Aku Bukan Bidadari Surgamu

Aku Bukan Bidadari Surgamu
67. Lamaran diterima


__ADS_3

"Iya..kamu mungkin benar mas, tapi aku cuma merasa tidak enak sama ayah dan bunda mu," tutur Mina.


"Nggak usah merasa tidak enak seperti itu, mereka pasti memaklumi kita, udah ya, jangan di pikirkan lagi," ucap Athar yang masih mengobrol dengan Mina di sofa.


"Oh ya mas, tadi ada yang lempar batu ke rumah kita, pas bi Siti cek, ternyata ada surat ini di depan pintu, coba kamu lihat," Mina menunjukkan surat yang tadi di berikan bi Siti.


Athar pun membaca surat itu. Dan langsung saja ia semakin penasaran dengan pengirim surat tersebut. "Kayaknya ini ada hubungannya sama paket dari pengagum rahasia itu deh, sayang ..apa kamu nggak tau itu siapa?"


"Aku nggak tau mas, aku kan nggak pernah keluar rumah buat ketemu sama laki-laki mana pun, aku cuma di rumah ini aja, aku juga bingung siapa pengagum rahasia yang meneror kita,"


"Ya udah nanti aku cari tau ya, sekarang aku mandi dulu,"


Athar merasa ini sudah tidak wajar karena di khawatir kan pengagum rahasia itu berniat buruk pada Mina.


...*...


Saat makan malam, Mina menemani suaminya yang makan meski ia sudah makan terlebih dahulu.


"Kamu tau nggak sayang, Rizky mau melamar perempuan, jadi kita harus ikut ke rumah perempuan yang akan dia lamar ya," tutur Athar memulai pembicaraan.


"Beneran mas..bagus dong kalau gitu, apa kita mengenal perempuan nya?"


"Ya, kita sangat dekat dengan calon istri Rizky," lanjut Athar hingga Mina pun penasaran siapa yang di maksud Athar.


"Siapa mas?"


"Aisha,"


"Hah? Aisha?"


"Iya..kamu kaget kan, sayang..itulah kenapa aku menolak keras niatmu untuk menjadikan Aisha istri kedua ku, dia sudah ku anggap keluarga, lagi pula Rizky tadi datang temuin aku, dia sampai menanyakan secara langsung apa aku benar-benar ingin menikahi Aisha, ya aku langsung jawab yang sebenarnya kalau aku tidak akan menikah lagi," jelas Athar sejelas jelasnya.


"Kok bisa sih mas, Aisha kan.."


"Ya bisa lah..bukan hal yang tidak mungkin kalau Rizky memiliki perasaan pada Aisha," ucap Athar memotong perkataan Mina.


Mina terdiam sejenak, ia masih tak percaya dengan hal ini. "Mas..apa Aisha takut nolak permintaan ku ya, makanya akhir akhir ini dia nggak ke rumah ini lagi, pas aku telpon pun dia nggak jawab telpon aku,"

__ADS_1


"Iya mungkin..Aisha pasti merasa berhutang Budi sampai sampai dia takut untuk menolak permintaan kamu," jelas Athar.


Mina merasa bersalah karena telah menyusahkan Aisha dan menambah beban pikirannya.


"Aku jadi merasa bersalah mas, kalau memang Aisha juga mencintai Rizky, aku nggak akan paksa dia kok mas, aku juga nggak setega itu," tutur mina bersungguh sungguh


"Iya sayang..aku tau kok, ya udah besok kita akan menemani Rizky untuk melamar Aisha secara resmi, kamu mau ikut kan,"


Mina menganggukkan kepalanya dengan tersenyum seraya mengiyakan.


...**...


Keesokan harinya,


Aisha sedang sibuk memberangkatkan anak anak yang akan sekolah. Namun tiba-tiba mobil Athar dan Mina berhenti di depan gerbang. Aisha terkejut melihat kedatangan Mina dan Athar. Ia khawatir mereka akan menanyakan tentang lamaran itu. Aisha ingin menghindar tapi sudah terlambat. Mina telah menatapnya dan berjalan ke arah Aisha.


"Aduh..gimana nih, aku mau jawab apa nanti.." batin Aisha yang takut menghadapi Mina.


"Assalamualaikum.." ucap Athar dan Mina serentak.


"Waalaikumussalam umi..Abi.." jawab Aisha sedikit gugup.


"Hah..i-iya umi," Aisha mengikuti langkah Mina yang menuntunnya ke ruang tamu panti asuhan.


Tampak di sana sudah ada bunda Liana yang sudah mengetahui rencana Mina ini.


"Ayo silahkan duduk.." ucap bunda Liana mempersilahkan semuanya untuk duduk.


Mina dan Athar pun duduk. Dan Aisha juga duduk di samping bunda Liana. Ia gemetar karena mengira Mina akan menanyakan jawaban Aisha.


"Aisha..kami datang ke sini untuk membicarakan hal yang serius, kami ke sini ingin melamar kamu secara resmi," tutur Mina secara langsung.


Aisha panik, ternyata benar itu yang akan ditanyakan umi mina. Sementara ia belum menemukan jawaban nya. Ia masih bingung lamaran mana yang harus di terima.


"Iya Aisha..Abi ingin melamar kamu untuk putra Abi, yaitu Rizky," lanjut Athar hingga Aisha spontan mengangkat kepalanya menatap Athar.


Ia terkejut dengan ucapan Athar itu, padahal Aisha mengira bahwa yang di maksud Mina adalah melamarnya menjadi istri kedua.

__ADS_1


"Maksud nya apa umi..Abi?"


"Iya Aisha..umi ingin melamar kamu untuk menjadi istri Rizky bukan istri kedua suamiku," ucap Mina sambil tersenyum.


Tiba-tiba Rizky muncul di ruangan itu. "Iya Aisha..aku ingin melamar mu menjadi istri ku,sekarang nggak ada lagi yang mau kamu khawatirkan, Abi sudah menceritakan semuanya kalau dia tidak pernah setuju dengan pernikahan itu," jelas Rizky sejelas-jelasnya.


Aisha terdiam menyimak semua orang yang berbicara.


"Iya sayang..maafkan umi ya, umi sadar umi egois telah memberi kamu permintaan yang sulit," tutur Mina pada Aisha.


Aisha pun lega mendengar itu semua. Akhirnya ia tidak di hadapkan pada pilihan yang sulit.


"Iya umi..makasih ya, umi memang selalu memikirkan perasaan aku, aku jadi nggak enak karena kalian terlalu baik," ucap Aisha sembari memeluk Mina.


"Jadi gimana Aisha? apa kamu menerima lamaran Rizky?" tanya Athar.


Aisha menarik nafas dalam-dalam dan kemudian mengeluarkan jawabannya.


"Iya..aku terima."


"Alhamdulillah..." ucap seisi ruangan dengan serentak. Tampak kebahagiaan di wajah mereka.


"Tunggu dulu..ada syaratnya," lanjut Aisha hingga semuanya terdiam.


"Syarat apa Aisha?" tanya Rizky dengan serius.


"Kamu harus hafal juz 30 dan surah al- Mulk beserta surah Ar Rahman," tutur Aisha dengan serius.


Athar dan Mina hanya tatap tatapan, keduanya khawatir syarat ini belum di kuasai Rizky.


Namun Rizky malah tersenyum saat ia akan menjawab perkataan Aisha itu. "Aku sudah hafal itu semua Aisha, bahkan jika kamu meminta lebih dari pada itu, aku pasti masih sanggup, karena orang tua angkat ku telah mendidik ku untuk menghafal Al-Qur'an, sayangnya sekarang mereka tidak bisa ikut karena ada urusan penting, gimana? apa mau di tes sekarang?"


Aisha pun tersenyum dan percaya kalau Rizky memang sudah hafal. "Tidak usah ky, nanti lantunkan saja surah Ar Rahman itu di acara pernikahan kita," tutur Aisha yang masih sedikit malu.


Athar dan Mina pun lega dengan jawaban itu."Nggak nyangka ya mas, padahal dulu mereka sering berhantam dan kejar kejaran meskipun hujan," tutur Mina menatap Athar.


"Iya sayang..kita kan dulu juga gitu," balas Athar.

__ADS_1


"Cie..cie..ada yang nostalgia nih," bunda liana pun bersuara.


__ADS_2