Mina yang matanya masih melototi ayam.


"Ya udah aku pergi dulu ya sayang, assalamualaikum," ucap Athar dan lagi-lagi ia mencium kening Mina sebelum ia benar-benar pergi.


Mina menatap mobil athar yang semakin jauh. Saat Mina tengah melambaikan tangan sembari menatap kepergian Athar, ia tak sengaja menoleh ke samping. Ternyata si ayam juga berdiri di samping Mina seolah ikut memberangkatkan athar bekerja.


"Hus..hus..Sana..sana...ngapain sih nih ayam ikut ikutan aja," gerutu Mina yang mengusir ayam dari dekatnya.


Kwok..Kwok..Kwok...Ayam malah berkokok lantang seolah menggertak Mina.


"O..kamu berani...mumpung suami ku nggak di rumah..ini saatnya..ayo maju kalau berani," ucap Mina yang kemudian mengejar ayam itu.


"Nyonya..kok ayamnya di kejar, mau di potong ya.." tanya Bi Siti yang tampak serius menatap Mina dengan ayam yang kejar kejaran kesana kemari.


"Iya bi..bantu aku tangkap ayamnya, biar di goreng sekalian,"


"Oke oke non.." Siti pun mulai mengambil posisi untuk menangkap ayam yang sedang berlari ke arahnya.


Alhasil ayam malah melompat ke kepala bi Siti. "Aduh...aduh..kok malah lompat," bi Siti panik dan takut dengan ayam yang melompat ke kepalanya.


Mina buru-buru bergegas menangkap itu namun ayam malah berhasil kabur. Ayam itu pun naik ke pohon mangga di depan rumah. Hingga Mina tak akan bisa lagi mengejarnya.


Mina tampak ngos-ngosan menatap ayam yang santai di pohon mangga.


"Susah bangat sih nangkap tu ayam," gerutu Mina yang tampak kesal.


"Memangnya itu ayam siapa nyonya," tanya Bi Siti yang juga menatap Ayam di pohon.

__ADS_1


"ayam suami saya bi, itu ayam ngeselin bangat, mas Athar sampai nggak dengar pas aku panggil cuma karena gara gara dia merhatiin ayam itu," jelas Mina pada bi Siti.


"O..jadi karena itu nyonya, itu sih biasa, suami saya juga dulu gitu, tiap hari yang di perhatikan itu burung beo peliharaan dia, bahkan kelihatannya dia lebih sayang sama burung beo nya dari pada keluarga sendiri, tapi itu nggak sesuai sama pemikiran kita kok, suami sudah pasti lebih menyayangi istrinya," jelas Bi Siti untuk menenangkan hati Mina.


"Ya iyalah mas Athar lebih sayang sama aku, cuma aku kesal aja sama ayam itu bi, lihat tuh , kotoran nya ada dimana mana,"


"Biar saya bersihin ya non,"


"Ya udah deh bi, capek juga habis ngejar ngejar ayam tadi, aku ke dalam dulu ya Bi," ucap Mina dan buru-buru memasuki rumah agar ia tak melihat ayam betina itu lagi.


...**...


Sepulang bekerja, Kali ini Athar sudah mengabari Mina bahwa ia pulang agak malam. Sudah jam 21.00 Athar masih dalam perjalanan ke rumah.


Di saat ia ingin cepat cepat sampai ke rumah. Tiba-tiba di depan sebuah apotik ia melihat Safiyah yang berdiri di tepi jalan bersama ibunya.


Athar pun menghentikan mobil.


"Assalamualaikum..ibu sama Safiyah kok berdiri di situ?" sapa Athar dari kaca mobilnya.


"Waalaikumussalam..eh Athar..lama nggak ketemu, kamu dari mana nak?" tanya ibu kandung Safiyah itu.


"Baru pulang kerja Bu, ibu sama Safiyah mau kemana?" tanya Athar lagi.


"Mau pulang nak..tapi taksi yang tadi di pesan nggak datang datang,"


"Ya udah kalau gitu mari saya antar aja, kan kita searah bu," usul Athar yang menawarkan untuk pulang dengan mobilnya.


Safiyah merasa tidak enak karena Athar sudah beristri. Ia membisikkan ke telinga ibunya untuk tidak menumpang di mobil Athar.


"Udah ayo..dari pada kita nggak pulang pulang.." bisik ibu balik sembari menarik tangan Safiyah memasuki mobil Athar.


"Maaf ya nak udah ngerepotin kamu," ucap Ibu Safiyah yang duduk di belakang bersama putrinya.


"Iya.. sama-sama Bu, saya nggak merasa di repotkan kok," tutur Athar, ia tak keberatan menolong sesama terlebih pada orang yang ia kenali.

__ADS_1


__ADS_2